Senin, 30 Januari 2012
Facebook Akan Menjual Saham Dalam Waktu Dekat
Penawaran saham perdana (IPO) terbesar sepanjang sejarah AS hampir rampung. Facebook kemungkinan akan meluncurkan IPO nya pada minggu depan.
Facebook berencana untuk mengirimkan dokumen yang diperlukan untuk IPI pada hari Rabu ini. Penawaran tersebut akan memberikan nilai pada perusahaan jejaring sosial terbesar dunia ini kira-kira sebesar $75 milyar s.d $100 milyar.
Analis mengekspektasikan IPO dapat mengumpulkan dana sebesar $10 milyar untuk Facebook, dan akan menduduki peringkat 4 IPO yang pernah diluncurkan di AS, masih dibawah Visa Inc, General Motor Co dan AT&T Wireless. Namun IPO Facebook ini melampaui penawaran saham perdana Google pada tahun 2004 yang hanya mengumpulkan dana sebesar $1.9 milyar pada waktu itu.
Website Facebook sendiri dalam 8 tahun terakhir berhasil menarik 800 juta member, dan telah merubah cara orang berkomunikasi secara global. Pendapatan facebook terutama didapatkan dari iklan bisnis, yang dilaporkan melonjak dari $738 juta selama 2009 menjadi $3.8 milyar pada 2011. Jumlah karyawan yang bekerja pada Facebook hingga saat ini mencapai 3,000 orang.
Di lain sisi, valuasi akhir Facebook masih ditentukan oleh berbagai faktor, seperti misalnya permintaan investor untuk social media maupun kondisi pasar IPO dan juga kesehatan laju ekonomi Eropa.
IPO Facebook ini juga akan menjadi ujian bagi CEO Mark Zuckerberg, yang baru berumur 27 tahun untuk mengelola perusahaan global, dimana kinerja keuangannya akan selalu dipantau per 3 bulan oleh para investor.
Penjualan IPO akan dipimpin oleh Morgan Stanley, yang sekaligus menduduki underwriter saham internet paling berpengalaman karena sebelumnya telah memimpin IPO LinkedIn Corp, Groupon Inc dan Zynga Inc.
Emas Terkoreksi Dari Titik Tinggi 7-Pekan Menanti Negosiasi Yunani
Emas diperdagangkan melemah di hari Senein setelah sempat menanjak ke level tinggi 7-pekan seiring para investor menunggu hasil negosiasi utang Yunani, namun pertumbuhan yang lebih lambat di AS dibanding estimasi telah melukai sentimen.
Para pemangku kebijakan Eropa, akan menandatangani perjanjian dana penyelamatan permanen untuk zona Eropa di hari Senin ini, diekspektasikan menyetujui peraturan anggaran yang seimbang pada negara anggota. Di lain sisi, problem yang belum terselesaikan di Yunani masih membayangi sentimen positif.
Katalis negatif lain adalah laporan pertumbuhan ekonomi AS, selama Q4 dirilis lebih rendah dibanding estimasi sehingga memicu koreksi emas dari level terkuatnya sejak 8 Desember di $1739 per troy ons. Terpantau sejauh ini Emas melorot -1.15%, ke level $1718 per troy ons.
Spanyol Menuju Resesi
Pertumbuhan GDP Spanyol mengalami kontraksi sebesar -0.3% selama Q4, masih sesuai estimasi dan turun dari level 0% selama Q3. Dengan level pengangguran tertinggi diantara negara member Uni Eropa lainnya serta kondisi kredit yang merosot. Spanyol kini terancam mengalami resesi kedua sejak 2009.
Laporan GDP yang dirilis oleh Bank of Spain ini menunjukkan bahwa ekonomi Spanyol masih menuju resesi. Di sisi lain angka pengangguran Spanyol telah mencapai level 22.85%, sekaligus merupakan angka pengangguran tertinggi diantara negara Uni Eropa lainnya.
Pemerintah sendiri, masih berupaya meyakinkan para investor bahwa mereka mampu mereduksi defisit lebih dari setengahnya pada tahun ini meskipun resesi maish membebani pendapatan dan angka pengangguran.
Berdasarkan estimasi dari IMF, ekonomi Spanyol mungkin masih akan mengalami kontraksi sebesar -1.7% sepanjang 2012 dan dilanjutkan kontraksi sebesar -0.3% selama 2013. Proyeksi ini memberi gambaran bahwa target defisit pemerintah Spanyol pada 4.4% dari GDP tahun ini akan sulit dicapai.
