Jumat, 27 Mei 2011

Volume Tipis, Nikkei Turun 0.2%

Nikkei turun 0.2% menjadi 9540 di tengah tipisnya volume perdagangan pasar (hanya 633 juta saham si sesi pertama). Sentimen investor teredam oleh menguatnya yen (USD/JPY 81.04, EUR/JPY 114.98) dan outlook untuk laba Sony yang mengecewakan.

"Kondisi ekonomi AS dengan berbagai macam indikator dapat menjadi tolak ukur selanjutnya, dan jika outlook naik, saham Jepang juga dapat terus menguat terkait pelemahan yen," menurut analis Cosmo Securities, Toshikazu Horiuchi. Nikkei diprediksi bergerak di kisaran 9450-9550.

17/33 Topix subindeks melemah dengan Sony turun 3.0% menjadi Y2,170. Tokyo Electric Power turun 1.9% menjadi Y316 akibat peringkat Mizuho dan pemangkasan harga target. Hitachi Construction Machinery naik 2.3% menjadi Y1,703 setelah merilis meningkatnya perkiraan laba. Nippon Sheet Glass naik 3.6% menjadi Y262 setelah Nomura Securities menaikkan peringkat saham menjadi Buy.

Emas Terus Bergerak Naik

Logam mulia melambung di perdagangan Asia dengan harga emas yang bergerak naik, menurut direktur pelaksana Commodity Broking Services, Jonathan Barratt.

"Emas masih terlihat menarik di pasar untuk beberapa alasan," menurut Barratt. Emas naik $4.70 menjadi $1,524.10/ons. Logam mulia didukung oleh banyaknya pembelian, katanya. Ia menambahkan, "China telah menggeser posisi India dalam hal permintaan dan tampaknya akan ada permintaan yang signifikan di tahun-tahun mendatang."

Meski perak menguat, Barratt mengatakan pergerakan harga perak masih sempit. "Harga perak masih volatile dan sulit untuk mencari arah yang jelas," katanya. Spot perak naik 53 sen menjadi $37.72/ons.

Rabu, 25 Mei 2011

Euro Terus Didera Sentimen Negatif

Euro masih belum juga beranjak dari teritori negatif-nya di hari Rabu meskipun kemarin sempat menjauh dari level terendah 2-bulan terhadap dollar AS setelah memperoleh dukungan dari data sentimen bisinis Jerman yang lebih baik dari perkiraan.
Namun momentum tersebut hanya berumur pendek mengingat masih tingginya kekhawatiran terhadap resiko krisis hutang di Eropa.

Bahkan potensi koreksi lebih dalam nampak masih akan berlanjut pada mata uang tunggal ini seiring pasar masih khawatir dengan kian meluasnya masalah hutang zona Euro.

"Peluang untuk kembali turun masih terbuka," kata Fabian Eliasson, wakil presiden penjualan valas pada Mizuho Corporate Bank di New York. "Ancaman downgrade selanjutnya dari lembaga keuangan Eropa juga masih ada, yang akan mengubah fokus pasar pada kondisi hutang secara keseluruhan."

Profit Taking Gerus Euro

EUR/USD di 1.4062 dari 1.4100 terkait tindakan ambil untung yang dilakukan investor jangka pendek, menurut dealer senior bank di Tokyo.

"Euro sempat menguat di hari Selasa setelah dirilisnya data German Ifo yang kuat, maka inilah saatnya investor mengambil keuntungan," katanya. Euro dapat terus melemah ke 1.4025, menurut dealer. EUR/JPY di 115.38 dari 115.60 dikarenakan melemahnya EUR/USD. EUR/JPY dapat melemah ke 115.00. AUD/JPY, dan NZD/JPY juga melemah, dikarenakan merosotnya harga saham Jepang.

Selasa, 24 Mei 2011

Euro Masih Terjepit di Zona Merah

Euro masih bergerak di teritori negatif dalam kisaran range sempit di hari Selasa setelah sesi kemarin merosot tajam hingga mencetak level terendah dalam 2-bulan terakhir terhadap Dollar AS dan menyentuh rekor terlemah terhadap Franc Swiss.
Dan potensi koreksi lebih dalam nampak masih akan berlanjut pada mata uang tunggal ini seiring pasar masih khawatir dengan kian meluasnya masalah hutang zona Euro.

Sementara spekulasi terhadap beberapa jenis restrukturisasi hutang Yunani kian bertambah, dan timbul keraguan terhadap berlangsungnya program penghematan di negara Spanyol pasca kekalahan Partai Sosialis yang berkuasa pada pemilu regional.

Dan krisis masalah hutang makin parah setelah ada kabar penurunan outlook rating kredit negara Italia oleh lembaga pemeringkat S&P.

