Jumat, 27 Mei 2011
Volume Tipis, Nikkei Turun 0.2%
"Kondisi ekonomi AS dengan berbagai macam indikator dapat menjadi tolak ukur selanjutnya, dan jika outlook naik, saham Jepang juga dapat terus menguat terkait pelemahan yen," menurut analis Cosmo Securities, Toshikazu Horiuchi. Nikkei diprediksi bergerak di kisaran 9450-9550.
17/33 Topix subindeks melemah dengan Sony turun 3.0% menjadi Y2,170. Tokyo Electric Power turun 1.9% menjadi Y316 akibat peringkat Mizuho dan pemangkasan harga target. Hitachi Construction Machinery naik 2.3% menjadi Y1,703 setelah merilis meningkatnya perkiraan laba. Nippon Sheet Glass naik 3.6% menjadi Y262 setelah Nomura Securities menaikkan peringkat saham menjadi Buy.
Emas Terus Bergerak Naik
"Emas masih terlihat menarik di pasar untuk beberapa alasan," menurut Barratt. Emas naik $4.70 menjadi $1,524.10/ons. Logam mulia didukung oleh banyaknya pembelian, katanya. Ia menambahkan, "China telah menggeser posisi India dalam hal permintaan dan tampaknya akan ada permintaan yang signifikan di tahun-tahun mendatang."
Meski perak menguat, Barratt mengatakan pergerakan harga perak masih sempit. "Harga perak masih volatile dan sulit untuk mencari arah yang jelas," katanya. Spot perak naik 53 sen menjadi $37.72/ons.
Rabu, 25 Mei 2011
Euro Terus Didera Sentimen Negatif
Namun momentum tersebut hanya berumur pendek mengingat masih tingginya kekhawatiran terhadap resiko krisis hutang di Eropa.
Bahkan potensi koreksi lebih dalam nampak masih akan berlanjut pada mata uang tunggal ini seiring pasar masih khawatir dengan kian meluasnya masalah hutang zona Euro.
"Peluang untuk kembali turun masih terbuka," kata Fabian Eliasson, wakil presiden penjualan valas pada Mizuho Corporate Bank di New York. "Ancaman downgrade selanjutnya dari lembaga keuangan Eropa juga masih ada, yang akan mengubah fokus pasar pada kondisi hutang secara keseluruhan."
Profit Taking Gerus Euro
"Euro sempat menguat di hari Selasa setelah dirilisnya data German Ifo yang kuat, maka inilah saatnya investor mengambil keuntungan," katanya. Euro dapat terus melemah ke 1.4025, menurut dealer. EUR/JPY di 115.38 dari 115.60 dikarenakan melemahnya EUR/USD. EUR/JPY dapat melemah ke 115.00. AUD/JPY, dan NZD/JPY juga melemah, dikarenakan merosotnya harga saham Jepang.
Selasa, 24 Mei 2011
Euro Masih Terjepit di Zona Merah
Dan potensi koreksi lebih dalam nampak masih akan berlanjut pada mata uang tunggal ini seiring pasar masih khawatir dengan kian meluasnya masalah hutang zona Euro.
Sementara spekulasi terhadap beberapa jenis restrukturisasi hutang Yunani kian bertambah, dan timbul keraguan terhadap berlangsungnya program penghematan di negara Spanyol pasca kekalahan Partai Sosialis yang berkuasa pada pemilu regional.
Dan krisis masalah hutang makin parah setelah ada kabar penurunan outlook rating kredit negara Italia oleh lembaga pemeringkat S&P.
Emas Kuat Meski Perak Mulai Goyah
EUR/USD di 1.4032, melemah ke level rendah di 1.4004. Prospek logam mulia masih bullish, dengan resistance terdekat di $1,520/ons lalu $1,526/ons. Ditambahkan, investor masih mengkhawatirkan mengenai harga perak setelah harga terus merosot. Perak turun lebih dari 25% setelah bulan lalu berada di level puncak di $49.83/ons. Spot perak turun 2 sen menjadi $35.05/ons.