Sentimen Eropa Redam Bursa Regional
Sebagian besar pasar regional bergerak melemah dengan Nikkei -0.5%, S&P/ASX -0.4%, HSI -0.9%, Kospi -1.2%, Taiex +2.4%, Sensex -1.3%, Shanghai Composite -1.0%. Di pasar forex, euro melemah terhadap USD dan JPY dikarenakan tertundanya kesepakatan mengenai swap hutang antara Yunani dan kreditor sektor swasta yang menekan sentimen mata uang tunggal.
EUR/USD di 1.3150 dari 1.3219 hari Jumat malam di New York, EUR/JPY di 101.01 dari 101.45, dan USD/JPY di 76.70 dari 76.69. Perdana menteri China, Wen Jiabao mengatakan pihak otoritas akan menjaga agar yuan tetep berada di level yang "masuk akan dan seimbang". Menteri keuangan Australia, Wayne Swan mengatakan pertumbuhan jumlah pekerja melamban dan ia telah menghapus pandangan bahwa angka pengangguran Australia akan meningkat. Menteri keuangan Korea Selatan, Bahk Jae-wan mengatakan ketidak pastian ekonomi akan mencapai puncaknya pada Q1. Hal ini mengindikasikan bahwa selama periode Januari - Maret mungkin akan mejadi periode yang paling lemah bagi negara dengan ekonomi terbesar ke empat Asia. Current account surplus Korea Selatan bulan Desember menjadi $3.96 miliar, turun dari level tinggi 13 bulan di bulan November di $4.56 miliar. Jepang membukukan defisit perdagangan senilai Y916.17 miliar untuk 10 hari pertama bulan Januari dibandingkan dengan defisit tahun lalu sebesar Y435.62 miliar. Angka GDP Q4 Filipina tumbuh 3.7% per tahun, naik dari revisi pertumbuhan 3.6% di Q3 namun di bawah ekspektasi pertumbuhan sebesar 4.0%.
Harga emas di $1,727.90, turun $6.40 dari level penutupan NY. Minyak Nymex bulan Maret turun 66 sen menjadi $98.90/barrel.
Ramai-ramai Tolak Bonus Tahunan
Trend penolakan 'hadiah' tampaknya sedang terjadi di kalangan eksekutif sektor perbankan global. Beberapa CEO perusahaan besar sudah memutuskan untuk tidak menerima insentif dari pendapatan usaha tahun buku.
Chief executive Royal Bank of Scotland Group PLC (RBS) berencana menolak bonus senilai 1 juta poundsterling ($1,5 juta). Sang bos tidak ingin hadiah yang diterimanya menjadi perdebatan di antara publik dan politisi. Sebagian besar kepemilikan RBS sendiri ada di tangan pemerintah Inggris sehingga keputusan pemberian bonus juga dipengaruhi oleh restu perwakilan pemerintah dalam direksi. Krisis finansial tahun 2008-2009 memaksa negara membantu pendanaan salah satu korporasi perbankan terbesar di Britania itu. Jumlah bailout 3 tahun silam mencapai 45 miliar poundsterling, dengan kompensasi 82% saham kepada pemerintah.
RBS kemarin menyatakan bahwa chief executive Stephen Hester tidak akan menerima insentif saham senilai 3,6 juta lembar saham senilai nyaris 1 juta poundsterling (963.000 poundsterling). Saham tersebut merupakan hadiah yang diberikan oleh dewan direksi pekan lalu. Adapun gaji yang diterima oleh Hester tahun 2011 sudah mencapai 1,2 juta poundsterling.
Kabar penolakan Hester menyusul kabar serupa hari Sabtu. Presiden RBS, Phillip Hampton juga enggan menerima bonus saham senilai 1,4 juta poundsterling. "Sikap ini merupakan tanggung jawab Stephen Hester terhadap uang rakyat yang ditanamkan di RBS," ujar Menteri Keuangan George Osborne. Pemberian bonus oleh dewan direksi RBS sendiri dipandang sebagai tamparan di wajah Perdana Menteri Inggris, Davis Cameron, yang beberapa keli mengcam keras pemberian bonus dalam jumlah besar di tengah keterpurukan ekonomi. Meski demikian, sikap pribadi Hester dan Hampton bisa menjadi inspirasi bagi direksi perusahaan sejenis, terutama yang pernah di-bail out oleh pemerintah. Aksi simpatik dan kepekaan pelaku bisnis Eropa sangat dinantikan oleh warga yang mayoritas sedang mengalami masa sulit.
Bailout Yunani Belum Pasti: Schauble
Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaubke mengatakan hari Senin ini bahwa zona Eropa mungkin tidak akan menjamin bahwa Yunani akan mendapatkan dana bantuan tambahan, kecuali negara tersebut melakukan langkah-langkah yang dipersyaratkan untuk memperbaiki sistem keuangan dan ekonominya.