Emas Kuat Meski Perak Mulai Goyah

Harga logam mulia turun. Spot emas turun $1.30 menjadi $1,515.90/ons. "Emas relatif kuat meski dollar AS juga sedang menguat," menurut kepala perdagangan Investec, Darren Heathcote.
EUR/USD di 1.4032, melemah ke level rendah di 1.4004. Prospek logam mulia masih bullish, dengan resistance terdekat di $1,520/ons lalu $1,526/ons. Ditambahkan, investor masih mengkhawatirkan mengenai harga perak setelah harga terus merosot. Perak turun lebih dari 25% setelah bulan lalu berada di level puncak di $49.83/ons. Spot perak turun 2 sen menjadi $35.05/ons.

Senin, 23 Mei 2011

Bursa Indonesia Terganjal Fundamental

Bursa Indonesia dibuka melemah, terbebani oleh pelemahan rupiah dan merosotnya pasar Asia di tengah kekhawatiran mengenai kondisi hutang zona Eropa, menurut trader.

Indeks utama akan mencapai level support di 3850 setelah sebelumya ditutup naik 0.3% di hari Jumat di rekor penutupan tinggi di 3872.953. "Indeks utama akan merosot lebih dari 0.5% hari ini yang merupakan refleksi dari aksi hindar resiko," kata trader di perusahaan sekuritas lokal. Bank Mandiri dan Bank Rakyat memimpin pelemahan akibat profit-taking, namun Telkom menguat setelah di hari Jumat pemegang saham menyetujui pembelian kembali saham.

Jumat, 20 Mei 2011

Saham LinkedIn Naik Berkat IPO

Saham LinkedIn Corp naik 2 kali lipat terkait listing pertamanya, mendasari tingginya permintaan untuk saham perusahaan jejaring sosial tersebut.
Saham LinkedIn naik 1 poin sebanyak 140% ke level $108.25, sebelumnya turun $94.25 pada penutupan hari pertama perdagangan di New York Stock Exchange.

Terpicu oleh tingginya permintaan pada saat IPO, harga saham perusahaan tersebut diperdagangkan pada $45 per lembar saham, dimana saat itu berada dalam kisaran $42-45 per lembar saham. Sebelumnya, kisaran harga IPO adalah $32-35 per lembar saham perusahaan jaringan sosial tersebut.

Kamis, 19 Mei 2011

Terangkat di 1.6100, GBP Kembali Ke Kisaran Sebelumnya

Sterling memperlihatkan kegagalannya guna mengatasi resistance 1.6300 dan turun tajam kemarin, menolak raih 1.6285, guna menyentuh rendahnya 7 minggu di 1.6105, dimana Sterling menemukan support dan kembali ke kisaran perdagangan sebelumnya, diatas 1.6150.
Untuk pergerakan naiknya, resistance terdekatnya berada di 1.6185 dam diatasnya lagi 1.6290/05 dan 1.6380. Untuk pergerakan turunnya level support berada di level 1.6150 dan dibawahnya 1.6090/05, kemudian ke 1.6000.

Sterling menemukan support dibawah channel bullish jangka pendek, menurut ecPulse.com, diperkirakan meneruskan penguatan ke 1.6285 selama beberapa sesi berikutnya: “Sterling mendekati support untuk minor descending channel yang disebutkan kemarin dan membalik pergerakan ke atas karena posisi positif di indikator Stochastics. Kami perkirakan pergerakan naik harian hari ini akan membidik pengujian kembali saat mencapai support dengan resistance saat ini di 1.6285”.

Emas Stabil, Perak Terus Menguat

Emas sedikit bergerak hari kamis dan perak terus bergerak menguat di sesi sebelumnya, ketika harga komoditi membukukan kenaikan terbesarnya dalam 2 bulan setelah aksi jual, seiring melemahnya dollar AS yang memberikan dukungan.
Spot emas flat di level $1,496.29 per ons. Harga emas AS hanya berubah sedikit di level $1,496.60.
Spot perak naik 1.6% ke level $35.58, setelah naik 3% di sesi sebelumnya dan perak AS naik 1.4%.

Indeks CRB bertahan naik 2.3% hari Rabu, penguatan terbesar harian dalam 2 bulan, terangkat oleh penguatan harga minyak dan biji-bijian.

Pasar komoditi mungkin akan mengalami koreksi dalam waktu dekat setelah aksi jual, tetapi untuk jangka panjang, masih terlihat menguatnya pertumbuhan permintaan.

Minyak Mentah Stabil Setelah Naik Diatas $100

Kontrak minyak mentah AS bertahan kuat hari Kamis setelah bangkit lebih dari 3% ke level diatas $100 per hari sebelumnya didukung oleh kenaikan harga-harga komoditi mengikuti berakhirnya aksi jual.
Kenaikan kemarin juga didukung oleh laporan EIA akan adanya kejatuhan persediaan di AS dan kejatuhan persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengantaran untuk kontrak minyak mentah AS.

Harga minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni turun 15 sen ke level $99.95 per barel, setelah bertahan naik $3.19 di level $100.10 sehari sebelumnya.