Senin, 23 Mei 2011
Bursa Indonesia Terganjal Fundamental
Indeks utama akan mencapai level support di 3850 setelah sebelumya ditutup naik 0.3% di hari Jumat di rekor penutupan tinggi di 3872.953. "Indeks utama akan merosot lebih dari 0.5% hari ini yang merupakan refleksi dari aksi hindar resiko," kata trader di perusahaan sekuritas lokal. Bank Mandiri dan Bank Rakyat memimpin pelemahan akibat profit-taking, namun Telkom menguat setelah di hari Jumat pemegang saham menyetujui pembelian kembali saham.
Jumat, 20 Mei 2011
Saham LinkedIn Naik Berkat IPO
Saham LinkedIn naik 1 poin sebanyak 140% ke level $108.25, sebelumnya turun $94.25 pada penutupan hari pertama perdagangan di New York Stock Exchange.
Terpicu oleh tingginya permintaan pada saat IPO, harga saham perusahaan tersebut diperdagangkan pada $45 per lembar saham, dimana saat itu berada dalam kisaran $42-45 per lembar saham. Sebelumnya, kisaran harga IPO adalah $32-35 per lembar saham perusahaan jaringan sosial tersebut.
Kamis, 19 Mei 2011
Terangkat di 1.6100, GBP Kembali Ke Kisaran Sebelumnya
Untuk pergerakan naiknya, resistance terdekatnya berada di 1.6185 dam diatasnya lagi 1.6290/05 dan 1.6380. Untuk pergerakan turunnya level support berada di level 1.6150 dan dibawahnya 1.6090/05, kemudian ke 1.6000.
Sterling menemukan support dibawah channel bullish jangka pendek, menurut ecPulse.com, diperkirakan meneruskan penguatan ke 1.6285 selama beberapa sesi berikutnya: “Sterling mendekati support untuk minor descending channel yang disebutkan kemarin dan membalik pergerakan ke atas karena posisi positif di indikator Stochastics. Kami perkirakan pergerakan naik harian hari ini akan membidik pengujian kembali saat mencapai support dengan resistance saat ini di 1.6285”.
Emas Stabil, Perak Terus Menguat
Spot emas flat di level $1,496.29 per ons. Harga emas AS hanya berubah sedikit di level $1,496.60.
Spot perak naik 1.6% ke level $35.58, setelah naik 3% di sesi sebelumnya dan perak AS naik 1.4%.
Indeks CRB bertahan naik 2.3% hari Rabu, penguatan terbesar harian dalam 2 bulan, terangkat oleh penguatan harga minyak dan biji-bijian.
Pasar komoditi mungkin akan mengalami koreksi dalam waktu dekat setelah aksi jual, tetapi untuk jangka panjang, masih terlihat menguatnya pertumbuhan permintaan.
Minyak Mentah Stabil Setelah Naik Diatas $100
Kenaikan kemarin juga didukung oleh laporan EIA akan adanya kejatuhan persediaan di AS dan kejatuhan persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengantaran untuk kontrak minyak mentah AS.
Harga minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni turun 15 sen ke level $99.95 per barel, setelah bertahan naik $3.19 di level $100.10 sehari sebelumnya.
Beberapa analis memperkirakan aksi jual telah pudar hari Selasa, setelah harga turun 17% dari tingginya selama 32 bulan dilevel $114.83 pada 2 Mei ke level $95.02
Rabu, 18 Mei 2011
ECB: Hentikan Stimulus, Naikkan Bunga
Pendapat tersebut diungkapkan oleh Juergen Stark, Pejabat ECB, pada hari Rabu (18/05). Stark menyatakan bahwa penghentian bail out harus segera terlaksana. Indikator utama adalah negara perekonomian terbesar dalam kawasan yaitu Jerman. Negara ini telah tumbuh 1,5% dalam 3 bulan perdana tahun ini. Adapun Prancis juga meraih growth 1% pada periode yang sama.
