Secara umum Dollar AS masih akan terus menunjukkan pelemahan-nya pekan ini apalagi setelah Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1.25% hari Kamis pekan lalu.
Grafik indeks dollar menunjukkan USD dalam tren penurunan dan berpotensi kembali menekan level terendahnya kisaran 74.40.
Minggu lalu sejumlah mata uang utama dunia seperti Euro, Sterling, Aussie dan Swiss Franc mencapai level-level terkuatnya terhadap dollar AS. EUR/USD berhasil mencapai 1.4480, GBP/USD mencapai level 1.6420, Swiss Franc mengikuti euro menguat hingga 0.9081. Sementara Aussie mencapai level terkuat dalam 29 tahun terakhir terhadap dollar AS di 1.0560.
Momentum pelemahan dollar bisa terus berlanjut jika data-data yang dihadirkan minggu ini lebih bagus dari prediksi pasar seperti data ZEW Economic Sentiment (12/04), data tenaga kerja Inggris (13/04), data penjualan ritel AS dan data GDP serta CPI China (15/4)
Selasa, 12 April 2011
Gara-gara IMF, Minyak Tumbang
Harga minyak mentah dunia merosot signifikan dari level tinggi 30 bulan di hari Selasa, dan terus tertekan hingga bertengger di harga 108.40-an dollar per barel.
Anjloknya harga minyak ini terutama setelah pernyataan IMF hari Senin kemarin yang isinya menurunkan perkiraan pertumbuhan negara Amerika dan Jepang, dan ini mengindikasikan akibat tingginya harga minyak menyebabkan ancaman resiko bagi pertumbuhan ekonomi global.
Harga minyak sontak turun paling tajam hampir dalam 4 pekan terakhir setelah IMF dalam World Economic Outlook menyebutkan perekonomian AS akan melambat dari tahun 2010 ditengah tingkat pengangguran yang ada di atas 8% dan merosotnya kepercayaan konsumen.
Hal yang memperdalam penurunan minyak karena investor mengikuti rekomendasi dari Goldman Sachs untuk melakukan aksi profit-taking setelah rally hingga ke level tinggi 30 bulan.
Para pelaku pasar belakangan ini telah mencemaskan kenaikan harga minyak yang cukup tinggi dapat menghambat pemulihan ekonomi dan menurunkan permintaan produk minyak seperti bensin.
Anjloknya harga minyak ini terutama setelah pernyataan IMF hari Senin kemarin yang isinya menurunkan perkiraan pertumbuhan negara Amerika dan Jepang, dan ini mengindikasikan akibat tingginya harga minyak menyebabkan ancaman resiko bagi pertumbuhan ekonomi global.
Harga minyak sontak turun paling tajam hampir dalam 4 pekan terakhir setelah IMF dalam World Economic Outlook menyebutkan perekonomian AS akan melambat dari tahun 2010 ditengah tingkat pengangguran yang ada di atas 8% dan merosotnya kepercayaan konsumen.
Hal yang memperdalam penurunan minyak karena investor mengikuti rekomendasi dari Goldman Sachs untuk melakukan aksi profit-taking setelah rally hingga ke level tinggi 30 bulan.
Para pelaku pasar belakangan ini telah mencemaskan kenaikan harga minyak yang cukup tinggi dapat menghambat pemulihan ekonomi dan menurunkan permintaan produk minyak seperti bensin.
Minat Investasi Pulih, Yen Perkasa
Yen kembali menguat terhadap sebagian besar mata uang utama hari ini (12/04). Permintaan aset mulai kembali setelah gempa yang merusak banyak bangunan di Tokyo.
Dollar mencapai level rendah 1-pekan terhadap yen seiring spekulasi yang menyebut para pejabat Federal Reserve ingin tetap mempertahankan stimulus guna menyokong pemulihan Amerika Serikat (AS).
Yen mengalami apresiasi ke 84.31 per dollar AS di Tokyo dari level 84.60, yang tercatat pada penutupan sesi New York kemarin. JPY bahkan sempat mencapai 84.31, level terkuat sejak 5 April. Mata uang Jepang menguat terhadap euro pada level 121.48 dari level 122.12 yang dicapai kemarin. Adapun dollar AS diperdagangkan pada $1.4411 per euro dari $1.4436 (Senin 11/04).
Dollar mencapai level rendah 1-pekan terhadap yen seiring spekulasi yang menyebut para pejabat Federal Reserve ingin tetap mempertahankan stimulus guna menyokong pemulihan Amerika Serikat (AS).
Yen mengalami apresiasi ke 84.31 per dollar AS di Tokyo dari level 84.60, yang tercatat pada penutupan sesi New York kemarin. JPY bahkan sempat mencapai 84.31, level terkuat sejak 5 April. Mata uang Jepang menguat terhadap euro pada level 121.48 dari level 122.12 yang dicapai kemarin. Adapun dollar AS diperdagangkan pada $1.4411 per euro dari $1.4436 (Senin 11/04).
Nikkei Tertekan Jelang Earnings
Harga minyak yang merosot hampir 3% dan aksi penjualan saham energi di Wall Street dan juga gempa susulan yang kembali mengguncang Jepang membuat Nikkei sedikit melemah di hari Selasa.
Musim earnings AS dengan Alcoa Inc yang melaporkan peningkatan laba di kuartal pertama, namun hasil pendapatan sedikit di bawah perkiraan sehingga saham turun 3.6%. Pemain pasar menunggu earnings Jepang untuk kuartal pertama, volume perdagangan masih rendah dan indeks tampaknya akan berada di kisaran 9,550 - 9,750. "Dengan banyaknya ketidak pastian saat ini, investor tampaknya akan beralih pada saham yang lebih kecil," menurut Takashi Hiroki, analis Monex Securities.
