Senin, 09 Mei 2011
Yen Diperdagangkan Dalam Kisaran 80.83–80.50
Yen Diperdagangkan Dalam Kisaran 80.83–80.50Yen Diperdagangkan Dalam Kisaran 80.83–80.50
Saat memulai perdagangan pekan ini, dollar AS terlihat naik terhadap yen Jepang. USD mendapat kekuatan selama sesi Jumat kemarin.
Yen bergerak ke puncak 80.83, namun kemudian turun ke level pembukan 80.85. Pasangan mata uang tersebut telah jatuh ke 80.50 dan saat ini dperdagangkan di level 80.55.
“Yen menembus garis downtrend pada grafik 4 jam, menyarankan bahwa koreksi jangka pendek dari 82.76 telah selesai di level 79.58," ujar Franco Shao. Level 79.58 dianggap sebagai titik konsolidasi dari penurunan jangka panjang yang dimulai pada level 85.51. Kisaran perdagangan antara 79.58 dan 81.50 cenderung terlihat dalam beberapa hari terakhir. Demikian komentar Franco Shao analis dari ForexCycle.com.
“Sepanjang resistance 81.50 bertahan, gerakan turun mungkin akan terjadi setelah konsolidasi," ujar Shao. Koreksi susulan menuju area 78.50 masih mungkin terjadi.(Ari)
Minyak Konsolidasi, Bias Negatif
Emas, Perak Stabil Setelah Jatuhnya Komoditi
AS Desak Cina Naikkan Suku Bunga
Geithner akan mengatakan bahwa Cina seharusnya mengendalikan sistem keuangan, memberikan akses lebih untuk perbankan dan asuransi asing dan memudahkan para investor untuk membeli aset keuangan Cina, dikatakan David Loevinger, koordinator senior untuk departemen keuangan untuk Cina. Para pejabat dari kedua negara akan bertemu di Washington hari ini dan besok sebagai bagian dari Strategic and Economic Dialogue.
AS sedang mendesak akses pasar yang lebih luas untuk perusahaan-perusahaan keuangan sebagai bagian dari usaha membujuk Cina melonggarkan pembatasan karena ketidakseimbangan global. Para pejabat AS berargumentasi bahwa Yaun yang masih rendah membantu para eksportir juga membuat Cina menaikkan tingkat suku bunga dan mengendalikan inflasi yang naik setinggi 32 bulan para bulan Maret.
Volume Minim, Rupiah Stabil
"Sejauh ini perdagangan masih di antara pemain lokal." Ia menambahkan masih adanya kekhawatiran mengenai masalah hutang zona Eropa dapat membuat mata uang menguat meski sejauh ini minim pergerakan.