Senin, 30 Januari 2012
Facebook Akan Menjual Saham Dalam Waktu Dekat
Penawaran saham perdana (IPO) terbesar sepanjang sejarah AS hampir rampung. Facebook kemungkinan akan meluncurkan IPO nya pada minggu depan.
Facebook berencana untuk mengirimkan dokumen yang diperlukan untuk IPI pada hari Rabu ini. Penawaran tersebut akan memberikan nilai pada perusahaan jejaring sosial terbesar dunia ini kira-kira sebesar $75 milyar s.d $100 milyar.
Analis mengekspektasikan IPO dapat mengumpulkan dana sebesar $10 milyar untuk Facebook, dan akan menduduki peringkat 4 IPO yang pernah diluncurkan di AS, masih dibawah Visa Inc, General Motor Co dan AT&T Wireless. Namun IPO Facebook ini melampaui penawaran saham perdana Google pada tahun 2004 yang hanya mengumpulkan dana sebesar $1.9 milyar pada waktu itu.
Website Facebook sendiri dalam 8 tahun terakhir berhasil menarik 800 juta member, dan telah merubah cara orang berkomunikasi secara global. Pendapatan facebook terutama didapatkan dari iklan bisnis, yang dilaporkan melonjak dari $738 juta selama 2009 menjadi $3.8 milyar pada 2011. Jumlah karyawan yang bekerja pada Facebook hingga saat ini mencapai 3,000 orang.
Di lain sisi, valuasi akhir Facebook masih ditentukan oleh berbagai faktor, seperti misalnya permintaan investor untuk social media maupun kondisi pasar IPO dan juga kesehatan laju ekonomi Eropa.
IPO Facebook ini juga akan menjadi ujian bagi CEO Mark Zuckerberg, yang baru berumur 27 tahun untuk mengelola perusahaan global, dimana kinerja keuangannya akan selalu dipantau per 3 bulan oleh para investor.
Penjualan IPO akan dipimpin oleh Morgan Stanley, yang sekaligus menduduki underwriter saham internet paling berpengalaman karena sebelumnya telah memimpin IPO LinkedIn Corp, Groupon Inc dan Zynga Inc.
Emas Terkoreksi Dari Titik Tinggi 7-Pekan Menanti Negosiasi Yunani
Emas diperdagangkan melemah di hari Senein setelah sempat menanjak ke level tinggi 7-pekan seiring para investor menunggu hasil negosiasi utang Yunani, namun pertumbuhan yang lebih lambat di AS dibanding estimasi telah melukai sentimen.
Para pemangku kebijakan Eropa, akan menandatangani perjanjian dana penyelamatan permanen untuk zona Eropa di hari Senin ini, diekspektasikan menyetujui peraturan anggaran yang seimbang pada negara anggota. Di lain sisi, problem yang belum terselesaikan di Yunani masih membayangi sentimen positif.
Katalis negatif lain adalah laporan pertumbuhan ekonomi AS, selama Q4 dirilis lebih rendah dibanding estimasi sehingga memicu koreksi emas dari level terkuatnya sejak 8 Desember di $1739 per troy ons. Terpantau sejauh ini Emas melorot -1.15%, ke level $1718 per troy ons.
Spanyol Menuju Resesi
Pertumbuhan GDP Spanyol mengalami kontraksi sebesar -0.3% selama Q4, masih sesuai estimasi dan turun dari level 0% selama Q3. Dengan level pengangguran tertinggi diantara negara member Uni Eropa lainnya serta kondisi kredit yang merosot. Spanyol kini terancam mengalami resesi kedua sejak 2009.
Laporan GDP yang dirilis oleh Bank of Spain ini menunjukkan bahwa ekonomi Spanyol masih menuju resesi. Di sisi lain angka pengangguran Spanyol telah mencapai level 22.85%, sekaligus merupakan angka pengangguran tertinggi diantara negara Uni Eropa lainnya.
Pemerintah sendiri, masih berupaya meyakinkan para investor bahwa mereka mampu mereduksi defisit lebih dari setengahnya pada tahun ini meskipun resesi maish membebani pendapatan dan angka pengangguran.
Berdasarkan estimasi dari IMF, ekonomi Spanyol mungkin masih akan mengalami kontraksi sebesar -1.7% sepanjang 2012 dan dilanjutkan kontraksi sebesar -0.3% selama 2013. Proyeksi ini memberi gambaran bahwa target defisit pemerintah Spanyol pada 4.4% dari GDP tahun ini akan sulit dicapai.
Sentimen Eropa Redam Bursa Regional
Sebagian besar pasar regional bergerak melemah dengan Nikkei -0.5%, S&P/ASX -0.4%, HSI -0.9%, Kospi -1.2%, Taiex +2.4%, Sensex -1.3%, Shanghai Composite -1.0%. Di pasar forex, euro melemah terhadap USD dan JPY dikarenakan tertundanya kesepakatan mengenai swap hutang antara Yunani dan kreditor sektor swasta yang menekan sentimen mata uang tunggal.