“Kecuali Yunani menerapkan keputusan yang diajukan dan tidak hanya mengumumkan keputusan tersebut…tidak akan ada sejumlah dana yang diberikan guna menyelesaikan masalah (Yunani tersebut)”, dikatakan Schauble dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal yang dipublikasikan hari ini. Minggu lalu, para petinggi Jerman mengumumkan gagasan untuk menunjuk badan komisi anggaran Eropa dengan hak veto untuk anggaran Yunani.
Evangelos Venizelos, Menteri Keuangan dan Wakil Perdana Menteri Yunani, mengatakan hari ini bahwa tindakan yang disebutkan oleh para petinggi dari Jerman tersebut tidak perlu dilakukan. Schauble juga membantah gagasan untuk bailout yang lebih besar dan mengatakan bahwa pemerintahnya melakukan yang terbaik untuk membantu pertumbuhan (ekonomi) di Jerman.
Yunani, Terlalu Akut untuk Diobati
Monexnews - Program pemangkasan anggaran seharusnya membawa perbaikan dalam keseimbangan neraca keuangan suatu institusi, termasuk sebuah negara. Namun ketika gelembung defisit sudah terlalu bengkak, dibutuhkan waktu lebih lama untuk mewujudkannya.
Anomali seperti ini tengah dialami oleh Yunani, negara dengan beban hutang berlapis. Rangkaian program pemangkasan yang dicanangkan pemerintah tidak kunjung menuai efek nyata. Dana Moneter Internasional akhir tahun lalu mengatakan bahwa dibutuhkan kombinasi kebijakan ampuh untuk menekan rasio hutang terhadap rasio Yunani menjadi 120% pada 2020. Di antaranya mencakup penghapusan nilai obligasi yang dipegang swasta sampai 50% dan pendanaan berbunga rendah senilai 130 miliar euro.
Kalkulasi ala IMF mungkin terdengar kaku. Nyatanya, kondisi perekonomian Yunani justru memburuk seiring waktu. GDP Yunani kemungkinan turun sebanyak 6% tahun lalu, atau lebih parah dibanding perkiraan. Artinya, makin berat pula perjuangan Yunani untuk mecapai target fiskal yang ditetapkan otoritas Eropa. Sistem perbankan negara itu juga relatif sepi aktifitas. Bank Sentral Yunani melaporkan bahwa penyaluran kredit ke rumah tangga dan perusahaan turun 2,4% hingga bulan November. Menandai betapa sektor perbankan kekeringan dana.
Aksi lambat pemerintah dalam memupus defisit membuat pejabat Eropa ragu dengan kehandalan program reformasi Athena. Tidak heran jika tahun lalu Yunani naik ke peringkat 100 dalam daftar 183 negara paling tidak layak untuk berbisnis (sumber: World Bank). 'Prestasi' ini kian menggambarkan potret buruk ekonomi negara itu pasca program pemangkasan. Harus diakui bahwa masalah negara ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Di tengah angka pengangguran yang menembus 18%, Yunani masih memiliki beban defisit neraca 10% dari angka GDP (lihat grafik). Artinya, daya saing Yunani berkurang karena tingkat produksi dalam negeri tidak mampu mengimbangi konsumsi impor. IMF mengatakan pemerintah butuh lebih dari satu dasawarsa untuk menjadi lebih kompetitif.
Beredar asumsi bahwa lebih baik bagi Yunani untuk keluar dari zona euro. Dengan kembali memakai valuta drachma, negara ini bisa terbebas dari tekanan deflasi pendapatan. Namun normalisasi daya saing diyakini sangat menyakitkan. Mungkin hanya sektor pariwisata saja yang pertama kali diuntungkan oleh kebijakan keluar dari euro. Ekonomi akan sangat menderita meski akan berbahagia di masa depan. Membangun legitimasi suatu mata uang baru jauh lebih sulit dibanding melakukan devaluasi nilai. Disrupsi dan konflik administrasi rentan terpicu karena peralihan valuta dalam negeri. Restrukturisasi berbagai kontrak berbasis denominasi euro akan memakan waktu tahunan. Yunani bisa menghadapi hiperinflasi yang berujung pada situasi 'kegagalan berdaulat'. Tidak heran jika sebanyak 70% warga masih ingin tetap bertahan dengan penggunaan valuta euro. Jika berkaca pada kepentingan ekonomi Eropa, warga kecil dan perbankan, Yunani memang harus diselamatkan meski pengobatannya harus memakan tenaga besar.
Penguatan Yen Rugikan Nikkei
Penguatan yen terus menggerus bursa Tokyo untuk hari ketiga dengan Nikkei turun 48.17 poin atau 0.54% menjadi 8,800. Indeks berada di bawah level 8,800 untuk kali pertama dalam empat hari.