"Pemulihan berjalan baik dan menular ke skala lebih luas," tutur Stark pada sebuah konferensi pers dengan pemerintah Yunani dan the Economist. Perekonomian eropa dipandangnya tidak lagi butuh stimulus seperti yang diluncurkan pada 2008 dan 2009.
Setelah menutup peluang kenaikan suku bunga pada bulan Juni, ECB jelas sekali membuka kenaikan bunga ke 1,5% pada Juli depan. Salah satu pertimbangan adalah inflasi eurozone yang sudah naik ke 2,8% (April). Lonjakan harga energi menjadi latar belakang perubahan inflasi terkini.
Kospi Ditutup Naik 1.6%
Pelemahan saham kimia saat ini hanya bersifat koreksi dan sektor ini tampaknya mendapat momentum di Q3 saat permintaan dan harga produk bahan bakar diperkirakan naik, menurut Ahn Sang-hee, analis Daishin Securities.
SK Innovation naik 3.2% menjadi KRW223,500, LG Chem naik 3.7% menjadi KRW513,000 dan Korea Kumho Petrochemical naik 6.4% menjadi KRW241,000. Diantara saham shipbuilder, Hyundai Heavy Industries naik 6.6% menjadi KRW475,000 setelah sebuah sumber mengatakan pada Dow Jones bahwa perusahaan mendapat pesanan tanker senilai $500 juta di Norway; Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering naik 5.3% menjadi KRW44,050.
Nikkei Tunggu Data GDP
Indeks akan berada di range 9500-9800 pekan ini. Investor masih mencemaskan mengenai data perekonomian yang dirilis pekan ini sementara perhatian pasar juga tertuju pada data GDP Jepang bulan Januari - Maret yaang akan dirilis hari Kamis.
30/33 Topix subindeks menguat dengan perbankan menguat akibat bargain-hunting; Sumitomo Mitsui FG naik 3.1% menjadi Y2,454 dan Mitsubishi UFJ FG melonjak 2.4% menjadi Y386. Mizuho FG naik 3.1% menjadi Y131. Honda turun 1.1% menjadi Y3,085, Sony turun 0.9% menjadi Y2,254, dan Canon turun 0.4% menjadi Y3,710.
Rebound Nikkei Rapuh Oleh Kecemasan Ekonomi
Pudarnya kekhawatiran tersebut telah menandingi kegelisahan seputar lesunya bursa Amerika dan mengecewakannya data penjualan dari seumlah peusahaan besar A.S.
Namun lonjakan indeks Nikkei ini kemungkinan akan terbatas karena para investor akan terus bersikap waspada setelah terpukul oleh tajamnya gejolak sektor komoditas termasuk kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.
Sektor perbankan dan utilitas kemungkinan juga akan tertekan akibat cemas terhadap besaran nilai kontribusi yang diminta pemerintah Jepang untuk membantu perusahaan nuklir Tokyo Electric Power (Tepco) dalam bentuk kompensasi korban akibat bencana tsunami yang merusak reaktor nuklir.
Senin, 16 Mei 2011
Emas Terjepit Dibawah $1500 Akibat USD Kuat
Harga spot emas merosot lebih dari 0.1% hingga ke kisaran $1490 per troy ons menjelang siang di hari Senin setelah berakhir dengan flat di akhir pekan lalu.
Namun menurut analis komoditas Natalie Robertson, emas dapat reverse atau balik rebound dari kejatuhannya saat ini dan bertengger diatas level support $1500 hingga pekan depan. Kondisi ini menungkinkan karena aksi beli safe-haven masih akan berlanjut akibat terus menerusnya kekhawatiran terhadap masalah krisis hutang zona euro.