EUR/USD di 1.3150 dari 1.3219 hari Jumat malam di New York, EUR/JPY di 101.01 dari 101.45, dan USD/JPY di 76.70 dari 76.69. Perdana menteri China, Wen Jiabao mengatakan pihak otoritas akan menjaga agar yuan tetep berada di level yang "masuk akan dan seimbang". Menteri keuangan Australia, Wayne Swan mengatakan pertumbuhan jumlah pekerja melamban dan ia telah menghapus pandangan bahwa angka pengangguran Australia akan meningkat. Menteri keuangan Korea Selatan, Bahk Jae-wan mengatakan ketidak pastian ekonomi akan mencapai puncaknya pada Q1. Hal ini mengindikasikan bahwa selama periode Januari - Maret mungkin akan mejadi periode yang paling lemah bagi negara dengan ekonomi terbesar ke empat Asia. Current account surplus Korea Selatan bulan Desember menjadi $3.96 miliar, turun dari level tinggi 13 bulan di bulan November di $4.56 miliar. Jepang membukukan defisit perdagangan senilai Y916.17 miliar untuk 10 hari pertama bulan Januari dibandingkan dengan defisit tahun lalu sebesar Y435.62 miliar. Angka GDP Q4 Filipina tumbuh 3.7% per tahun, naik dari revisi pertumbuhan 3.6% di Q3 namun di bawah ekspektasi pertumbuhan sebesar 4.0%.
Harga emas di $1,727.90, turun $6.40 dari level penutupan NY. Minyak Nymex bulan Maret turun 66 sen menjadi $98.90/barrel.
Ramai-ramai Tolak Bonus Tahunan
Trend penolakan 'hadiah' tampaknya sedang terjadi di kalangan eksekutif sektor perbankan global. Beberapa CEO perusahaan besar sudah memutuskan untuk tidak menerima insentif dari pendapatan usaha tahun buku.
Chief executive Royal Bank of Scotland Group PLC (RBS) berencana menolak bonus senilai 1 juta poundsterling ($1,5 juta). Sang bos tidak ingin hadiah yang diterimanya menjadi perdebatan di antara publik dan politisi. Sebagian besar kepemilikan RBS sendiri ada di tangan pemerintah Inggris sehingga keputusan pemberian bonus juga dipengaruhi oleh restu perwakilan pemerintah dalam direksi. Krisis finansial tahun 2008-2009 memaksa negara membantu pendanaan salah satu korporasi perbankan terbesar di Britania itu. Jumlah bailout 3 tahun silam mencapai 45 miliar poundsterling, dengan kompensasi 82% saham kepada pemerintah.
RBS kemarin menyatakan bahwa chief executive Stephen Hester tidak akan menerima insentif saham senilai 3,6 juta lembar saham senilai nyaris 1 juta poundsterling (963.000 poundsterling). Saham tersebut merupakan hadiah yang diberikan oleh dewan direksi pekan lalu. Adapun gaji yang diterima oleh Hester tahun 2011 sudah mencapai 1,2 juta poundsterling.
Kabar penolakan Hester menyusul kabar serupa hari Sabtu. Presiden RBS, Phillip Hampton juga enggan menerima bonus saham senilai 1,4 juta poundsterling. "Sikap ini merupakan tanggung jawab Stephen Hester terhadap uang rakyat yang ditanamkan di RBS," ujar Menteri Keuangan George Osborne. Pemberian bonus oleh dewan direksi RBS sendiri dipandang sebagai tamparan di wajah Perdana Menteri Inggris, Davis Cameron, yang beberapa keli mengcam keras pemberian bonus dalam jumlah besar di tengah keterpurukan ekonomi. Meski demikian, sikap pribadi Hester dan Hampton bisa menjadi inspirasi bagi direksi perusahaan sejenis, terutama yang pernah di-bail out oleh pemerintah. Aksi simpatik dan kepekaan pelaku bisnis Eropa sangat dinantikan oleh warga yang mayoritas sedang mengalami masa sulit.
Bailout Yunani Belum Pasti: Schauble
Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaubke mengatakan hari Senin ini bahwa zona Eropa mungkin tidak akan menjamin bahwa Yunani akan mendapatkan dana bantuan tambahan, kecuali negara tersebut melakukan langkah-langkah yang dipersyaratkan untuk memperbaiki sistem keuangan dan ekonominya.
“Kecuali Yunani menerapkan keputusan yang diajukan dan tidak hanya mengumumkan keputusan tersebut…tidak akan ada sejumlah dana yang diberikan guna menyelesaikan masalah (Yunani tersebut)”, dikatakan Schauble dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal yang dipublikasikan hari ini. Minggu lalu, para petinggi Jerman mengumumkan gagasan untuk menunjuk badan komisi anggaran Eropa dengan hak veto untuk anggaran Yunani.