Berkurangnya ekspektasi atas pemulihan ekonomi AS menyebabkan indeks Dow Jones hari Jumat (27/01) ditutup melemah. Di Tokyo, penguatan yen terhadap dollar mendorong aksi jual terutama saham eksportir. Pekan lalu, sebagian besar perusahaan Jepang mulai merilis earnings untuk sembilan bulan sampai dengan bulan Desember. Sebagian besar earnings mencatat laba yang merosot tajam dan telah menurunkan prospek earnings tahunan mereka. Hal ini mendorong pemain pasar untuk menjual saham.
Volume perdagangan sesi pertama senilai 958.2 miliar yen. Di bawah 1 triliun untuk kali pertama sejak 24 Januari.
Lesu! Euro Enggan Rally Jelang KTT Brussels
Hingga sesi siang di awal pekan (Senin, 30/01), mata uang tunggal Euro tercatat mengawali start lebih rendah dibanding dengan penutupan akhir pekan lalu.
Kondisi ini terjadi lantaran para investor tengah bersikap ‘wait and see’ menjelang KTT Uni Eropa (EU Economic Summit) di Brussels, Belgia yang akan dimulai sore hari dimana para pemimpin blok UE akan menandatangani dana penyelamatan permanen untuk zona euro. Selain itu sentimen negatif terhadap downgrade Fitch yang memangkas peringkat utang Spanyol dan Italia pada akhir pekan lalu, juga masih turut mewarnai pasar.
Sementara mayoritas pelaku pasar menilai pemulihan Euro masih terbatasi oleh ketidakpastian kesepakatan hutang Yunani, dan para investor juga mulai berhati-hati dengan ancaman resiko default negara Portugal. Alhasil, sederet kegelisahan tersebut membuat Euro menjadi galau sehingga belum terlihat adanya rally signifikan.
Secara teknikal potensi penguatan ke level $1.3200/1.3250 masih terbuka meskipun terlihat cukup kesulitan karena masih banyak faktor negatif yang dapat menghentikan pemulihan Euro dengan cepat. Justru level $1.3140 saat ini menjadi target bidikan untuk melanjutkan pelemahan-nya ke $1.3100. Sampai berita ini disampaikan, EUR tercatat pada kisaran 1.3165/75
IHSG Bergerak Negatif
Bursa Indonesia bergerak turun 1.9% menjadi 3911.107 dalam volume perdagangan yang tipis. Pelemahan juga dipicu oleh aksi jual saham perbankan dan saham berbasis konsumen yang dilakukan oleh pihak asing setelah saham sempat menguat, kata trader.
Level support indeks utama di 3900. "Pelemahan sebagian besar pasar Asia dan pelemahan indeks Dow Jones menginsipirasi investor asing untuk mengambil uang tunai," menurut manajer pendanaan di perusahaan manajemen aset lokal. Investor asing melakukan penjualan saham senilai IDR228 miliar. Diantara saham yang terkoreksi, Bank Mandiri (BMRI.JK) -2.9% menjadi IDR6,650, Bank Rakyat (BBRI.JK) -2.1% menjadi IDR6,850 dan Unilever (UNVR.JK) -5.1% menjadi IDR19,45. Indeks utama telah naik 2.4% sejak awal tahun.
Prospek Pertumbuhan GDP Hong Kong
Ekonomi Hong Kong akan terus berkembang dalam Q4 namun lebih lamban dari kuartal lalu akibat pelambanan ekonomi global, menurut ekonom. GDP tumbuh 3.1% per tahun pada Q4, turun dari kuartal lalu 4.3%, menurut perkiraan tujuh ekonom yang disurvey Dow Jones Newswires.
"Ekonomi domestik mulai kuat dengan berkurangnya angka pengangguran pada bulan Desember," Ekonom senior ANZ, Raymond Yeung mengatakan ekonomi akan segera pulih dikarenakan pelonggaran kebijakan global dan pembelian kembali saham. Menurutnya ekonomi akan tumbuh 3.9% tahun 2012. Pemerintah Hong Kong akan merilis data pada hari Rabu (01/02) pukul 10.00 WIB bersamaan dengan pidato anggaran menteri keuangan John Tsang.
Wall Street: Pekan Konsolidasi, atau Koreksi?
Monexnews - Wall Street memulai tahun dengan kinerja apik sejauh ini. Namun periode berat sudah menanti depan mata, khususnya isu yang menyangkut eskalasi hutang Eropa.
sumber grafik: CNN
Masa ujian sudah berawal pekan lalu, saat pemerintah menyebut bahwa perekonomian Amerika Serikat (AS) berekspansi dalam ritme lebih lambat dibanding perkiraan di kuartal penghujung 2011. Dow jones kehilangan setengah persen dalam lima hari perdagangan. Sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq masih menikmati rally-nya masing-masing. Dalam lima hari ke depan, bursa ekuitas Amerika kemungkinan konsolidasi atau bahkan minus, tergantung pada sentimen dari Eropa.
