Kamis, 18 Agustus 2011

Emas

Pada perdagangan di hari Rabu Komoditi Emas Berjangka mengalami peningkatan dan ditutup kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah untuk dua kali berturut-turut, harga Emas masih melanjutkan trend bullish setelah rilis data inflasi wholesale di AS mengalami percepatan dua kali lipat dari estimasi pada bulan Juli lalu. Kekhawatiran inflasi tetap membayangi ekonomi global meskipun pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Dengan kekhawatiran inflasi tersebut maka harga Emas makin melejit kencang karena para pelaku pasar memutuskan untuk memburu Emas yang dapat digunakan sebagai alternative investasi hedging terhadap inflasi. Di perkirakan bahwa pergerakan Emas masih akan cenderung berada dalam trend bullish. Kenaikan harga masih dimungkinkan karena saat ini pelaku pasar masih mencari aset safe haven. Diperkirakan harga Emas akan kembali mencoba menembus level 1800.00/troy ounce.

MINYAK

Minyak mentah mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada perdagangan di hari Rabu, Minyak menguat seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar terhadap Euro dan sebagian rival utamanya. Melemahnya dolar meningkatkan minat terhadap komoditas yang diperdagangkan dalam dolar. Minyak membukukan peningkatan sebesar 1.1% setelah dolar melempem. Harga tampak mengalami penurunan sedikit setelah Departemen Energi mengungkapkan bahwa cadangan Minyak mentah mengalami peningkatan yang tidak terduga minggu lalu. Di perkirakan pergerakan harga Minyak masih akan dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan ekonomi global secara umum. Diperkirakan minyak mentah mentah Nymex masih akan bergerak pada kisaran 80 – 90 dolar per barel.

HANGSENG

Bursa Hongkong pada perdagangan pagi hari ini terjadi penurunan meskipun tidak terlalu besar, bursa Hongkong mengikuti sentimen negatif yang dialami oleh Wall Street pada akhir perdagangannya. Bursa-bursa saham di Asia pagi tadi juga tampak mengalami penurunan terbatas. Hasil perdagangan di Wall Street yang kurang baik terjadi setelah dua petinggi The Fed menyatakan kekhawatiran dampak ekonomi yang lebih buruk apabila QE3 diluncurkan, sementara itu sentimen negatif turut terjadi di Asia. Saham-saham di bursa Hongkong mengalami pergerakan yang cenderung melemah, diantaranya saham yang mengalami pelemahan adalah saham HSBC, saham Cheung Kong, dan saham Henderson Land. Di perkirakan pergerakan Indeks Berjangka Hangseng hari ini akan cenderung mengalami peningkatan.