Evangelos Venizelos, Menteri Keuangan dan Wakil Perdana Menteri Yunani, mengatakan hari ini bahwa tindakan yang disebutkan oleh para petinggi dari Jerman tersebut tidak perlu dilakukan. Schauble juga membantah gagasan untuk bailout yang lebih besar dan mengatakan bahwa pemerintahnya melakukan yang terbaik untuk membantu pertumbuhan (ekonomi) di Jerman.
Yunani, Terlalu Akut untuk Diobati
Monexnews - Program pemangkasan anggaran seharusnya membawa perbaikan dalam keseimbangan neraca keuangan suatu institusi, termasuk sebuah negara. Namun ketika gelembung defisit sudah terlalu bengkak, dibutuhkan waktu lebih lama untuk mewujudkannya.
Anomali seperti ini tengah dialami oleh Yunani, negara dengan beban hutang berlapis. Rangkaian program pemangkasan yang dicanangkan pemerintah tidak kunjung menuai efek nyata. Dana Moneter Internasional akhir tahun lalu mengatakan bahwa dibutuhkan kombinasi kebijakan ampuh untuk menekan rasio hutang terhadap rasio Yunani menjadi 120% pada 2020. Di antaranya mencakup penghapusan nilai obligasi yang dipegang swasta sampai 50% dan pendanaan berbunga rendah senilai 130 miliar euro.
Kalkulasi ala IMF mungkin terdengar kaku. Nyatanya, kondisi perekonomian Yunani justru memburuk seiring waktu. GDP Yunani kemungkinan turun sebanyak 6% tahun lalu, atau lebih parah dibanding perkiraan. Artinya, makin berat pula perjuangan Yunani untuk mecapai target fiskal yang ditetapkan otoritas Eropa. Sistem perbankan negara itu juga relatif sepi aktifitas. Bank Sentral Yunani melaporkan bahwa penyaluran kredit ke rumah tangga dan perusahaan turun 2,4% hingga bulan November. Menandai betapa sektor perbankan kekeringan dana.
Aksi lambat pemerintah dalam memupus defisit membuat pejabat Eropa ragu dengan kehandalan program reformasi Athena. Tidak heran jika tahun lalu Yunani naik ke peringkat 100 dalam daftar 183 negara paling tidak layak untuk berbisnis (sumber: World Bank). 'Prestasi' ini kian menggambarkan potret buruk ekonomi negara itu pasca program pemangkasan. Harus diakui bahwa masalah negara ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Di tengah angka pengangguran yang menembus 18%, Yunani masih memiliki beban defisit neraca 10% dari angka GDP (lihat grafik). Artinya, daya saing Yunani berkurang karena tingkat produksi dalam negeri tidak mampu mengimbangi konsumsi impor. IMF mengatakan pemerintah butuh lebih dari satu dasawarsa untuk menjadi lebih kompetitif.
Beredar asumsi bahwa lebih baik bagi Yunani untuk keluar dari zona euro. Dengan kembali memakai valuta drachma, negara ini bisa terbebas dari tekanan deflasi pendapatan. Namun normalisasi daya saing diyakini sangat menyakitkan. Mungkin hanya sektor pariwisata saja yang pertama kali diuntungkan oleh kebijakan keluar dari euro. Ekonomi akan sangat menderita meski akan berbahagia di masa depan. Membangun legitimasi suatu mata uang baru jauh lebih sulit dibanding melakukan devaluasi nilai. Disrupsi dan konflik administrasi rentan terpicu karena peralihan valuta dalam negeri. Restrukturisasi berbagai kontrak berbasis denominasi euro akan memakan waktu tahunan. Yunani bisa menghadapi hiperinflasi yang berujung pada situasi 'kegagalan berdaulat'. Tidak heran jika sebanyak 70% warga masih ingin tetap bertahan dengan penggunaan valuta euro. Jika berkaca pada kepentingan ekonomi Eropa, warga kecil dan perbankan, Yunani memang harus diselamatkan meski pengobatannya harus memakan tenaga besar.
Penguatan Yen Rugikan Nikkei
Penguatan yen terus menggerus bursa Tokyo untuk hari ketiga dengan Nikkei turun 48.17 poin atau 0.54% menjadi 8,800. Indeks berada di bawah level 8,800 untuk kali pertama dalam empat hari.
Berkurangnya ekspektasi atas pemulihan ekonomi AS menyebabkan indeks Dow Jones hari Jumat (27/01) ditutup melemah. Di Tokyo, penguatan yen terhadap dollar mendorong aksi jual terutama saham eksportir. Pekan lalu, sebagian besar perusahaan Jepang mulai merilis earnings untuk sembilan bulan sampai dengan bulan Desember. Sebagian besar earnings mencatat laba yang merosot tajam dan telah menurunkan prospek earnings tahunan mereka. Hal ini mendorong pemain pasar untuk menjual saham.
Volume perdagangan sesi pertama senilai 958.2 miliar yen. Di bawah 1 triliun untuk kali pertama sejak 24 Januari.