Beberapa analis memperkirakan aksi jual telah pudar hari Selasa, setelah harga turun 17% dari tingginya selama 32 bulan dilevel $114.83 pada 2 Mei ke level $95.02

Rabu, 18 Mei 2011

ECB: Hentikan Stimulus, Naikkan Bunga

Bank Sentral Eropa (ECB) menilai bahwa pemulihan ekonomi Eropa berjalan baik. Dengan demikian, tidak diperlukan lagi adanya stimulus besar.
Pendapat tersebut diungkapkan oleh Juergen Stark, Pejabat ECB, pada hari Rabu (18/05). Stark menyatakan bahwa penghentian bail out harus segera terlaksana. Indikator utama adalah negara perekonomian terbesar dalam kawasan yaitu Jerman. Negara ini telah tumbuh 1,5% dalam 3 bulan perdana tahun ini. Adapun Prancis juga meraih growth 1% pada periode yang sama.

"Pemulihan berjalan baik dan menular ke skala lebih luas," tutur Stark pada sebuah konferensi pers dengan pemerintah Yunani dan the Economist. Perekonomian eropa dipandangnya tidak lagi butuh stimulus seperti yang diluncurkan pada 2008 dan 2009.

Setelah menutup peluang kenaikan suku bunga pada bulan Juni, ECB jelas sekali membuka kenaikan bunga ke 1,5% pada Juli depan. Salah satu pertimbangan adalah inflasi eurozone yang sudah naik ke 2,8% (April). Lonjakan harga energi menjadi latar belakang perubahan inflasi terkini.

Kospi Ditutup Naik 1.6%

Kospi ditutup naik 1.6% menjadi 281.25 dan membalikkan pelemahan selama empat sesi sebelumya, di dorong oleh saham kimia dan shipbuilder, menurut analis.

Pelemahan saham kimia saat ini hanya bersifat koreksi dan sektor ini tampaknya mendapat momentum di Q3 saat permintaan dan harga produk bahan bakar diperkirakan naik, menurut Ahn Sang-hee, analis Daishin Securities.

SK Innovation naik 3.2% menjadi KRW223,500, LG Chem naik 3.7% menjadi KRW513,000 dan Korea Kumho Petrochemical naik 6.4% menjadi KRW241,000. Diantara saham shipbuilder, Hyundai Heavy Industries naik 6.6% menjadi KRW475,000 setelah sebuah sumber mengatakan pada Dow Jones bahwa perusahaan mendapat pesanan tanker senilai $500 juta di Norway; Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering naik 5.3% menjadi KRW44,050.

Nikkei Tunggu Data GDP

Nikkei naik 1.1% menjadi 9675. Honda Motor turun meski yen telah melemah sebelumnya. "Pasar tidak yakin yen akan terus melemah maka sulit untuk melakukan pembelian secara agresif," menurut Yoshihiro Okumura, manajer umum Chibagin Asset Management.

Indeks akan berada di range 9500-9800 pekan ini. Investor masih mencemaskan mengenai data perekonomian yang dirilis pekan ini sementara perhatian pasar juga tertuju pada data GDP Jepang bulan Januari - Maret yaang akan dirilis hari Kamis.

30/33 Topix subindeks menguat dengan perbankan menguat akibat bargain-hunting; Sumitomo Mitsui FG naik 3.1% menjadi Y2,454 dan Mitsubishi UFJ FG melonjak 2.4% menjadi Y386. Mizuho FG naik 3.1% menjadi Y131. Honda turun 1.1% menjadi Y3,085, Sony turun 0.9% menjadi Y2,254, dan Canon turun 0.4% menjadi Y3,710.

Rebound Nikkei Rapuh Oleh Kecemasan Ekonomi

Indeks bursa Nikkei rebound di hari Rabu terkait menyusutnya kekhawatiran terhadap penguatan yen sehingga para investor berani untuk melakukan aksi beli.
Pudarnya kekhawatiran tersebut telah menandingi kegelisahan seputar lesunya bursa Amerika dan mengecewakannya data penjualan dari seumlah peusahaan besar A.S.

Namun lonjakan indeks Nikkei ini kemungkinan akan terbatas karena para investor akan terus bersikap waspada setelah terpukul oleh tajamnya gejolak sektor komoditas termasuk kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.

Sektor perbankan dan utilitas kemungkinan juga akan tertekan akibat cemas terhadap besaran nilai kontribusi yang diminta pemerintah Jepang untuk membantu perusahaan nuklir Tokyo Electric Power (Tepco) dalam bentuk kompensasi korban akibat bencana tsunami yang merusak reaktor nuklir.

Senin, 16 Mei 2011

Emas Terjepit Dibawah $1500 Akibat USD Kuat

Harga emas masih cenderung melemah dengan berkisar di bawah $1500 di hari Senin terutama tertekan oleh penguatan dollar AS (USD) akibat kekhawatiran terhadap krisis hutang zona Eropa yang makin dalam menjelang pertemuan para Menteri Keuangan di blok tersebut ditambah munculnya berita ditangkapnya Presiden IMF akibat tuduhan perkosaan.
Harga spot emas merosot lebih dari 0.1% hingga ke kisaran $1490 per troy ons menjelang siang di hari Senin setelah berakhir dengan flat di akhir pekan lalu.