Sterling Flat di Range Sempit, Support-I = $1.6130
Bank of England memberi “warning” bahwa inflasi bisa mencapai 5% akhir tahun ini, 2x lipat dari target 2%, dengan pertumbuhan ekonomi yang beresiko menurun.
Dan lemahnya data ekonomi Inggris akhir-akhir ini turut menumbuhkan ekspektasi bahwa BoE akan mempertahankan suku bunga di level rendah tahun ini. Bahkan Gubernur Mervyn King sendiri telah mengungkapkan keinginan-nya untuk menahan suku bunga BoE.
Sementara para analis masih melihat adanya peluang pelemahan untuk sterling hingga menyentuh $1.6000 terutama akibat hilangnya kemungkinan kenaikan suku bunga BoE tahun ini.
Dan menurut penjelasan Michael Hewson, analis pada CMC Markets, harga bila pecah dibawah support penting $1.6130 merupakan bagian dari penurunan lebih dalam hingga $1.5965 dan 1.5935, level rendah bulan Februari dan Maret.
Kamis, 12 Mei 2011
Cina Naikan GWM 50 bps
Keputusan ini mulai efektif pada 18 Mei mendatang dan GWM akan menjadi 21% ketika peraturan ini diberlakukan minggu depan.
Kisruh Yunani Bebani Euro, Bidik Dibawah $1.42
Sementara aksi protes masyarakat Yunani terhadap proses bailout ini justru manambah keresahan kalangan investor valas sehingga terlihat masih banyak yang melepas mata uang Euro. Kondisi ini kemungkinan akan terus menekan Euro hingga dibawah level $1.42.
Di Yunani, polisi terpaksa harus menembakkan gas air mata kepada puluhan demonstran di pusat kota Athena yang bermaksud menghentikan pembicaraan antara Uni Eropa, IMF dan pemerintah Yunani mengenai paket bailout.
Pejabat senior Uni Eropa beserta peninjau dari IMF menemui Menteri Keuangan George Papaconstantinou untuk menilai kesiapan Yunani dalam memenuhi persyaratan guna memperoleh tambahan dana bantuan dari Uni Eropa dan IMF.
Bursa Hong Kong Merosot, Aksi Jual Komoditi
Euro Menguat Terkait Spekulasi Suku Bunga
Euro membalik kejatuhan terhadap sebagian besar mata uang rival sebelum perkiraan yang menunjukkan ekonomi Eropa yang tumbuh lebih cepat di kuartal I. Dollar Aussie mempertahankan kejatuhan kemarin seiring melemahnya harga komoditi dan saham mengikis permintaan untuk aset yang memberikan yield lebih tinggi.
“Para pelaku pasar masih waspada akan data ekonomi yang kuat di zona Eropa”, dikatakan Junichi Ishikawa, seorang analis pasar dari IG Markets Securities Ltd yang berbasis di Tokyo. “Fokus saat ini adalah perbedaan tingkat suku bunga, yang merupakan faktor pendukung untuk Euro”.
Euro naik ke level $1.4225 di Tokyo dari level sebelumnya $1.4192 di New York kemarin, ketika menyentuh level $1.4172, level terendahnya sejak 18 April. Mata uang tersebut menguat ke 115.36 Yen dari level sebelumnya di 115.04, setelah melemah ke 114.57 Yen kemarin, level terendahnya sejak 28 Maret. Dollar sedikit bergerak di level 81.08.
Selasa, 10 Mei 2011
Aussie Uji Resistensi 1.0800
Di atas area 1.0800/10 (high 6/9/10 Mei), resistensi berikutnya mungkin akan dapat ditemukan di 1.0875 (high 4 Mei) dan 1.0935 (level intra-day).
Sebaliknya, level support terdekat bagi AUD/USD berada di 1.0735 (low harian), kemudian 1.0700 (low 9 Mei) dan 1.0630 (level intra-day).