Lesu! Euro Enggan Rally Jelang KTT Brussels
Hingga sesi siang di awal pekan (Senin, 30/01), mata uang tunggal Euro tercatat mengawali start lebih rendah dibanding dengan penutupan akhir pekan lalu.
Kondisi ini terjadi lantaran para investor tengah bersikap ‘wait and see’ menjelang KTT Uni Eropa (EU Economic Summit) di Brussels, Belgia yang akan dimulai sore hari dimana para pemimpin blok UE akan menandatangani dana penyelamatan permanen untuk zona euro. Selain itu sentimen negatif terhadap downgrade Fitch yang memangkas peringkat utang Spanyol dan Italia pada akhir pekan lalu, juga masih turut mewarnai pasar.
Sementara mayoritas pelaku pasar menilai pemulihan Euro masih terbatasi oleh ketidakpastian kesepakatan hutang Yunani, dan para investor juga mulai berhati-hati dengan ancaman resiko default negara Portugal. Alhasil, sederet kegelisahan tersebut membuat Euro menjadi galau sehingga belum terlihat adanya rally signifikan.
Secara teknikal potensi penguatan ke level $1.3200/1.3250 masih terbuka meskipun terlihat cukup kesulitan karena masih banyak faktor negatif yang dapat menghentikan pemulihan Euro dengan cepat. Justru level $1.3140 saat ini menjadi target bidikan untuk melanjutkan pelemahan-nya ke $1.3100. Sampai berita ini disampaikan, EUR tercatat pada kisaran 1.3165/75
IHSG Bergerak Negatif
Bursa Indonesia bergerak turun 1.9% menjadi 3911.107 dalam volume perdagangan yang tipis. Pelemahan juga dipicu oleh aksi jual saham perbankan dan saham berbasis konsumen yang dilakukan oleh pihak asing setelah saham sempat menguat, kata trader.
Level support indeks utama di 3900. "Pelemahan sebagian besar pasar Asia dan pelemahan indeks Dow Jones menginsipirasi investor asing untuk mengambil uang tunai," menurut manajer pendanaan di perusahaan manajemen aset lokal. Investor asing melakukan penjualan saham senilai IDR228 miliar. Diantara saham yang terkoreksi, Bank Mandiri (BMRI.JK) -2.9% menjadi IDR6,650, Bank Rakyat (BBRI.JK) -2.1% menjadi IDR6,850 dan Unilever (UNVR.JK) -5.1% menjadi IDR19,45. Indeks utama telah naik 2.4% sejak awal tahun.
Prospek Pertumbuhan GDP Hong Kong
Ekonomi Hong Kong akan terus berkembang dalam Q4 namun lebih lamban dari kuartal lalu akibat pelambanan ekonomi global, menurut ekonom. GDP tumbuh 3.1% per tahun pada Q4, turun dari kuartal lalu 4.3%, menurut perkiraan tujuh ekonom yang disurvey Dow Jones Newswires.
"Ekonomi domestik mulai kuat dengan berkurangnya angka pengangguran pada bulan Desember," Ekonom senior ANZ, Raymond Yeung mengatakan ekonomi akan segera pulih dikarenakan pelonggaran kebijakan global dan pembelian kembali saham. Menurutnya ekonomi akan tumbuh 3.9% tahun 2012. Pemerintah Hong Kong akan merilis data pada hari Rabu (01/02) pukul 10.00 WIB bersamaan dengan pidato anggaran menteri keuangan John Tsang.
Wall Street: Pekan Konsolidasi, atau Koreksi?
Monexnews - Wall Street memulai tahun dengan kinerja apik sejauh ini. Namun periode berat sudah menanti depan mata, khususnya isu yang menyangkut eskalasi hutang Eropa.
sumber grafik: CNN
Masa ujian sudah berawal pekan lalu, saat pemerintah menyebut bahwa perekonomian Amerika Serikat (AS) berekspansi dalam ritme lebih lambat dibanding perkiraan di kuartal penghujung 2011. Dow jones kehilangan setengah persen dalam lima hari perdagangan. Sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq masih menikmati rally-nya masing-masing. Dalam lima hari ke depan, bursa ekuitas Amerika kemungkinan konsolidasi atau bahkan minus, tergantung pada sentimen dari Eropa.
Ancaman koreksi membayang pekan ini. Investor berpeluang mengunci keuntungan jelang pertemuan tingkat tinggi Eropa di Brussel, Belgia. Dampak besar juga bisa dimunculkan oleh beberapa rilis data ekonomi, khususnya laporan sektor tenaga kerja dalam negeri. Hasil pendapatan korporasi juga turut membebani pasar saham, tanpa mengecilkan imbas yang dibawa oleh data sektor manufaktur, kepercayaan konsumen dan belanja rumah tangga.