Namun menurut analis komoditas Natalie Robertson, emas dapat reverse atau balik rebound dari kejatuhannya saat ini dan bertengger diatas level support $1500 hingga pekan depan. Kondisi ini menungkinkan karena aksi beli safe-haven masih akan berlanjut akibat terus menerusnya kekhawatiran terhadap masalah krisis hutang zona euro.

Sterling Flat di Range Sempit, Support-I = $1.6130

Sterling bergerak sideways di dalam range negatif yang sempit dihari Senin pasca rilisan survei dari Institute for Fiscal Studies yang menyebutkan bahwa standar hidup masyarakat Inggris akan menurun akibat inflasi yang terus menggerogoti sektor pendapatan.
Bank of England memberi “warning” bahwa inflasi bisa mencapai 5% akhir tahun ini, 2x lipat dari target 2%, dengan pertumbuhan ekonomi yang beresiko menurun.
Dan lemahnya data ekonomi Inggris akhir-akhir ini turut menumbuhkan ekspektasi bahwa BoE akan mempertahankan suku bunga di level rendah tahun ini. Bahkan Gubernur Mervyn King sendiri telah mengungkapkan keinginan-nya untuk menahan suku bunga BoE.
Sementara para analis masih melihat adanya peluang pelemahan untuk sterling hingga menyentuh $1.6000 terutama akibat hilangnya kemungkinan kenaikan suku bunga BoE tahun ini.
Dan menurut penjelasan Michael Hewson, analis pada CMC Markets, harga bila pecah dibawah support penting $1.6130 merupakan bagian dari penurunan lebih dalam hingga $1.5965 dan 1.5935, level rendah bulan Februari dan Maret.

Kamis, 12 Mei 2011

Cina Naikan GWM 50 bps

People's Bank of China kembali naikan giro wajib minimum perbankan (GWM) sebanyak 50 bps; lanjutkan siklus pengetatan moneter demi redam tekanan inflasi. Harga komoditas makin terpuruk setelah pengumuman ini dirilis. Cina merupakan konsumen utama komoditas dunia, pengetatan moneter dapat kurangi aktivitas ekonomi yang akhirnya perlambat permintaan komoditas.

Keputusan ini mulai efektif pada 18 Mei mendatang dan GWM akan menjadi 21% ketika peraturan ini diberlakukan minggu depan.

Kisruh Yunani Bebani Euro, Bidik Dibawah $1.42

Mata uang tunggal Euro terlihat masih sulit keluar dari teritori negatif-nya di hari Kamis seiring ketidakpastian mengenai kapan pemberian dana bantuan tambahan kepada Yunani, meningkatkan kekhawatiran bahwa negara itu butuh sekali restrukturisasi hutang.
Sementara aksi protes masyarakat Yunani terhadap proses bailout ini justru manambah keresahan kalangan investor valas sehingga terlihat masih banyak yang melepas mata uang Euro. Kondisi ini kemungkinan akan terus menekan Euro hingga dibawah level $1.42.
Di Yunani, polisi terpaksa harus menembakkan gas air mata kepada puluhan demonstran di pusat kota Athena yang bermaksud menghentikan pembicaraan antara Uni Eropa, IMF dan pemerintah Yunani mengenai paket bailout.
Pejabat senior Uni Eropa beserta peninjau dari IMF menemui Menteri Keuangan George Papaconstantinou untuk menilai kesiapan Yunani dalam memenuhi persyaratan guna memperoleh tambahan dana bantuan dari Uni Eropa dan IMF.

Bursa Hong Kong Merosot, Aksi Jual Komoditi

Bursa saham Hong Kong dibuka diarea merah hari Kamis seiring terjadinya aksi jual komoditi, kejatuhan di Wall Street dan kekhawatiran hutang Yunani mengikis minat resiko, utamanya menarik turun sektor sumber daya dan keuangan. Indeks Hang Seng turun 1% ke level 23,068.91 dan indeks Hang Seng Cina turun 1.2% ke level 12,804.09. Aluminum Corp of China Ltd dan Cnooc Ltd turun 1.9% masing-masing dan China Coal Energy Co turun 27% diantara para produsen komoditi. Disektor perbankan, HSBC Holdings Plc turun 1.2% dan Bank of Communications Co merosot 1.4%. Kejatuhan di bursa Cina juga menambah kewaspadaan, dengan indeks Shanghai yang turun 0.6% ke level 2,864.80.

