Senin, 25 April 2011

UBS: Emas Akan Terus Menguat

Emas kembali cetak rekor, lanjutkan reli untuk hari kesembilan, seiring investor berusaha lindungi kekayaan akibat lemahnya dollar, meningkatnya inflasi, dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. "Emas masih akan terus menguat dalam beberapa bulan mendatang dan ini didorong oleh pelemahan dollar AS," kata Dominic Schnider, petinggi UBS kepada Bloomberg.

Harga emas telah naik 5,6% bulan ini seiring dollar AS dolar turun 2,2%. Dollar terpuruk ke level rendah 16-bulan terhadap euro akibat ekspektasi Federal Reserve akan pertahankan suku bunga dekat level nol persen sementara Bank Sentral Eropa berikan sinyal kelanjutan kenaikan suku bunga.

Inflasi global terus merangkak naik, ini dapat terlihat mulai dari Cina hingga India, seiring minyak melejit ke level tinggi 2 ½ tahun di tengah berkepanjangan kekerasan di Timur Tengah dan Afrika. Asset ETF berbasis emas meningkat 2,1% bulan ini, capai 2069 ton per 22 April.

Kospi Berakhir Di Rekor Tinggi

Kospi ditutup naik 0.8% di level tinggi baru di 293.35 dengan saham auto dan kimia memimpin gain akibat prospek earnings.

Volume perdagangan tipis di KRW8.04 trilyun saham dibanding pekan lalu dengan rata-rata perdagangan di KRW10.30 trilyun, terkait investor bersikap waspada menjelang pertemuan FOMC di hari Rabu, menurut analis. "Hasil pertemuan Fed di bulan April sepertinya tidak akan di luar perkiraan pasar, namun investor tampaknya akan fokus pada komentar sebelum pertemuan," menurut analis Tong Yang Securities, Cho Byung-hyun. Berkembangnya prospek earnings mengangkat saham auto dan saham kimia.

Hyundai Motor dan Kia Motors menyentuh level tingginya, ditutup naik masing-masing 5.6% di KRW246,000 dan 3.2% lebih tinggi di KRW80,500. Penyulingan minyak SK Innovation ditutup naik 3.7% di KRW254,000. Saham teknologi sebagian besar melemah akibat profit-taking, dengan Samsung Electronics turun 1.7% menjadi KRW889,000 dan LG Electronics turun 2.3% menjadi KRW106,500.