Idealnya, pejabat tinggi Eropa bisa secara cepat merumuskan wacana peraturan fiskal sama rata ke seluruh anggota euro. Demikian pula dengan negosiasi hutang Yunani, yang diharapkan mencapai mufakat dalam hitungan hari. Dua skenario tersebut pasti berimbas baik ke pasar, meski dalam realitanya segala sesuatu tidak selalu memenuhi harapan.
Kualitas obligasi Spanyol dan italia memang membaik dalam beberapa pekan belakangan. Namun imbal hasil obligasi Portugal justru melonjak seiring waktu, sehingga memicu kecemasan akan adanya 'Yunani jilid II' yang dialami oleh Portugal. Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) sejauh ini mampu menunaikan tugasnya dalam penyaluran kredit segar ke sistem perbankan.
Kembali ke dalam negeri, Departemen Tenaga Kerja dijadwalkan melepas data tenaga kerja pada hari Jumat (03/02). Jumlah tenaga kerja baru diprediksi sebesar 170.000 pada bulan Januari atau turun dibanding catatan satu bulan sebelumnya, 200.000 orang. Adapun rata-rata pengangguran diperkirakan kuat di level 8,5% (survei: briefing.com).
Beralih ke sektor korporasi, Exxon (XOM) dan Amazon (AMZN) akan merilis data pendapatan kuartal akhir 2011 pekan ini. Investor juga menanti perkembangan terbaru dari rencana IPO perusahaan jejaring sosial Facebook. Unit bisnis besutan Mark Zuckerberg itu akan mendaftarkan proposal IPO ke Securities and Exchange Commission beberapa hari ke depan.
Resiko Hutang Pemerintah China Kondusif: Wen
Perdana Menteri China, Wen Jiabao mengatakan bahwa hutang pemerintah negara tersebut saat ini masih “aman dan terkendali, dengan pendanaan untuk beberapa proyek akan dapat dipastikan dan hal tersebut akan menghentikan masalah yang berkaitan dengan resiko sistematik.
Investor terlihat gelisah dan khawatir dengan besarnya hutang yang dimiliki oleh pemerintah lokal di China, dengan beberapa investor yang merasa hal tersebut dapat menjadi ancaman bagi sistem perbankan negara tersebut.
Komentar Wen, dilaporkan oleh People’s Daily, dinyatakan dalam sebuah pidato, merujuk pada awal bulan Januari dalam sebuah konferensi keuangan pemerintah.
Wen berjanji akan mengatasi dan menyelesaikan resiko hutang pemerintah dan menghindari penyebaran resiko keuangan.
“Saat ini, hutang pemerintah kami masih dalam situasi yang aman dan terkendali”, dikatakan Wen Jiabao.
'Berharap Kabar Baik dari Brussel'
Monexnews - Episode baru krisis hutang Eropa kembali dimulai. Kali ini folus perhatian pasar tertuju pada pertemuan tingkat tinggi Eropa pertama di tahun 2012 hari Senin (30/01) di Brussel, Belgia.
Pokok pembahasan terpusat pada kemajuan kinerja fiskal Italia dan Spanyol. Rapor baik kedua negara bisa dijadikan acuan bagi pembentukan aturan fiskal secara merata ke seluruh anggota euro. Disiplin anggaran dalam kawasan harus segera diberlakukan mengingat ekonomi euro zone tengah memasuki resesi moderat. Apalagi kebijakan pemangkasan anggaran banyak negara dipastikan memperlambat roda sektor bisnis dan keuangan.
Sayangnya, negosiasi soal penerimaan tingkat kerugian aset hutang Yunani belum menemui titik terang. Baik pihak kreditur maupun Athena enggan melonggarkan kehendaknya masing-masing. Rumor terbaru menyebut bahwa Komisari Uni Eropa (EU) akan mem-veto rancangan anggaran pemerintah Yunani terbaru. Menteri Keuangan, Evangelos Venizelos, berupaya meyakinkan semua pihak bahwa negaranya akan pulih. "Kami siap memenuhi segala kewajiban fiskal, sosial dan upaya penyelesaian krisis melalui penerapan aturan secara tegas," ujarnya hari Minggu lalu. Laporan media di akhir pekan bahkan mengatakan Jerman akan meminta Yunani untuk menyerahkan tata kendali keuangannya. Dengan begitu, EU bisa memiliki akses untuk merancang kebijakan anggaran yang lebih akomodatif. Uni Eropa sendiri dikabarkan tidak antusias menyambut wacana itu, karena sikap tersebut sama artinya dengan intervensi kedaulatan suatu negara.
Sedikit sentimen positif bagi pemulihan Yunani datang dari statement Institute of International Finance (IIF), yang mewakili pihak kreditur Yunani. Lembaga ini menyatakan bahwa pembicaraan mengalami kemajuan sehingga kata sepakat bisa diperoleh pekan ini. Perkembangan negosiasi kerugian Yunani jadi begitu penting karena bisa menjadi cermin bagi negara dengan beban hutang besar seperti Portugal. Imbal hasil obligasi negara ini konsisten melonjak dan rawan memicu krisis serupa dengan Yunani. Pelaku pasar cemas bila pemerintah Lisbon juga meminta pembagian rasio kerugian nilai aset hutang, tepat seperti apa yang tengah diupayakan oleh Yunani.