Ancaman koreksi membayang pekan ini. Investor berpeluang mengunci keuntungan jelang pertemuan tingkat tinggi Eropa di Brussel, Belgia. Dampak besar juga bisa dimunculkan oleh beberapa rilis data ekonomi, khususnya laporan sektor tenaga kerja dalam negeri. Hasil pendapatan korporasi juga turut membebani pasar saham, tanpa mengecilkan imbas yang dibawa oleh data sektor manufaktur, kepercayaan konsumen dan belanja rumah tangga.
Idealnya, pejabat tinggi Eropa bisa secara cepat merumuskan wacana peraturan fiskal sama rata ke seluruh anggota euro. Demikian pula dengan negosiasi hutang Yunani, yang diharapkan mencapai mufakat dalam hitungan hari. Dua skenario tersebut pasti berimbas baik ke pasar, meski dalam realitanya segala sesuatu tidak selalu memenuhi harapan.
Kualitas obligasi Spanyol dan italia memang membaik dalam beberapa pekan belakangan. Namun imbal hasil obligasi Portugal justru melonjak seiring waktu, sehingga memicu kecemasan akan adanya 'Yunani jilid II' yang dialami oleh Portugal. Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) sejauh ini mampu menunaikan tugasnya dalam penyaluran kredit segar ke sistem perbankan.
Kembali ke dalam negeri, Departemen Tenaga Kerja dijadwalkan melepas data tenaga kerja pada hari Jumat (03/02). Jumlah tenaga kerja baru diprediksi sebesar 170.000 pada bulan Januari atau turun dibanding catatan satu bulan sebelumnya, 200.000 orang. Adapun rata-rata pengangguran diperkirakan kuat di level 8,5% (survei: briefing.com).
Beralih ke sektor korporasi, Exxon (XOM) dan Amazon (AMZN) akan merilis data pendapatan kuartal akhir 2011 pekan ini. Investor juga menanti perkembangan terbaru dari rencana IPO perusahaan jejaring sosial Facebook. Unit bisnis besutan Mark Zuckerberg itu akan mendaftarkan proposal IPO ke Securities and Exchange Commission beberapa hari ke depan.
Resiko Hutang Pemerintah China Kondusif: Wen
Perdana Menteri China, Wen Jiabao mengatakan bahwa hutang pemerintah negara tersebut saat ini masih “aman dan terkendali, dengan pendanaan untuk beberapa proyek akan dapat dipastikan dan hal tersebut akan menghentikan masalah yang berkaitan dengan resiko sistematik.
Investor terlihat gelisah dan khawatir dengan besarnya hutang yang dimiliki oleh pemerintah lokal di China, dengan beberapa investor yang merasa hal tersebut dapat menjadi ancaman bagi sistem perbankan negara tersebut.
Komentar Wen, dilaporkan oleh People’s Daily, dinyatakan dalam sebuah pidato, merujuk pada awal bulan Januari dalam sebuah konferensi keuangan pemerintah.
Wen berjanji akan mengatasi dan menyelesaikan resiko hutang pemerintah dan menghindari penyebaran resiko keuangan.
“Saat ini, hutang pemerintah kami masih dalam situasi yang aman dan terkendali”, dikatakan Wen Jiabao.
'Berharap Kabar Baik dari Brussel'
Monexnews - Episode baru krisis hutang Eropa kembali dimulai. Kali ini folus perhatian pasar tertuju pada pertemuan tingkat tinggi Eropa pertama di tahun 2012 hari Senin (30/01) di Brussel, Belgia.
Pokok pembahasan terpusat pada kemajuan kinerja fiskal Italia dan Spanyol. Rapor baik kedua negara bisa dijadikan acuan bagi pembentukan aturan fiskal secara merata ke seluruh anggota euro. Disiplin anggaran dalam kawasan harus segera diberlakukan mengingat ekonomi euro zone tengah memasuki resesi moderat. Apalagi kebijakan pemangkasan anggaran banyak negara dipastikan memperlambat roda sektor bisnis dan keuangan.