Tekanan Inflasi Swiss Masih Rendah
"Tekanan inflasi Swiss berkurang akibat penguatan franc yang berhasil mengimbangi efek harga minyak,” ungkap Alessandro Bee, ekonom Bank Sarasin & Cie. Harga pakaian dan minyak mencatat kenaikan 1,8% dan 1,7%, namun dapat diimbangi oleh harga makanan dan minuman yang terjangkau. "Meskipun inflasi rendah, tapi masih ada trend kenaikan harga seiring pemulihan pasar tenaga kerja," tambah Bee.
Swiss National Bank akan melangsungkan pertemuan 16 Juni, dimana ekonom masih belum menentukan apakah suku bunga akan dinaikkan untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir. Presiden SNB Philipp Hildebrand telah mengatakan bahwa meski inflasi rendah, tapi ada resiko kenaikan akibat harga minyak dan makanan. Terlihat peningkatan ekspektasi inflasi, namun masih tetap dalam kisaran stabilitas harga. Demikian komentar Hildebrand.
Sementara itu, franc melemah di sesi London, terbebani oleh laporan inflasi Swiss. Meskipun demikian, pelemahan mungkin terbatas akibat tingginya permintaan terhadap aset safe-haven di tengah krisis hutang zona-euro dan kerusuhan di Timur Tengah & Afrika Utara.
Nikkei Bergerak Di Zona Merah
Pelemahan EUR/JPY menjadi katalis utama aksi jual setelah mata uang melemah sampai di bawah 115, menyeret saham eksportir, menurut Yukifumi Watanabe, trader di Himawari Securities. "Penurunan peringkat Yunani oleh S&P sebesar dua notches menjadi junk sangat mempengaruhi pasar," katanya.
Honda turun 1.0% di Y3,025, TDK turun 1.0% menjadi Y4,150. Volume perdagangan sesi pertama relatif rendah hanya 675 juta saham.
Emas & Perak Koreksi Tipis
Spot emas turun $4.50/ons di $1508.60/ons. Kekhawatiran atas isu hutang negara zona Eropa setelah Standard and Poor menurunkan peringkat Yunani sebesar dua notches di hari Senin "bagus untuk emas", katanya. Perak berada di posisi yang lebih baik dibanding pekan lalu, meski masih ada beberapa bargain hunting tadi malam setelah harga merosot tajam pekan lalu. Spot perak turun 20 sen menjadi $37.51.
Senin, 09 Mei 2011
Yen Diperdagangkan Dalam Kisaran 80.83–80.50
Yen Diperdagangkan Dalam Kisaran 80.83–80.50Yen Diperdagangkan Dalam Kisaran 80.83–80.50
Saat memulai perdagangan pekan ini, dollar AS terlihat naik terhadap yen Jepang. USD mendapat kekuatan selama sesi Jumat kemarin.
Yen bergerak ke puncak 80.83, namun kemudian turun ke level pembukan 80.85. Pasangan mata uang tersebut telah jatuh ke 80.50 dan saat ini dperdagangkan di level 80.55.
“Yen menembus garis downtrend pada grafik 4 jam, menyarankan bahwa koreksi jangka pendek dari 82.76 telah selesai di level 79.58," ujar Franco Shao. Level 79.58 dianggap sebagai titik konsolidasi dari penurunan jangka panjang yang dimulai pada level 85.51. Kisaran perdagangan antara 79.58 dan 81.50 cenderung terlihat dalam beberapa hari terakhir. Demikian komentar Franco Shao analis dari ForexCycle.com.
“Sepanjang resistance 81.50 bertahan, gerakan turun mungkin akan terjadi setelah konsolidasi," ujar Shao. Koreksi susulan menuju area 78.50 masih mungkin terjadi.(Ari)
Minyak Konsolidasi, Bias Negatif
Emas, Perak Stabil Setelah Jatuhnya Komoditi
AS Desak Cina Naikkan Suku Bunga
Geithner akan mengatakan bahwa Cina seharusnya mengendalikan sistem keuangan, memberikan akses lebih untuk perbankan dan asuransi asing dan memudahkan para investor untuk membeli aset keuangan Cina, dikatakan David Loevinger, koordinator senior untuk departemen keuangan untuk Cina. Para pejabat dari kedua negara akan bertemu di Washington hari ini dan besok sebagai bagian dari Strategic and Economic Dialogue.