Euro Menguat Terkait Spekulasi Suku Bunga

Euro bergerak naik terhadap dollar AS dan Yen, menutup kejatuhan kemarin, terkait spekulasi membaiknya ekonomi di Eropa akan membawa bank sentral menaikkan suku bunga.
Euro membalik kejatuhan terhadap sebagian besar mata uang rival sebelum perkiraan yang menunjukkan ekonomi Eropa yang tumbuh lebih cepat di kuartal I. Dollar Aussie mempertahankan kejatuhan kemarin seiring melemahnya harga komoditi dan saham mengikis permintaan untuk aset yang memberikan yield lebih tinggi.

“Para pelaku pasar masih waspada akan data ekonomi yang kuat di zona Eropa”, dikatakan Junichi Ishikawa, seorang analis pasar dari IG Markets Securities Ltd yang berbasis di Tokyo. “Fokus saat ini adalah perbedaan tingkat suku bunga, yang merupakan faktor pendukung untuk Euro”.

Euro naik ke level $1.4225 di Tokyo dari level sebelumnya $1.4192 di New York kemarin, ketika menyentuh level $1.4172, level terendahnya sejak 18 April. Mata uang tersebut menguat ke 115.36 Yen dari level sebelumnya di 115.04, setelah melemah ke 114.57 Yen kemarin, level terendahnya sejak 28 Maret. Dollar sedikit bergerak di level 81.08.

Selasa, 10 Mei 2011

Aussie Uji Resistensi 1.0800

Koreksi turun Dollar Australia sebelumnya dari level tinggi 28-tahun di 1.1010 28 telah menemukan support pada hari Kamis lalu di area 1.0535, yang mendorong AUD/USD untuk melakukan pemulihan. Saat ini Aussie nampaknya tengah mencoba untuk menguji kembali area resistensi 1.0800/10 yang masih belum dapat tertembus dalam 3 hari terakhir.
Di atas area 1.0800/10 (high 6/9/10 Mei), resistensi berikutnya mungkin akan dapat ditemukan di 1.0875 (high 4 Mei) dan 1.0935 (level intra-day).

Sebaliknya, level support terdekat bagi AUD/USD berada di 1.0735 (low harian), kemudian 1.0700 (low 9 Mei) dan 1.0630 (level intra-day).

Tekanan Inflasi Swiss Masih Rendah

Data inflasi Swiss hari ini (10/05) relatif melegakan pemerintah. Ancaman inflasi tercatat masih rendah seiring berkurangnya tekanan harga. Hal ini tentu memperkecil peluang kenaikan suku bunga bank sentral Swiss pada bulan depan. Indeks harga konsumen (CPI) naik 0,1% untuk bulan April, lebih rendah dari prediksi 0,5% dan publikasi sebelumnya (0,6%).

"Tekanan inflasi Swiss berkurang akibat penguatan franc yang berhasil mengimbangi efek harga minyak,” ungkap Alessandro Bee, ekonom Bank Sarasin & Cie. Harga pakaian dan minyak mencatat kenaikan 1,8% dan 1,7%, namun dapat diimbangi oleh harga makanan dan minuman yang terjangkau. "Meskipun inflasi rendah, tapi masih ada trend kenaikan harga seiring pemulihan pasar tenaga kerja," tambah Bee.

Swiss National Bank akan melangsungkan pertemuan 16 Juni, dimana ekonom masih belum menentukan apakah suku bunga akan dinaikkan untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir. Presiden SNB Philipp Hildebrand telah mengatakan bahwa meski inflasi rendah, tapi ada resiko kenaikan akibat harga minyak dan makanan. Terlihat peningkatan ekspektasi inflasi, namun masih tetap dalam kisaran stabilitas harga. Demikian komentar Hildebrand.

Sementara itu, franc melemah di sesi London, terbebani oleh laporan inflasi Swiss. Meskipun demikian, pelemahan mungkin terbatas akibat tingginya permintaan terhadap aset safe-haven di tengah krisis hutang zona-euro dan kerusuhan di Timur Tengah & Afrika Utara.

Nikkei Bergerak Di Zona Merah

Nikkei bergerak di wilayah negatif di sesi pagi. Nikkei turun 0.2% menjadi 9770 setelah sebelumnya merosot sampai 9755.

Pelemahan EUR/JPY menjadi katalis utama aksi jual setelah mata uang melemah sampai di bawah 115, menyeret saham eksportir, menurut Yukifumi Watanabe, trader di Himawari Securities. "Penurunan peringkat Yunani oleh S&P sebesar dua notches menjadi junk sangat mempengaruhi pasar," katanya.

Honda turun 1.0% di Y3,025, TDK turun 1.0% menjadi Y4,150. Volume perdagangan sesi pertama relatif rendah hanya 675 juta saham.

Emas & Perak Koreksi Tipis

Emas turun tipis di awal perdagangan pasar Asia akibat penguatan USD, menurut dealer IG Markets, Chris Weston.