Sayangnya, negosiasi soal penerimaan tingkat kerugian aset hutang Yunani belum menemui titik terang. Baik pihak kreditur maupun Athena enggan melonggarkan kehendaknya masing-masing. Rumor terbaru menyebut bahwa Komisari Uni Eropa (EU) akan mem-veto rancangan anggaran pemerintah Yunani terbaru. Menteri Keuangan, Evangelos Venizelos, berupaya meyakinkan semua pihak bahwa negaranya akan pulih. "Kami siap memenuhi segala kewajiban fiskal, sosial dan upaya penyelesaian krisis melalui penerapan aturan secara tegas," ujarnya hari Minggu lalu. Laporan media di akhir pekan bahkan mengatakan Jerman akan meminta Yunani untuk menyerahkan tata kendali keuangannya. Dengan begitu, EU bisa memiliki akses untuk merancang kebijakan anggaran yang lebih akomodatif. Uni Eropa sendiri dikabarkan tidak antusias menyambut wacana itu, karena sikap tersebut sama artinya dengan intervensi kedaulatan suatu negara.
Sedikit sentimen positif bagi pemulihan Yunani datang dari statement Institute of International Finance (IIF), yang mewakili pihak kreditur Yunani. Lembaga ini menyatakan bahwa pembicaraan mengalami kemajuan sehingga kata sepakat bisa diperoleh pekan ini. Perkembangan negosiasi kerugian Yunani jadi begitu penting karena bisa menjadi cermin bagi negara dengan beban hutang besar seperti Portugal. Imbal hasil obligasi negara ini konsisten melonjak dan rawan memicu krisis serupa dengan Yunani. Pelaku pasar cemas bila pemerintah Lisbon juga meminta pembagian rasio kerugian nilai aset hutang, tepat seperti apa yang tengah diupayakan oleh Yunani.
Mengacu pada kondisi ekonomi kawasan terkini, maka ada beberapa poin pembahasan penting yang akan dibicarakan nanti malam di Brussel. Di antaranya adalah:
- Evaluasi kinerja fiskal dan anggaran Spanyol dan Italia
- Kemajuan negosiasi hutang Yunani
- Kondisi terbaru Portugal dan potensi penyebaran krisis serupa ke negara lain
- Pemberlakuan pakta yang menopang Mekanisme Stabilitas Eropa. Fasilitas ini dirancang untuk melindungi Eropa dari bencana keuangan sejenis di masa datang.
- Perkembangan terbaru soal peraturan fiskal bersama, yang mewajibkan seluruh anggota euro untuk memperketat anggaran belanja. Regulasi ini bisa dirilis pada pertemuan tingkat tinggi Maret depan. Di dalamnya termasuk lampiran sanksi dan hukuman bagi negara yang membangkang aturan itu.
- Kemungkinan peluncuran program peminjaman dana perbankan pada bulan Februari. Pada program perdana Desember lalu, Bank sentral sudah menggelontorkan dana nyaris sebesar 500 miliar euro dalam bentuk pinjaman jangka panjang ke sistem perbankan.
Dollar dan Persediaan Tekan Minyak
Kontrak minyak mentah di perdagangan elektronik bergerak turun hari Senin saat indeks bursa saham AS dan sebagian besar bursa Asia serta menguatnya dollar AS menguat ditengah kekhawatiran terhadap Yunani dan masalah hutangnya.
Kontrak minyak mentah AS untuk pengiriman bulan Maret di New York Merchantila Exchange atau NYMEX turun 48 sen, atau sekitar 0.5%, menjadi $99.08 per barel selama sesi perdagangan Asia.
Kejatuhan tersebut merupakan puncak dari kejatuhan yang terjadi pada hari Jumat lalu, ketika rilis data AS yang lebih rendah dari perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal IV menaikan keraguan mengenai perkiraan permintaan dan tekanan terhadap kontrak minyak mentah AS sendiri.
Kekhawatiran permintaan mengalahkan faktor ketegangan geopolitik di Iran dan keputusan Uni Eropa yang melakukan embargo terhadap impor dari negara-negara Timur Tengah.
“Kontras dengan kekhawatiran terhadap Iran, produksi minyak mentah global sepertinya masih akan tinggi dan naik”, dikatakan Timothy Evans, seorang analis energi dari City Futures Perspective.
Hong Kong dan Shanghai Diperdagangkan Lesu
Bursa saham Hong Kong, pada awal perdagangan hingga saat ini, diperdagangkan melemah setelah sempat menguat untuk 6 sesi berturut-turut, saat secara umum bursa saham AS ditutup turun hari Jumat dan pembukaan bursa Shanghai sendiri dibuka melemah setelah hari libur panjang membebani sentimen.
Indeks Hang Seng sendiri turun 0.6% menjadi 20,383 dan indeks Hang Seng China diperdagangkan turun 1.5% menjadi 11,270.18, sementara indeks Shanghai sendiri merosot 0.8% menjadi 2,301.45 saat pasar baru dibuka untuk pertama kalinya sejak 20 Januari. Saham China Resources Land Ltd turun 1.7%, saham tambang China Shenhua Energy Co turun 1.6% dan saham produsen pangan, Want Want China Holdings Ltd turun 3.4. Di Shanghai, saham Poly Real Estate Group Co turun 2.2% dan saham Hainan Airlines Co turun 3.9%.