Mengacu pada kondisi ekonomi kawasan terkini, maka ada beberapa poin pembahasan penting yang akan dibicarakan nanti malam di Brussel. Di antaranya adalah:
- Evaluasi kinerja fiskal dan anggaran Spanyol dan Italia
- Kemajuan negosiasi hutang Yunani
- Kondisi terbaru Portugal dan potensi penyebaran krisis serupa ke negara lain
- Pemberlakuan pakta yang menopang Mekanisme Stabilitas Eropa. Fasilitas ini dirancang untuk melindungi Eropa dari bencana keuangan sejenis di masa datang.
- Perkembangan terbaru soal peraturan fiskal bersama, yang mewajibkan seluruh anggota euro untuk memperketat anggaran belanja. Regulasi ini bisa dirilis pada pertemuan tingkat tinggi Maret depan. Di dalamnya termasuk lampiran sanksi dan hukuman bagi negara yang membangkang aturan itu.
- Kemungkinan peluncuran program peminjaman dana perbankan pada bulan Februari. Pada program perdana Desember lalu, Bank sentral sudah menggelontorkan dana nyaris sebesar 500 miliar euro dalam bentuk pinjaman jangka panjang ke sistem perbankan.
Dollar dan Persediaan Tekan Minyak
Kontrak minyak mentah di perdagangan elektronik bergerak turun hari Senin saat indeks bursa saham AS dan sebagian besar bursa Asia serta menguatnya dollar AS menguat ditengah kekhawatiran terhadap Yunani dan masalah hutangnya.
Kontrak minyak mentah AS untuk pengiriman bulan Maret di New York Merchantila Exchange atau NYMEX turun 48 sen, atau sekitar 0.5%, menjadi $99.08 per barel selama sesi perdagangan Asia.
Kejatuhan tersebut merupakan puncak dari kejatuhan yang terjadi pada hari Jumat lalu, ketika rilis data AS yang lebih rendah dari perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal IV menaikan keraguan mengenai perkiraan permintaan dan tekanan terhadap kontrak minyak mentah AS sendiri.
Kekhawatiran permintaan mengalahkan faktor ketegangan geopolitik di Iran dan keputusan Uni Eropa yang melakukan embargo terhadap impor dari negara-negara Timur Tengah.
“Kontras dengan kekhawatiran terhadap Iran, produksi minyak mentah global sepertinya masih akan tinggi dan naik”, dikatakan Timothy Evans, seorang analis energi dari City Futures Perspective.
Hong Kong dan Shanghai Diperdagangkan Lesu
Bursa saham Hong Kong, pada awal perdagangan hingga saat ini, diperdagangkan melemah setelah sempat menguat untuk 6 sesi berturut-turut, saat secara umum bursa saham AS ditutup turun hari Jumat dan pembukaan bursa Shanghai sendiri dibuka melemah setelah hari libur panjang membebani sentimen.
Indeks Hang Seng sendiri turun 0.6% menjadi 20,383 dan indeks Hang Seng China diperdagangkan turun 1.5% menjadi 11,270.18, sementara indeks Shanghai sendiri merosot 0.8% menjadi 2,301.45 saat pasar baru dibuka untuk pertama kalinya sejak 20 Januari. Saham China Resources Land Ltd turun 1.7%, saham tambang China Shenhua Energy Co turun 1.6% dan saham produsen pangan, Want Want China Holdings Ltd turun 3.4. Di Shanghai, saham Poly Real Estate Group Co turun 2.2% dan saham Hainan Airlines Co turun 3.9%.
USD/IDR Kuat
USD/IDR di 9,000 vs 8,990 hari Jumat sore, mengikuti penguatan USD terhadap mata uang utama lain dan EUR, kata dealer. "Aksi jual yang dilakukan oleh investor asing pada saham lokal turut mendorong penguatan dollar," urai dealer bank lokal. Investor asing melakukan penjualan bersih senilai IDR1 triliun saham dalam tiga sesi sebelumnya. Dealer memperkirakan mata uang akan bergerak di kisaran 8,960-9,020.
Aksi Jual Hambat Kospi
Pergerakan Kospi terhambat aksi jual yang dilakukan oleh institusi domestik senilai KRW111 miliar saham lokal, sementara investor asing hanya melakukan pembelian saham senilai KRW54 miliar pasca pembelian saham yang agresif dua pekan lalu, kata analis. Indeks turun 0.7% menjadi 258.00.
Saham berbasis baja terus melemah dengan Posco -2.2% menjadi KRW414,000 dan Hyundai Steel -3.2% menjadi KRW107,000. Saham utilitas menguat di tengah kecemasan atas kenaikan harga listrik dan gas yang dilakukan oleh pemerintah untuk membatasi permintaan energi. Korea Electric Power +1.3% menjadi KRW27,350 sementara Korea Gas +0.9% menjadi KRW43,300.
