Kamis, 26 Januari 2012

Euro Optimis Setelah Bunga the Fed Stagnan


     Hingga sesi siang di hari Kamis (26/01), mata uang tunggal Euro masih tercatat bercokol di kisaran tinggi dalam 5 pekan terhadap USD setelah Federal Reserve AS dini hari tadi menyebutkan tidak akan menaikkan suku bunga setidaknya hingga akhir 2014, dan proyeksi tersebut ternyata lebih lama dari perkiraan mayoritas para investor.
     Penguatan Euro juga diikuti oleh rally sejumlah mata uang lainnya seperti Sterling, Swiss dan Aussie, namun rally Sterling kembali terhambat akibat angka pertumbuhan ekonomi, GDP Inggris merosot hingga -0,2% di kuartal terakhir 2011, atau lebih rendah dari ekspektasi -0,1%.
Selain itu dari Amerika, the Fed juga tidak banyak mengubah outlook ekonomi, ini menggambarkan tingkat pengangguran di AS masih tinggi dan diproyeksikan pula bahwa inflasi akan tetap di level konsisten dengan harga yang stabil.
     Dengan berkisar di area $1.3100/15, EUR berpotensi menanjak namun terbatas hingga 1.3140 hingga 1.3170 sebagai level resisten. Sementara support akan tertahan di area 1.3050 dan 1.3000.

Pasar Terlampau Jenuh, Nikkei Anjlok



     Nikkei turun 0.4% menjadi 8.850 dan bergerak di wilayah negatif selama sesi perdagangan pagi dan menjelang rilis earnings perusahaan besar diantaranya Nintendo dan Caterpillar (CAT). Pegawai operasional Tachibana Securities, Kenichi Hirano mengatakan bahwa kondisi pasar yang sudah terlampau jenuh membebani indeks.

     "Area 8800-8900 disarankan untuk menjual indeks Nikkei," katanya. 26/33 Topix subindeks melemah. Sementara Nippon Electric Glass turun 6.7% menjadi Y761 setelah perusahaan sejenis di AS, Corning (GLW) anjlok tajam setelah mengumumkan bahwa harga bahan dasar gelas yang digunakan dalam LCD TV belum pulih untuk waktu singkat, kata Hirano. Sumitomo Metal Mining naik 1.1% menjadi Y1,101 akibat kenaikan harga logam mulia. Fanuc masih turun 1.9% menjadi Y12,810 akibat profit-taking setelah melaporkan laba bersih per kuartal yang naik 22% setelah pasar ditutup kemarin

Mata Uang Tunggal Eropa Masih Bertahan di Kisaran Tertinggi

     Mata uang tunggal Eropa masih bertahan di kisaran tertinggi dalam 1 bulan belakangan, US dolar dalam momentum melemah terhadap rival - rivalnya setelah semalam The Fed memberikan isyarat bahwa suku bunga rendah akan terus dipertahankan hingga setidaknya samapi tahun 2014 mendatang. Komitmen The Fed untuk meneruskan kebijakan moneter longgar juga disertai dengan sinyal bahwa Fed akan meneruskan program pembelian obligasi pemerintah atau dikenal dengan program Quantitative Easing, kondisi ini mengakibatkan bias melemah pada mata uang safe haven seperti US dolar. Akan tetapi menguatnya mata uang tunggal Eropa ini masih berpotensi terbatas atau bahkan berbalik arah untuk hari ini, pasalnya ECB menyatakan menolak restrukturisasi utang Yunani. Di perkirakan Euro hari ini berpotensi menguat tapi cenderung terbatas dan saat ini para pelaku pasar tampaknya konsentrasi pada rilis data ekonomi dari AS. 

Setelah Libur Imlek Bursa Saham Hongkong Kembali Dibuka dan Melejit Tajam

     Selama 3 hari sebelumnya liburan Imlek bursa saham Hongkong kembali dibuka langsung melejit tajam meninggalkan bursa - bursa kawasan Asia lain, bursa saham Hongkong berusaha untuk mengejar ketinggalannya akan tetapi sentimen yang buram di Asia cenderung membatasi pergerakan. Ada beberapa saham yang bergerak menguat diantaranya adalah Cheung Kong, HSBC, dan Wharf Holdings. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng pada perdagangan hari ini berpotensi bergerak melemah tapi cenderung terbatas. 

Pernyataan The Fed Memicu Kenaikan Tajam Komoditi Emas

     Komoditi Emas bergerak menguat dan mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari 1 bulan, kenaikan tajam komoditi ini dipicu oleh pernyataan The Fed yang berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan moneter longgar dan akan mempertahankan suku bunga rendah hingga setidaknya sampai tahun 2014 mendatang. Komoditi Emas menguat setelah The Fed juga menyatakan kesiapan untuk kembali melanjutkan program Quantitative Easing dengan membeli obligasi pemerintah AS, pernyataan The Fed tersebut membuat nilai tukar US dolar merosot tajam terhadap rival - rival utamanya dan mendorong Logam kuning ini menguat. Di perkirakan Komoditi Emas pada perdagangan hari ini berpotensi menguat terbatas.