USD/IDR Kuat
USD/IDR di 9,000 vs 8,990 hari Jumat sore, mengikuti penguatan USD terhadap mata uang utama lain dan EUR, kata dealer. "Aksi jual yang dilakukan oleh investor asing pada saham lokal turut mendorong penguatan dollar," urai dealer bank lokal. Investor asing melakukan penjualan bersih senilai IDR1 triliun saham dalam tiga sesi sebelumnya. Dealer memperkirakan mata uang akan bergerak di kisaran 8,960-9,020.
Aksi Jual Hambat Kospi
Pergerakan Kospi terhambat aksi jual yang dilakukan oleh institusi domestik senilai KRW111 miliar saham lokal, sementara investor asing hanya melakukan pembelian saham senilai KRW54 miliar pasca pembelian saham yang agresif dua pekan lalu, kata analis. Indeks turun 0.7% menjadi 258.00.
Saham berbasis baja terus melemah dengan Posco -2.2% menjadi KRW414,000 dan Hyundai Steel -3.2% menjadi KRW107,000. Saham utilitas menguat di tengah kecemasan atas kenaikan harga listrik dan gas yang dilakukan oleh pemerintah untuk membatasi permintaan energi. Korea Electric Power +1.3% menjadi KRW27,350 sementara Korea Gas +0.9% menjadi KRW43,300.
Dollar Jegal Laju Emas
Dengan penguatan USD di awal perdagangan pasar Asia, harga emas turun $3.40 menjadi $1,733.90/ons, meski Australia and New Zealand Banking Group menggambarkan bahwa harga logam berada dalam momentum positif. "Pertumbuhan ekonomi AS yang mengecewakan dan pelemahan USD mendorong rally (hari Jumat) yang diawali dengan janji bank sentral untuk menahan suku bunga tetap di level rendah untuk jangka waktu yang lebih lama," menurut bank. Target harga logam di $1,780/ons dalam dua bulan mendatang dan target jangka panjang sampai dengan q1 tahun 2013 di $1,900/ons, tambahnya.
Impor Minyak Iran Untuk Jepang Turun 13% di 2011
Pihak bea cukai Jepang mengatakan bahwa impor minyak mentah dari Iran turun sebanyak 18.23 juta kiloliter di tahun 2011 (sekitar 314.000 barel per hari), turun 13.2% dari tahun sebelumnya, dikatakan kementerian keuangan Jepang hari Senin.
Di bulan Desember, impor minyak mentah dari Iran turun 14.7% dari tahun sebelumnya menjadi 1.56 juta kl (sekitar 317.000 barel per hari), ditunjukkan data pemerintah Jepang.
Sudan Tutup Output, Minyak Stabil Diatas $99
Kontrak minyak mentah di NYMEX untuk pengiriman bulan Maret bergerak naik 1 sen ke $99.57 per barel setelah turun 14 sen di sesi sebelumnya.
Sudan Selatan telah menutup output hariannya sekitar 350.000 barel berturut-turut terkait beban transit ekspor Sudan dan hanya akan memulai produksi kembali setelah kedua pihak tersebut mencapai kesepakatan keamanan perbatasan dan sengketa wilayah Abyei, dikatakan menteri perminyakan negara tersebut.
Pasca Reli 7 Minggu, Emas Lesu
Emas diperdagangkan turun hari Senin setelah menguat sebelumnya ke level tertinggi dalam lebih dari 7 minggu saat investor menantikan hasil dari pertemuan hutang Yunani, tetapi sentimen masih didukung oleh stabilnya Euro dan data AS yang ternyata rilis dibawah perkiraan.
Spot emas mencapai level tingginya di level $1,739 per troy ounce, terkuatnya sejak 8 Desember dan sempat berada di level $1,734.65, turun $2.55.
Para pimpinan Eropa akan menandatangani kesepakatan bantuan permanen untuk wilayah Eropa dalam sebuah pertemuan hari ini dan diperkirakan akan sepakat dalam hal aturan penyeimbangan anggaran, bersama dengan masalah hutang Yunani yang menemui jalan buntu akan menghiasi pertemuan tersebut.
Kontrak emas AS sendiri naik 0.1&% menjadi $1,735.20 per troy ounce.
IPO Akan Buka Lapangan Kerja : Facebook
Hal penting untuk situs jejaring sosial Facebook untuk menjadi perusahaan publik adalah adanya pertumbuhan jobs dan perubahan sosial yang diwakilinya, dikatakan Sheryl Sandberg, Chief Operating Officer perusahaan tersebut, kepada CNBC.