Dollar Jegal Laju Emas
Dengan penguatan USD di awal perdagangan pasar Asia, harga emas turun $3.40 menjadi $1,733.90/ons, meski Australia and New Zealand Banking Group menggambarkan bahwa harga logam berada dalam momentum positif. "Pertumbuhan ekonomi AS yang mengecewakan dan pelemahan USD mendorong rally (hari Jumat) yang diawali dengan janji bank sentral untuk menahan suku bunga tetap di level rendah untuk jangka waktu yang lebih lama," menurut bank. Target harga logam di $1,780/ons dalam dua bulan mendatang dan target jangka panjang sampai dengan q1 tahun 2013 di $1,900/ons, tambahnya.
Impor Minyak Iran Untuk Jepang Turun 13% di 2011
Pihak bea cukai Jepang mengatakan bahwa impor minyak mentah dari Iran turun sebanyak 18.23 juta kiloliter di tahun 2011 (sekitar 314.000 barel per hari), turun 13.2% dari tahun sebelumnya, dikatakan kementerian keuangan Jepang hari Senin.
Di bulan Desember, impor minyak mentah dari Iran turun 14.7% dari tahun sebelumnya menjadi 1.56 juta kl (sekitar 317.000 barel per hari), ditunjukkan data pemerintah Jepang.
Sudan Tutup Output, Minyak Stabil Diatas $99
Kontrak minyak mentah di NYMEX untuk pengiriman bulan Maret bergerak naik 1 sen ke $99.57 per barel setelah turun 14 sen di sesi sebelumnya.
Sudan Selatan telah menutup output hariannya sekitar 350.000 barel berturut-turut terkait beban transit ekspor Sudan dan hanya akan memulai produksi kembali setelah kedua pihak tersebut mencapai kesepakatan keamanan perbatasan dan sengketa wilayah Abyei, dikatakan menteri perminyakan negara tersebut.
Pasca Reli 7 Minggu, Emas Lesu
Emas diperdagangkan turun hari Senin setelah menguat sebelumnya ke level tertinggi dalam lebih dari 7 minggu saat investor menantikan hasil dari pertemuan hutang Yunani, tetapi sentimen masih didukung oleh stabilnya Euro dan data AS yang ternyata rilis dibawah perkiraan.
Spot emas mencapai level tingginya di level $1,739 per troy ounce, terkuatnya sejak 8 Desember dan sempat berada di level $1,734.65, turun $2.55.
Para pimpinan Eropa akan menandatangani kesepakatan bantuan permanen untuk wilayah Eropa dalam sebuah pertemuan hari ini dan diperkirakan akan sepakat dalam hal aturan penyeimbangan anggaran, bersama dengan masalah hutang Yunani yang menemui jalan buntu akan menghiasi pertemuan tersebut.
Kontrak emas AS sendiri naik 0.1&% menjadi $1,735.20 per troy ounce.
IPO Akan Buka Lapangan Kerja : Facebook
Hal penting untuk situs jejaring sosial Facebook untuk menjadi perusahaan publik adalah adanya pertumbuhan jobs dan perubahan sosial yang diwakilinya, dikatakan Sheryl Sandberg, Chief Operating Officer perusahaan tersebut, kepada CNBC.
“Apabila hal ini dilihat sebagai peluang untuk lapangan kerja dan bagi masyarakat untuk menggunakan jaringan mereka guna mengubah dunia, kami ingin menjadi bagian di dalamnya”, dikatakan Sandberg dalam sebuah debat di CNBC dalam sebuah forum di Davos, yaitu World Economic Forum.
Laporan pada hari Jumat memperlihatkan bahwa Facebook sedang bersiap untuk mengumumkan IPO pada hari Rabu. Listing yang dilakukan perusahaan tersebut telah banyak dinanti dan mungkin akan menaikkan dana sebesar $100 miliar untuk perusahaan tersebut, bagi perusahaan yang didirikan oleh lulusan dari Harvard, Mark Zuckerberg.
Bergerak Negatif, Nikkei Terbatasi Aksi Beli
Penguatan yen membatasi aksi beli yang dilakukan oleh eksportir utama. Hal ini memberi andil pada pelemahan indeks Nikkei yang tergerus 0.4% menjadi 8.805. Namun pelemahan indeks terbatas dan tidak akan terlalu jauh dari level 8.800, menurut Hideyuki Ishiguro, supervisor di Okasan Securities.
20/33 Topix subindeks melemah dengan eksportir utama dengan Kyocera -1.8% menjadi Y6,380 dan Fanuc -1.2% menjadi Y12,720. Advantest +12% menjadi Y813. Mitsubishi Electric -12% menjadi Y670.
Kospi Terkoreksi Di Awal Pekan
Kospi terkoreksi 0.7% menjadi 257.40 pasca gain 3.8% dalam lima sesi lalu, ujar analis. Pertumbuhan pasar masih bagus, investor menunggu hasil KTT Eropa sebelum kembali memborong saham, menurut analis Woori Investment & Securities, Lee Kyoung-min.