AS sedang mendesak akses pasar yang lebih luas untuk perusahaan-perusahaan keuangan sebagai bagian dari usaha membujuk Cina melonggarkan pembatasan karena ketidakseimbangan global. Para pejabat AS berargumentasi bahwa Yaun yang masih rendah membantu para eksportir juga membuat Cina menaikkan tingkat suku bunga dan mengendalikan inflasi yang naik setinggi 32 bulan para bulan Maret.
Volume Minim, Rupiah Stabil
"Sejauh ini perdagangan masih di antara pemain lokal." Ia menambahkan masih adanya kekhawatiran mengenai masalah hutang zona Eropa dapat membuat mata uang menguat meski sejauh ini minim pergerakan.
Jumat, 06 Mei 2011
Jean-Claude Trichet Hadapi Dilema Suku Bunga
Pertimbangan tersebut adalah nilai tukar euro, yang tengah meraup gain sampai 9% (terhadap dollar AS) sepanjang tahun ini. Penyebab utama dari apresiasi mata uang tunggal adalah perbedaan kebijakan suku bunga antara dua otoritas. ECB sudah mulai 'berani' mengangkat suku bunga, sementara the Fed masih berkutat di level dekat 0%. Alhasil, EUR makin perkasa di saat USD kehilangan daya.
"Kenaikan nilai tukar euro bisa membuat penyesuaian suku bunga (ECB) mundur sampai Juli," ujar Holger Schmieding, Chief Economist John Berenberg Gossler & Co, London. Apalagi langkah moneter AS terlihat 'mendua', karena Menkeu Geithner sudah menegaskan keinginan agar mata uang AS lebih kuat. Di saat yang sama, the Fed justru menunda terus kenaikan suku bunga acuan.
"Saya sudah menganalisa kebijakan dua otoritas (AS dan Eropa), namun pada akhirnya Kami memakai asumsi sendiri," urai Trichet di Helsinki kemarin. Otoritas Eropa harus berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga. Interest rate lebih tinggi bisa dijadikan senjata untuk menangkal inflasi. Namun di sisi lain, hal tersebut juga bisa mengikis daya saing eksportir, khususnya di Portugal dan Irlandia. Kedua negara tersebut tengah berjuang untuk berkontraksi di tengah pemangkasan.
Anggota dewan Eropa, Ewald Nowotny, mengatakan bahwa pejabat ECB meminta informasi penuh tentang perkembangan inflasi jangka menengah, termasuk proyeksi 2012. Staf peneliti khusus bahkan sudah siap memberi rekomendasi pada bulan Juni nanti. Apapun keputusan ECB, tidak akan bisa memuaskan semua pihak pada akhirnya.
Nikkei Anjlok Penguatan Yen, dan Lemahnya Minyak
Kamis, 05 Mei 2011
Bursa Eropa Gelisah Nantikan ECB, Perbankan Anjlok
Indeks Eurostoxx 50 terkoreksi hampir 0,2%, sedangkan indeks DAX Jerman dan CAC Perancis masing-masing kehilangan 0,19% dan 0,79%. Di Inggris, FTSE terkoreksi lebih dari 0,5% dalam 2 jam pertama perdagangan.
Pasar sempat bergerak lebih tinggi di awal perdagangan seiring para investor melakukan bargain hunting, namun terpuruknya saham-saham sektor perbankan telah membatasi apresiasi tersebut.
"Koreksi kemarin cukup tajam, dan mungkin hari ini akan menjumpai bottom," kata Colin McLean, direktur manajer managing director Scottish Value Management di Edinburgh. "Saham perbankan menunjukkan performa buruk, earnings Lloyds pasti berdampak terhadap saham perbankan Inggris lainnya."