Spot emas turun $4.50/ons di $1508.60/ons. Kekhawatiran atas isu hutang negara zona Eropa setelah Standard and Poor menurunkan peringkat Yunani sebesar dua notches di hari Senin "bagus untuk emas", katanya. Perak berada di posisi yang lebih baik dibanding pekan lalu, meski masih ada beberapa bargain hunting tadi malam setelah harga merosot tajam pekan lalu. Spot perak turun 20 sen menjadi $37.51.

Senin, 09 Mei 2011

Kospi Berakhir Negatif

 

Kospi Berakhir Negatif

Yen Diperdagangkan Dalam Kisaran 80.83–80.50

 

Yen Diperdagangkan Dalam Kisaran 80.83–80.50Yen Diperdagangkan Dalam Kisaran 80.83–80.50

Saat memulai perdagangan pekan ini, dollar AS terlihat naik terhadap yen Jepang. USD mendapat kekuatan selama sesi Jumat kemarin.

Yen bergerak ke puncak 80.83, namun kemudian turun ke level pembukan 80.85. Pasangan mata uang tersebut telah jatuh ke 80.50 dan saat ini dperdagangkan di level 80.55.

“Yen menembus garis downtrend pada grafik 4 jam, menyarankan bahwa koreksi jangka pendek dari 82.76 telah selesai di level 79.58," ujar Franco Shao. Level 79.58 dianggap sebagai titik konsolidasi dari penurunan jangka panjang yang dimulai pada level 85.51. Kisaran perdagangan antara 79.58 dan 81.50 cenderung terlihat dalam beberapa hari terakhir. Demikian komentar Franco Shao analis dari ForexCycle.com.

“Sepanjang resistance 81.50 bertahan, gerakan turun mungkin akan terjadi setelah konsolidasi," ujar Shao. Koreksi susulan menuju area 78.50 masih mungkin terjadi.(Ari)

Minyak Konsolidasi, Bias Negatif

Minyak Nymex konsolidasi untuk jangka pendek setelah sempat menyentuh level rendah 10 pekan di $94.63/barrel hari Jumat, menurut analisa teknikal Dow Jones. Grafik harian menunjukkan bias negatif demikian juga dengan indikator MACD dan stochastic yang menunjukkan trend bearish, namun minyak berada dekat level oversold. Resistance di level tinggi hari Jumat di $102.38. Jika minyak berhasil menembus level ini maka minyak akan menuju level MA 55-day (saat ini di $104.94), lalu $105.31 dan $109.38 (level tinggi hari Kamis). Namun jika minyak melemah ke bawah level $94.63 maka level support selanjutnya di $92.84, lalu level psikologis di $90.00 dan MA 200-day di $89.11. Minyak kontrak Juni naik $1.18 menjadi $98.36/bbl di Globex.

Emas, Perak Stabil Setelah Jatuhnya Komoditi

Harga emas dan perak bertahan stabil hari Senin setelah anjlok minggu lalu akibat aksi jual yang melanda komoditi, seiring investor yang mengawasi krisis hutang zona Eropa dan dampaknya terhadap Euro. Spot emas sedikit bergerak di level $1,493.75 per ons, setelah membukukan kejatuhanm 4.5% minggu lalu, terburuknya sejak Februari 2009. Kontrak emas COMEX bergerak naik 0.2% ke level $1,493.80. Spot perak beranjak turun 0.2% ke level $35.54, setelah membukukan kejatuhannya minggu sebelumnya. Perak di COMEX menguat 1.4% ke level $35.78

AS Desak Cina Naikkan Suku Bunga

enteri keuangan AS, Tomothy Geithner akan mendesak Cina untuk menaikkan tingkat suku bunga ketika ia bertemu dengan para pimpinan Cina minggu ini, sebagai desakan tambahan untuk penguatan Yuan.
Geithner akan mengatakan bahwa Cina seharusnya mengendalikan sistem keuangan, memberikan akses lebih untuk perbankan dan asuransi asing dan memudahkan para investor untuk membeli aset keuangan Cina, dikatakan David Loevinger, koordinator senior untuk departemen keuangan untuk Cina. Para pejabat dari kedua negara akan bertemu di Washington hari ini dan besok sebagai bagian dari Strategic and Economic Dialogue.

AS sedang mendesak akses pasar yang lebih luas untuk perusahaan-perusahaan keuangan sebagai bagian dari usaha membujuk Cina melonggarkan pembatasan karena ketidakseimbangan global. Para pejabat AS berargumentasi bahwa Yaun yang masih rendah membantu para eksportir juga membuat Cina menaikkan tingkat suku bunga dan mengendalikan inflasi yang naik setinggi 32 bulan para bulan Maret.

Volume Minim, Rupiah Stabil

USD/IDR stabil di 8,570. Mata uang bergerak di range 8,560-8,580. Pasar menunggu petunjuk baru, menurut dealer.

"Sejauh ini perdagangan masih di antara pemain lokal." Ia menambahkan masih adanya kekhawatiran mengenai masalah hutang zona Eropa dapat membuat mata uang menguat meski sejauh ini minim pergerakan.

