Senin, 16 Mei 2011

Emas Terjepit Dibawah $1500 Akibat USD Kuat

Harga emas masih cenderung melemah dengan berkisar di bawah $1500 di hari Senin terutama tertekan oleh penguatan dollar AS (USD) akibat kekhawatiran terhadap krisis hutang zona Eropa yang makin dalam menjelang pertemuan para Menteri Keuangan di blok tersebut ditambah munculnya berita ditangkapnya Presiden IMF akibat tuduhan perkosaan.
Harga spot emas merosot lebih dari 0.1% hingga ke kisaran $1490 per troy ons menjelang siang di hari Senin setelah berakhir dengan flat di akhir pekan lalu.

Namun menurut analis komoditas Natalie Robertson, emas dapat reverse atau balik rebound dari kejatuhannya saat ini dan bertengger diatas level support $1500 hingga pekan depan. Kondisi ini menungkinkan karena aksi beli safe-haven masih akan berlanjut akibat terus menerusnya kekhawatiran terhadap masalah krisis hutang zona euro.

Sterling Flat di Range Sempit, Support-I = $1.6130

Sterling bergerak sideways di dalam range negatif yang sempit dihari Senin pasca rilisan survei dari Institute for Fiscal Studies yang menyebutkan bahwa standar hidup masyarakat Inggris akan menurun akibat inflasi yang terus menggerogoti sektor pendapatan.
Bank of England memberi “warning” bahwa inflasi bisa mencapai 5% akhir tahun ini, 2x lipat dari target 2%, dengan pertumbuhan ekonomi yang beresiko menurun.
Dan lemahnya data ekonomi Inggris akhir-akhir ini turut menumbuhkan ekspektasi bahwa BoE akan mempertahankan suku bunga di level rendah tahun ini. Bahkan Gubernur Mervyn King sendiri telah mengungkapkan keinginan-nya untuk menahan suku bunga BoE.
Sementara para analis masih melihat adanya peluang pelemahan untuk sterling hingga menyentuh $1.6000 terutama akibat hilangnya kemungkinan kenaikan suku bunga BoE tahun ini.
Dan menurut penjelasan Michael Hewson, analis pada CMC Markets, harga bila pecah dibawah support penting $1.6130 merupakan bagian dari penurunan lebih dalam hingga $1.5965 dan 1.5935, level rendah bulan Februari dan Maret.