Pasar Menanti 'Isyarat' Trichet
Jika benar Trichet memberi isyarat kenaikan, maka kemungkinan besar suku bunga baru bisa berlaku pada bulan Juni depan. Hampir semua pejabat ECB sepakat bahwa Eropa membutuhkan pengetatan moneter demi menghadang inflasi yang bulan lalu sudah mencapai 2,8%. Akan tetapi, upaya normalisasi kebijakan terbentur oleh masalah hutang beberapa negara seperti Portugal.
"Jika ECB memberi pernyataan 'hawkish', maka mereka sebenarnya menargetkan suku bunga 2& di akhir tahun," ujar Marco Valli, Chief Ekonom Wilayah Euro UniCredit. Valli meyakini bahwa suku bunga tidak akan berubah Juni mendatang. "Keputusan yang sulit, terutama di tengah krisis kawasan," tambahnya.
Sterling Terus Menguat, Dekati 1.6520
“Sterling terpukul kembali oleh memburuknya data Inggris, terbatasi hari Rabu pada level 1.5670 sebagai resistance pemulihan saat ini," dijelaskan Valeria Bednarik, pimpinan analis dari FXstreet.com. Grafik per jam menunjukkan sinyal pelemahan tipis, dengan harga berada di bawah SMA 20. Tetapi indikator masih flat, walaupun grafik per 4 jam secara jelas menunjukkan pelemahan. Level SMA 20 ditetapkan sebagai resistance yang akan membantu pembendungan koreksi lebih lanjut.
Bednarik juga mencatat bahwa BoE mengumumkan kebijakan moneter terkini di pertengahan sesi Eropa hari ini. Namun diharapkan tidak ada perubahan yang bisa menekan kinerja GBP. Level support berada di 1.6460, 1.6430 dan 1.6385. Adapun level resistance berada di level 1.6510, 1.6550 dan 1.6590.
Rabu, 04 Mei 2011
Senin, 02 Mei 2011
Koreksi Minyak Akan Berlanjut
"Kematian Osama bisa menjadi pemicu bearish karna dapat kurangi ketakutan menularnya kerusuhan di Timur Tengah," ungkap Stephen Schork, petinggi The Schork Group. "Sekarang, pasar miliki alasan untuk koreksi turun signifikan."
Minyak juga tertekan oleh turunya indeks manufaktur Cina di bulan April. Indeks PMI manufaktur tergelincir menjadi 52.9, lebih rendah dari prediksi 54.0 dan publikasi Maret 53.4. "Turunnya indeks manufaktur dapat isyaratkan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang juga berarti berkurangnya konsumsi minyak," papar Jonathan Barrat, petinggi Commodity Broking Services. Pertumbuhan permintaan minyak di Asia akan melambat pada semester kedua tahun ini akibat tingginya harga bahan bakar yang lukai permintaan konsumen, tulis JPMorgan Chase.
Rebound USD Temporer, Prospek Masih Suram
Namun secara umum untuk jangka panjang, indeks Dollar yang menjadi tolak ukur dollar AS terhadap 6 mata uang utama dunia, masih terjerembab di level terendah sejak Juli 2008. Kondisi ini terutama terkait masih melambatnya perekonomian AS sehingga mendorong pihak Federal Reserve A.S untuk terus mempertahankan program stimulusnya serta menahan suku bunga terus di level rendah.
Pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama melambat ke 1,8% pada tingkat tahunan dari 3,1% kuartal sebelumnya.
Sementara spekulasi bahwa bank sentral China akan membiarkan apresiasi mata uang yang lebih cepat guna membendung inflasi telah mendorong Yuan melampaui 6,5 per Dollar untuk pertama kalinya sejak tahun 1993, kondisi ini pun turut mengikis dollar A.S