Jumat, 06 Mei 2011

Jean-Claude Trichet Hadapi Dilema Suku Bunga

European Central Bank (ECB) diyakini akan berhadapan dengan pilihan sulit dalam menentukan suku bunga Juni mendatang. Namun ada satu komponen yang bisa dijadikan acuan bagi Jean-Claude Trichet.
Pertimbangan tersebut adalah nilai tukar euro, yang tengah meraup gain sampai 9% (terhadap dollar AS) sepanjang tahun ini. Penyebab utama dari apresiasi mata uang tunggal adalah perbedaan kebijakan suku bunga antara dua otoritas. ECB sudah mulai 'berani' mengangkat suku bunga, sementara the Fed masih berkutat di level dekat 0%. Alhasil, EUR makin perkasa di saat USD kehilangan daya.

"Kenaikan nilai tukar euro bisa membuat penyesuaian suku bunga (ECB) mundur sampai Juli," ujar Holger Schmieding, Chief Economist John Berenberg Gossler & Co, London. Apalagi langkah moneter AS terlihat 'mendua', karena Menkeu Geithner sudah menegaskan keinginan agar mata uang AS lebih kuat. Di saat yang sama, the Fed justru menunda terus kenaikan suku bunga acuan.

"Saya sudah menganalisa kebijakan dua otoritas (AS dan Eropa), namun pada akhirnya Kami memakai asumsi sendiri," urai Trichet di Helsinki kemarin. Otoritas Eropa harus berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga. Interest rate lebih tinggi bisa dijadikan senjata untuk menangkal inflasi. Namun di sisi lain, hal tersebut juga bisa mengikis daya saing eksportir, khususnya di Portugal dan Irlandia. Kedua negara tersebut tengah berjuang untuk berkontraksi di tengah pemangkasan.

Anggota dewan Eropa, Ewald Nowotny, mengatakan bahwa pejabat ECB meminta informasi penuh tentang perkembangan inflasi jangka menengah, termasuk proyeksi 2012. Staf peneliti khusus bahkan sudah siap memberi rekomendasi pada bulan Juni nanti. Apapun keputusan ECB, tidak akan bisa memuaskan semua pihak pada akhirnya.

Nikkei Anjlok Penguatan Yen, dan Lemahnya Minyak

Bursa saham Jepang anjlok di awal perdagangan hari Jumat, dengan pasar yang kembali dari libur Golden Week guna melihat Yen yang bergerak naik dan turunnya harga minyak. Indeks harga saham rata-rata Nikkei anjlok 2.1% ke level 9,796.68, sementara indeks Topix turun 1.5% ke level 852.52. Dengan dollar AS yang bergerak disekitar 80 Yen, eksportir utama terjual, dengan Panasonic Corp turun 2.5%, Renesas Electronics Corp turun 3%, Toyota Motor Corp anjlok 2.3% dan Honda Motor Co kehilangan 4%. Saham Sony Corp turun 4.3% seiring investor yang telah memperhitungkan pembobolan jaringan dijaringan PlayStation, mengumumkan selama hari libur. Sementara, harga minyak mentah NYMEX semalam ambruk dibawah level $100 yang dihasilkan dari Inpex Corp, dan pialang Mitsubishi Corp tenggelam 3.1%.

Kamis, 05 Mei 2011

Bursa Eropa Gelisah Nantikan ECB, Perbankan Anjlok

Bursa Eropa tertekan menjelang pengumuman keputusan suku bunga European Central Bank pada hari Kamis, dengan sektor perbankan memimpin penurunan menyusul laporan laba beberapa perusahaan termasuk Lloyds yang mengecewakan. Investor juga menantikan konferensi pers Jean Claude Trichet yang diharapkan dapat memberikan petunjuk tentang kenaikan suku bunga berikutnya.
Indeks Eurostoxx 50 terkoreksi hampir 0,2%, sedangkan indeks DAX Jerman dan CAC Perancis masing-masing kehilangan 0,19% dan 0,79%. Di Inggris, FTSE terkoreksi lebih dari 0,5% dalam 2 jam pertama perdagangan.

Pasar sempat bergerak lebih tinggi di awal perdagangan seiring para investor melakukan bargain hunting, namun terpuruknya saham-saham sektor perbankan telah membatasi apresiasi tersebut.

"Koreksi kemarin cukup tajam, dan mungkin hari ini akan menjumpai bottom," kata Colin McLean, direktur manajer managing director Scottish Value Management di Edinburgh. "Saham perbankan menunjukkan performa buruk, earnings Lloyds pasti berdampak terhadap saham perbankan Inggris lainnya."

Pasar Menanti 'Isyarat' Trichet

Bank Sentral Eropa (ECB) diprediksi tetap menahan suku bunga pada level 1,25% hari ini (survei Bloomberg). Namun pasar harus mempelajari statement yang diungkapkan oleh Jean-Claude Trichet nanti malam. Presiden ECB bisa memberi sinyal mengenai waktu kenaikan suku bunga Eropa.

