Kamis, 12 Mei 2011

Cina Naikan GWM 50 bps

People's Bank of China kembali naikan giro wajib minimum perbankan (GWM) sebanyak 50 bps; lanjutkan siklus pengetatan moneter demi redam tekanan inflasi. Harga komoditas makin terpuruk setelah pengumuman ini dirilis. Cina merupakan konsumen utama komoditas dunia, pengetatan moneter dapat kurangi aktivitas ekonomi yang akhirnya perlambat permintaan komoditas.

Keputusan ini mulai efektif pada 18 Mei mendatang dan GWM akan menjadi 21% ketika peraturan ini diberlakukan minggu depan.

Kisruh Yunani Bebani Euro, Bidik Dibawah $1.42

Mata uang tunggal Euro terlihat masih sulit keluar dari teritori negatif-nya di hari Kamis seiring ketidakpastian mengenai kapan pemberian dana bantuan tambahan kepada Yunani, meningkatkan kekhawatiran bahwa negara itu butuh sekali restrukturisasi hutang.
Sementara aksi protes masyarakat Yunani terhadap proses bailout ini justru manambah keresahan kalangan investor valas sehingga terlihat masih banyak yang melepas mata uang Euro. Kondisi ini kemungkinan akan terus menekan Euro hingga dibawah level $1.42.
Di Yunani, polisi terpaksa harus menembakkan gas air mata kepada puluhan demonstran di pusat kota Athena yang bermaksud menghentikan pembicaraan antara Uni Eropa, IMF dan pemerintah Yunani mengenai paket bailout.
Pejabat senior Uni Eropa beserta peninjau dari IMF menemui Menteri Keuangan George Papaconstantinou untuk menilai kesiapan Yunani dalam memenuhi persyaratan guna memperoleh tambahan dana bantuan dari Uni Eropa dan IMF.

Bursa Hong Kong Merosot, Aksi Jual Komoditi

Bursa saham Hong Kong dibuka diarea merah hari Kamis seiring terjadinya aksi jual komoditi, kejatuhan di Wall Street dan kekhawatiran hutang Yunani mengikis minat resiko, utamanya menarik turun sektor sumber daya dan keuangan. Indeks Hang Seng turun 1% ke level 23,068.91 dan indeks Hang Seng Cina turun 1.2% ke level 12,804.09. Aluminum Corp of China Ltd dan Cnooc Ltd turun 1.9% masing-masing dan China Coal Energy Co turun 27% diantara para produsen komoditi. Disektor perbankan, HSBC Holdings Plc turun 1.2% dan Bank of Communications Co merosot 1.4%. Kejatuhan di bursa Cina juga menambah kewaspadaan, dengan indeks Shanghai yang turun 0.6% ke level 2,864.80.

Euro Menguat Terkait Spekulasi Suku Bunga

Euro bergerak naik terhadap dollar AS dan Yen, menutup kejatuhan kemarin, terkait spekulasi membaiknya ekonomi di Eropa akan membawa bank sentral menaikkan suku bunga.
Euro membalik kejatuhan terhadap sebagian besar mata uang rival sebelum perkiraan yang menunjukkan ekonomi Eropa yang tumbuh lebih cepat di kuartal I. Dollar Aussie mempertahankan kejatuhan kemarin seiring melemahnya harga komoditi dan saham mengikis permintaan untuk aset yang memberikan yield lebih tinggi.

“Para pelaku pasar masih waspada akan data ekonomi yang kuat di zona Eropa”, dikatakan Junichi Ishikawa, seorang analis pasar dari IG Markets Securities Ltd yang berbasis di Tokyo. “Fokus saat ini adalah perbedaan tingkat suku bunga, yang merupakan faktor pendukung untuk Euro”.

Euro naik ke level $1.4225 di Tokyo dari level sebelumnya $1.4192 di New York kemarin, ketika menyentuh level $1.4172, level terendahnya sejak 18 April. Mata uang tersebut menguat ke 115.36 Yen dari level sebelumnya di 115.04, setelah melemah ke 114.57 Yen kemarin, level terendahnya sejak 28 Maret. Dollar sedikit bergerak di level 81.08.