Musim earnings AS dengan Alcoa Inc yang melaporkan peningkatan laba di kuartal pertama, namun hasil pendapatan sedikit di bawah perkiraan sehingga saham turun 3.6%. Pemain pasar menunggu earnings Jepang untuk kuartal pertama, volume perdagangan masih rendah dan indeks tampaknya akan berada di kisaran 9,550 - 9,750. "Dengan banyaknya ketidak pastian saat ini, investor tampaknya akan beralih pada saham yang lebih kecil," menurut Takashi Hiroki, analis Monex Securities.
Alcoa Anjlok Pasca Rilis Earnings
Saham Alcoa Inc. pada hari Senin malam merilis hasil penjualan kuartalan kurang dari ekspektasi Wall Street, dan anjlok pada akhir sesi perdagangan. Saham Alcoa turun sebanyak 3.3% menjadi $17.18. Pihak Alcoa mengatakan laba di kuartal pertama mencapai 5.96 milyar dollar, melebihi publikasi tahun lalu sebesar 4.89 milyar dollar namun dibawah konsensus perkiraan dari the FactSet Research yaitu sebesar 6.2 milyar dollar.
Perusahaan mencetak laba senilai 308 juta dollar atau 27 sen per lembar saham. Setahun lalu, perusahaan rugi 201 juta dollar, atau 20 sen per lembar saham. Pendapatan dari hasil operasional, selain barang-barang khusus senilai 8 juta dollar atau 1 sen per lembar saham, mencapai 28 sen per lembar saham. Analis memperkirakan hanya mencapai 27 sen per lembar saham. Perusahaan raksasa logam ini juga mengatakan “sedang menuju” target finansial-nya tahun 2011. Alcoa mendapat keuntungan dari kenaikan harga. Alcoa yang merilis hasil earnings kuartal pertama-nya secara tidak resmi mengawali musim laporan earnings perusahaan.
Perusahaan mencetak laba senilai 308 juta dollar atau 27 sen per lembar saham. Setahun lalu, perusahaan rugi 201 juta dollar, atau 20 sen per lembar saham. Pendapatan dari hasil operasional, selain barang-barang khusus senilai 8 juta dollar atau 1 sen per lembar saham, mencapai 28 sen per lembar saham. Analis memperkirakan hanya mencapai 27 sen per lembar saham. Perusahaan raksasa logam ini juga mengatakan “sedang menuju” target finansial-nya tahun 2011. Alcoa mendapat keuntungan dari kenaikan harga. Alcoa yang merilis hasil earnings kuartal pertama-nya secara tidak resmi mengawali musim laporan earnings perusahaan.
Wall Street Gelisah Menunggu Earnings
Saham AS ditutup mix dalam range sempit dan volume tipis hari Senin kendati sejumlah aktivitas M&A seiring investor yang waspada menunggu dimulainya musim earnings. "Bursa saham merasa perlunya untuk berkonsolidasi dan mengumpulkan tenaga, sebelum melanjutkan bergerak naik," menurut Jeffrey Saut, kepala strategis pasar pada Raymond James. Ia juga mengatakan ini menyiratkan lebih dari pergerakan harga minggu lalu.
"Semua orang sedang benar-benar fokus terhadap earnings," ucap Rick Fier, wakil presiden Conifer Securities. "Investor menganggap kebijakan moneter sedang longgar, dan bagi yang memilih saham akan menghadapi lebih banyak masalah di kuartal kedua, dan akan lebih susah untuk digapai perusahaan ini." Setelah earnings dirilis, investor akan tidak menghiraukan bagaimana perusahaan mengantisipasi kenaikan harga komoditas, dan bencana di Jepang, yang akan mempengaruhi hasil earnings –nya di masa datang, ucapnya.
Musim earnings dapat memicu pergejolakan pada pasar karena tidak memberikamn arah yang jelas, ucapnya. Investor sekarang sedang mengurangi posisi, dan bersiap untuk mendapat sedikit kejelasan mengenai arah pasar dari earnings, yang menurutnya kemungkinan tidak akan terlihat hinnga 2 pekan mendatang. Alcoa, produsen aluminium terbesar dunia, akan membuka musin earnings setelah merilis hasil earnings-nya setelah penutupan pasar. JPMorgan Chase, Bank of America dan Google akan melaporkan hasil earnings-nya dalam pekan ini.
"Semua orang sedang benar-benar fokus terhadap earnings," ucap Rick Fier, wakil presiden Conifer Securities. "Investor menganggap kebijakan moneter sedang longgar, dan bagi yang memilih saham akan menghadapi lebih banyak masalah di kuartal kedua, dan akan lebih susah untuk digapai perusahaan ini." Setelah earnings dirilis, investor akan tidak menghiraukan bagaimana perusahaan mengantisipasi kenaikan harga komoditas, dan bencana di Jepang, yang akan mempengaruhi hasil earnings –nya di masa datang, ucapnya.
Musim earnings dapat memicu pergejolakan pada pasar karena tidak memberikamn arah yang jelas, ucapnya. Investor sekarang sedang mengurangi posisi, dan bersiap untuk mendapat sedikit kejelasan mengenai arah pasar dari earnings, yang menurutnya kemungkinan tidak akan terlihat hinnga 2 pekan mendatang. Alcoa, produsen aluminium terbesar dunia, akan membuka musin earnings setelah merilis hasil earnings-nya setelah penutupan pasar. JPMorgan Chase, Bank of America dan Google akan melaporkan hasil earnings-nya dalam pekan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)