Euro tidak banyak berubah hari Selasa, sempat melambung cukup tinggi seiring spekulasi para investor pada prospek solusi utang Yunani.
Mata uang Euro berhasil terdongkrak setelah pemimpin uni Eropa setuju untuk menaikkan jumlah dana EFSF, atau dana talangan ke negara anggota zona Eropa yang bermasalah dari sebelumnya 250 milyar Euro menjadi 440 milyar Euro.
Melihat kedepan situasi Yunani masih menjadi fokus, terutama dari hasil confidence vote untuk program reduksi hutang yang terdiri dari pemangkasan pengeluaran, kenaikan pajak dan penjualan beberapa aset negara.
Berdasarkan studi teknikal, bias intraday masih bullish mengincar area 1.4410 sebelum ke 1.4500. Level support terdekat ada di area 1.4260, anjlok dibawah area tersebut dapat merubah bias intraday menjadi bearish untuk kembali menguji level support kunci di area 1.4190.
Selasa, 21 Juni 2011
Yosano: Tidak Ada Dampak Dari Penundaan Perencanaan Pajak
Menteri Perekonomian Jepang Kaoru Yosano mengatakan hari Selasa bahwa ia tidak mengharapkan penundaan finalisasi reformasi pajak pemerintah dan keamanan social akan berdampak pada pasar.
“Kami masih terus membahasnya. Saya pikir saat ini dampak terhadap pasar belum terjadi”, dikatakan Yosana pada sebuah konferensi pers setelah pertemuan kabinet.
“Kami masih terus membahasnya. Saya pikir saat ini dampak terhadap pasar belum terjadi”, dikatakan Yosana pada sebuah konferensi pers setelah pertemuan kabinet.
Perdagangan dari Cina Mulai Jauhi Dollar
Cina mulai menjauhi dollar AS dalam 4 bulan tahun ini, cenderung membeli lebih banyak hutang pemerintah Eropa daripada aset dollar AS, menurut estimasi dari Standard Chartered Bank.
Persediaan cadangan devisa Cina bertambah menjadi sekitar $200 miliar di 4 bulan pertama tahun ini, dalam 3 kuartal dari dana segar yang diinvestasikan dalam aset non-dollar, diperkirakan bank tersebut.
“Secara jelas bahwa Cina akhirnya mengikuti regulasinya untuk melakukan diversifikasi cadangan devisa yang menjauhi dollar AS”, dikatakan Stephen Green, pimpinan ekonom bank tersebut.
Persediaan cadangan devisa Cina bertambah menjadi sekitar $200 miliar di 4 bulan pertama tahun ini, dalam 3 kuartal dari dana segar yang diinvestasikan dalam aset non-dollar, diperkirakan bank tersebut.
“Secara jelas bahwa Cina akhirnya mengikuti regulasinya untuk melakukan diversifikasi cadangan devisa yang menjauhi dollar AS”, dikatakan Stephen Green, pimpinan ekonom bank tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)