Jika benar Trichet memberi isyarat kenaikan, maka kemungkinan besar suku bunga baru bisa berlaku pada bulan Juni depan. Hampir semua pejabat ECB sepakat bahwa Eropa membutuhkan pengetatan moneter demi menghadang inflasi yang bulan lalu sudah mencapai 2,8%. Akan tetapi, upaya normalisasi kebijakan terbentur oleh masalah hutang beberapa negara seperti Portugal.

"Jika ECB memberi pernyataan 'hawkish', maka mereka sebenarnya menargetkan suku bunga 2& di akhir tahun," ujar Marco Valli, Chief Ekonom Wilayah Euro UniCredit. Valli meyakini bahwa suku bunga tidak akan berubah Juni mendatang. "Keputusan yang sulit, terutama di tengah krisis kawasan," tambahnya.

Sterling Terus Menguat, Dekati 1.6520

Dalam masa penguatan, Sterling sempat tumbang ke level terendah dalam 5 hari terakhir ke level 1.6451 Rabu kemarin (04/05). Sejak awal perdagangan Asia Kamis ini (05/05), Sterling telah menunjukkan gejala penguatan, untuk naik ke level tertinggi harian pada level 1.6519. Sterling telah menemukan resistance hingga saat ini diperdagangkan dalam zona 1.6500, sekitar 15 pips di atas harga pembukaan.
“Sterling terpukul kembali oleh memburuknya data Inggris, terbatasi hari Rabu pada level 1.5670 sebagai resistance pemulihan saat ini," dijelaskan Valeria Bednarik, pimpinan analis dari FXstreet.com. Grafik per jam menunjukkan sinyal pelemahan tipis, dengan harga berada di bawah SMA 20. Tetapi indikator masih flat, walaupun grafik per 4 jam secara jelas menunjukkan pelemahan. Level SMA 20 ditetapkan sebagai resistance yang akan membantu pembendungan koreksi lebih lanjut.

Bednarik juga mencatat bahwa BoE mengumumkan kebijakan moneter terkini di pertengahan sesi Eropa hari ini. Namun diharapkan tidak ada perubahan yang bisa menekan kinerja GBP. Level support berada di 1.6460, 1.6430 dan 1.6385. Adapun level resistance berada di level 1.6510, 1.6550 dan 1.6590.

Senin, 02 Mei 2011

Koreksi Minyak Akan Berlanjut

Minyak catatkan penurunan terdesar dalam dua minggu akibat ekspektasi terbunuhnya Osama bin Laden dapat kurangi risiko gangguan pasokan di Timur Tengah. Presiden AS Obama telah konfirmasi kematian pemimpin Al-Qaeda tersebut selama pertempuran di Abbottabad, Pakistan. Ini makin perdalam penurunan harga Minyak yang juga tertekan oleh berkurangnya tenaga pertumbuhan ekonomi Cina, konsumen minyak terbesar kedua dunia.

"Kematian Osama bisa menjadi pemicu bearish karna dapat kurangi ketakutan menularnya kerusuhan di Timur Tengah," ungkap Stephen Schork, petinggi The Schork Group. "Sekarang, pasar miliki alasan untuk koreksi turun signifikan."

Minyak juga tertekan oleh turunya indeks manufaktur Cina di bulan April. Indeks PMI manufaktur tergelincir menjadi 52.9, lebih rendah dari prediksi 54.0 dan publikasi Maret 53.4. "Turunnya indeks manufaktur dapat isyaratkan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang juga berarti berkurangnya konsumsi minyak," papar Jonathan Barrat, petinggi Commodity Broking Services. Pertumbuhan permintaan minyak di Asia akan melambat pada semester kedua tahun ini akibat tingginya harga bahan bakar yang lukai permintaan konsumen, tulis JPMorgan Chase.

Rebound USD Temporer, Prospek Masih Suram

Dollar AS mengalami penguatan tipis terhadap major currencies di hari Senin setelah pihak resmi Amerika membenarkan bahwa pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden tewas dalam serangan oleh pasukan A.S di luar kota Islamabad, Pakistan.
Namun secara umum untuk jangka panjang, indeks Dollar yang menjadi tolak ukur dollar AS terhadap 6 mata uang utama dunia, masih terjerembab di level terendah sejak Juli 2008. Kondisi ini terutama terkait masih melambatnya perekonomian AS sehingga mendorong pihak Federal Reserve A.S untuk terus mempertahankan program stimulusnya serta menahan suku bunga terus di level rendah.

Pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama melambat ke 1,8% pada tingkat tahunan dari 3,1% kuartal sebelumnya.

Sementara spekulasi bahwa bank sentral China akan membiarkan apresiasi mata uang yang lebih cepat guna membendung inflasi telah mendorong Yuan melampaui 6,5 per Dollar untuk pertama kalinya sejak tahun 1993, kondisi ini pun turut mengikis dollar A.S