Rabu, 20 April 2011

Dollar Bantu Emas Lewati $1500

Emas tembus level psikologis $1500 akibat melemahnya dollar setelah Standard & Poor's revisi outlook peringkat kredit AS menjadi negatif. Investor cemas dengan krisis utang AS dan Eropa di tengah kekhawatiran restrukturisasi utang Yunani. Yield obligasi pemerintah Yunani bertenor dua tahun capai 20%, level tertinggi sejak 1998.

"Ancaman penurunan peringkat kredit AS oleh S&P berhasil picu reli emas kembali," ungkap Gavin Wendt, direktur MineLife Pty. “Ditambah dengan gejolak utang Eropa dan kekerasan Timur Tengah, maka kondisinya makin kondusif untuk logam mulia.” Harga emas terus meningkat dalam 11 tahun terakhir seiring investor mencari alternatif investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya inflasi.

“Harga emas masih bisa naik untuk beberapa tahun ke depan di tengah meningkatnya ketidakpastian,” ungkap fund manager BlackRock Evy Hambro kepada Bloomberg TV. David Donora, manajer komoditi Threadneedle Asset Management bahkan tidak heran jika emas raih $1800.

Perbankan Korsel Rasakan Tekanan Properti

Saham perbankan Korea Selatan telah anjlok minggu ini seiring investor mengkhawatirkan mengenai pergerakan sektor real estate, tetapi analis terlihat stabil secara umum positif terkait sektor perbankan.
Saham perbankan Bursa Korea turun 1.1% minggu ini, dimana Industrial Bank of Korea turun 1.6%, Woori Financial Holding Co, Ltd turun 1.1%, Shinhan Financial Group Ltd turun 1.7%, sementara Hana Financial Group Inc telah turun 0.8%.