Indeks akan konsolidasi di kisaran MA 200-day untuk beberapa sesi mendatang, tambah Lee. Perhatian akan tertuju pada performa saham China pasca libur tahun baru China, tambahnya. Saham baja berada diantara saham yang mengalami pelemahan terbesar. POSCO -2.1% menjadi KRW414,500 dan Hyundai Steel -1.8% menjadi KRW108,500. Saham teknologi berperforma mix dengan Samsung Electronics -0.6% menjadi KRW1,118,000 sementara Hynix +1.2% menjadi KRW26,300.
Pimpinan RBS Lepas Bonus
Chief Executive dari bank Inggris, Royal Bank of Scotland PLC telah melepas bonus mendekati 1 juta Poundsterling, menurut sebuah laporan. Stephen Hester akan melepas bonusnya senilai 963.000 Poundsterling (atau setara dengan $1.5 juta) setelah mengalami tekanan politik, menurut laporan tersebut.
Royal Bank of Scotland adalah bank yang kepemilikannya didominasi oleh pemerintah Inggris setelah bank tersebut didesak untuk mendapatkan pengarahan dari pemerintah Inggris selama krisis keuangan terjadi.
Krisis Eropa Mulai Stabil Pasca Respon: Sarkozy
Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy mengatakan bahwa krisis Eropa akhirnya mencapai mode stabil berkat tindakan yang dilakukan oleh para pimpinan negara-negara Eropa.
“Dapat kami katakan -- dengan hati-hati – bahwa kami melihat adanya unsure-unsur stabilitas keuangan di Perancis, di Eropa dan di dunia”, dikatakan Sarkozy dalam sebuah wawancara yang disiarkan secara nasional di Paris hari ini. “Eropa tidak lagi berada di ujung tanduk”.
Komenter tersebut keluar pada saat pertemuan Uni Eropa di Brussels dimana para pimpinan Eropa bersiap untuk melakukan penyelesaian tahap akhir kendali defisit anggaran yang dipimpin Jerman dan peluncuran dana bantuan senilai 500 miliar Euro (setara dengan $661 miliar) yang akan disiapkan tahun ini.
Yunani dan para kreditur swastanya mengatakan pada 28 Januari bahwa mereka berharap akan menyelesaikan kesepakatan dalam beberapa hari setelah para pemegang obligasi pemerintah Yunani tersebut memberikan sinyal bahwa mereka akan menerima permintaan pemerintah Eropa untuk pemangkasan lebih besar atas kepemilikan hutang.
Bersama Teknologi dan Manufaktur, Nikkei Dibuka Lesu
Bursa saham Jepang dibuka melemah di awal perdagangan hari Senin, dengan saham-saham dari sektor manufaktur dan teknologi yang diperdagangkan turun. Indeks Nikkei sendirti merosot 0.3% menjadi 8,813.37, melepas penguatan yang terjadi sejauh ini hingga bulan ini ke 4.3%.
Para produsen sektor perkapalan juga tertekan hari Senin ini, setelah menguat sejak awal tahun, dengan saham Kawasaki Heavy Industries Ltd yang turun 1.7% dan saham Mitsui Engineering & Shipbuilding Co yang turun 2.1%. Di sektor teknologi, saham Fujitsu Lts turun 2.1% dan saham TDK Corp melemah 1%.
Walau Tertekan, Euro Masih Dekat Area 1.3200
Euro masih bertahan kuat, setelah membuka tinggi sesi barunya selama 6 minggu di awal perdagangan. Akan tetapi, sentiment positif Euro masih jauh dari kata kuat, saat kesepakatan Yunani masih belum terselesaikan, sementara status hutang Belgia, Cyprus, Italia, Slovenia dan Spanyol terpangkas oleh Fitch hari Jumat.
Dari sisi teknikal, “grafik per jam menunjukkan momentum yang masih kuat sementara indikator RSI kehilangan kekuatan dekat area overbought dan indikator SMA-20 masih mempertahankan kurva bullish”, demikian komentar dari Valeria Bednarik, pimpinan analis dari FXstreet.com. “Di pergerakan per 4 jam, sinyal bullish masih bertahan, dengan area harga tumpuan 1.3240, sementara area Fibonacci Retracement 38.2% di area 1.4246/1.2625 akan turun seiring resistance kuat akan memberikan konfirmasi penguatan lanjutan dalam waktu dekat”.
Saat ini, Euro berada dalam kisaran dekat angka 1.3200, setelah anjlok dari level 1.3226 di pembukaan sesi. Untuk pergerakan turunnya, Bednarik menemukan level support di 1.3180, 1.3145 dan 1.3100, dengan level resistance di area 1.3245, 1.3290 dan 1.3330.
Langganan:
Postingan (Atom)




























