Data inflasi Swiss hari ini (10/05) relatif melegakan pemerintah. Ancaman inflasi tercatat masih rendah seiring berkurangnya tekanan harga. Hal ini tentu memperkecil peluang kenaikan suku bunga bank sentral Swiss pada bulan depan. Indeks harga konsumen (CPI) naik 0,1% untuk bulan April, lebih rendah dari prediksi 0,5% dan publikasi sebelumnya (0,6%).
"Tekanan inflasi Swiss berkurang akibat penguatan franc yang berhasil mengimbangi efek harga minyak,” ungkap Alessandro Bee, ekonom Bank Sarasin & Cie. Harga pakaian dan minyak mencatat kenaikan 1,8% dan 1,7%, namun dapat diimbangi oleh harga makanan dan minuman yang terjangkau. "Meskipun inflasi rendah, tapi masih ada trend kenaikan harga seiring pemulihan pasar tenaga kerja," tambah Bee.
Swiss National Bank akan melangsungkan pertemuan 16 Juni, dimana ekonom masih belum menentukan apakah suku bunga akan dinaikkan untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir. Presiden SNB Philipp Hildebrand telah mengatakan bahwa meski inflasi rendah, tapi ada resiko kenaikan akibat harga minyak dan makanan. Terlihat peningkatan ekspektasi inflasi, namun masih tetap dalam kisaran stabilitas harga. Demikian komentar Hildebrand.
Sementara itu, franc melemah di sesi London, terbebani oleh laporan inflasi Swiss. Meskipun demikian, pelemahan mungkin terbatas akibat tingginya permintaan terhadap aset safe-haven di tengah krisis hutang zona-euro dan kerusuhan di Timur Tengah & Afrika Utara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar