Rabu, 19 Oktober 2011

Sterling Melemah Terhadap Dolar AS kemarin

         Pada perdagangan kemarin Sterling melemah terhadap dolar AS, tertekan rilis data inflasi Inggris yang naik melebihi 5% kondisi dimana meningkatkan kekhawatiran akan kondisi stagflasi (kombinasi antara meningkatnya tekanan harga dalam ekonomi yang lemah) dalam jangka waktu dekat dan meningkatkan minat jual investor terhadap Sterling. Sterling sempat tertekan oleh rilis data consumer prices untuk September yang meningkat menjadi 0,6% dan dalam basis tahunan inflasi di tataran konsumen meningkat menjadi 5,2% itu merupakan level tertinggi sejak 3 tahun terakhir. Namun demikian tingginya angka inflasi tersebut tidak serta merta mengindikasikan meningkatnya aktifitas ekonomi, akan tetapi justru merupakan pertanda dari meningkatnya tagihan gas, air bersih, dan listrik dikalangan masyarakat. Justru meningkatnya tekanan inflasi merupakan ancaman bagi consumer spending ditengah pemangkasan anggaran pemerintah yang dampaknya mulai terasa.


- Broker Forex Terbaik Surabaya -

Emas Kembali Terperosok Kedua Kalinya Kemarin

       Komoditi Emas kembali terperosok untuk kedua kalinya pada perdagangan kemarin dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi Cina, peringatan terhadap peringkat kredit Prancis, dan masih suramnya prospek untuk pencapaian solusi penyelamatan krisis utang Eropa. Komoditi Emas sempat tertekan setelah lembaga pemeringkat Moody’s mengatakan pihaknya kemungkinan akan memberikan outlook negatif pada peringkat AAA Prancis. Peringatan tersebut muncul menjelang sidang puncak Uni Eropa pada 23 Oktober mendatang, dimana pemimpin Jerman sebelumnya mengatakan bahwa pertemuan tersebut tidak akan menghasilkan obat ajaib untuk mengatasi krisis utang kawasan. Sementara itu faktor lainnya yang menekan logam mulia adalah laporan data pertumbuhan ekonomi Cina yang melambat di kuartal ke III ke level terlemahnya selama lebih dari 2 tahun.


- Broker Forex Terbaik Surabaya -