“Apabila hal ini dilihat sebagai peluang untuk lapangan kerja dan bagi masyarakat untuk menggunakan jaringan mereka guna mengubah dunia, kami ingin menjadi bagian di dalamnya”, dikatakan Sandberg dalam sebuah debat di CNBC dalam sebuah forum di Davos, yaitu World Economic Forum.
Laporan pada hari Jumat memperlihatkan bahwa Facebook sedang bersiap untuk mengumumkan IPO pada hari Rabu. Listing yang dilakukan perusahaan tersebut telah banyak dinanti dan mungkin akan menaikkan dana sebesar $100 miliar untuk perusahaan tersebut, bagi perusahaan yang didirikan oleh lulusan dari Harvard, Mark Zuckerberg.
Bergerak Negatif, Nikkei Terbatasi Aksi Beli
Penguatan yen membatasi aksi beli yang dilakukan oleh eksportir utama. Hal ini memberi andil pada pelemahan indeks Nikkei yang tergerus 0.4% menjadi 8.805. Namun pelemahan indeks terbatas dan tidak akan terlalu jauh dari level 8.800, menurut Hideyuki Ishiguro, supervisor di Okasan Securities.
20/33 Topix subindeks melemah dengan eksportir utama dengan Kyocera -1.8% menjadi Y6,380 dan Fanuc -1.2% menjadi Y12,720. Advantest +12% menjadi Y813. Mitsubishi Electric -12% menjadi Y670.
Kospi Terkoreksi Di Awal Pekan
Kospi terkoreksi 0.7% menjadi 257.40 pasca gain 3.8% dalam lima sesi lalu, ujar analis. Pertumbuhan pasar masih bagus, investor menunggu hasil KTT Eropa sebelum kembali memborong saham, menurut analis Woori Investment & Securities, Lee Kyoung-min.
Indeks akan konsolidasi di kisaran MA 200-day untuk beberapa sesi mendatang, tambah Lee. Perhatian akan tertuju pada performa saham China pasca libur tahun baru China, tambahnya. Saham baja berada diantara saham yang mengalami pelemahan terbesar. POSCO -2.1% menjadi KRW414,500 dan Hyundai Steel -1.8% menjadi KRW108,500. Saham teknologi berperforma mix dengan Samsung Electronics -0.6% menjadi KRW1,118,000 sementara Hynix +1.2% menjadi KRW26,300.
Pimpinan RBS Lepas Bonus
Chief Executive dari bank Inggris, Royal Bank of Scotland PLC telah melepas bonus mendekati 1 juta Poundsterling, menurut sebuah laporan. Stephen Hester akan melepas bonusnya senilai 963.000 Poundsterling (atau setara dengan $1.5 juta) setelah mengalami tekanan politik, menurut laporan tersebut.
Royal Bank of Scotland adalah bank yang kepemilikannya didominasi oleh pemerintah Inggris setelah bank tersebut didesak untuk mendapatkan pengarahan dari pemerintah Inggris selama krisis keuangan terjadi.
Krisis Eropa Mulai Stabil Pasca Respon: Sarkozy
Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy mengatakan bahwa krisis Eropa akhirnya mencapai mode stabil berkat tindakan yang dilakukan oleh para pimpinan negara-negara Eropa.
“Dapat kami katakan -- dengan hati-hati – bahwa kami melihat adanya unsure-unsur stabilitas keuangan di Perancis, di Eropa dan di dunia”, dikatakan Sarkozy dalam sebuah wawancara yang disiarkan secara nasional di Paris hari ini. “Eropa tidak lagi berada di ujung tanduk”.
Komenter tersebut keluar pada saat pertemuan Uni Eropa di Brussels dimana para pimpinan Eropa bersiap untuk melakukan penyelesaian tahap akhir kendali defisit anggaran yang dipimpin Jerman dan peluncuran dana bantuan senilai 500 miliar Euro (setara dengan $661 miliar) yang akan disiapkan tahun ini.
Yunani dan para kreditur swastanya mengatakan pada 28 Januari bahwa mereka berharap akan menyelesaikan kesepakatan dalam beberapa hari setelah para pemegang obligasi pemerintah Yunani tersebut memberikan sinyal bahwa mereka akan menerima permintaan pemerintah Eropa untuk pemangkasan lebih besar atas kepemilikan hutang.
Bersama Teknologi dan Manufaktur, Nikkei Dibuka Lesu
Bursa saham Jepang dibuka melemah di awal perdagangan hari Senin, dengan saham-saham dari sektor manufaktur dan teknologi yang diperdagangkan turun. Indeks Nikkei sendirti merosot 0.3% menjadi 8,813.37, melepas penguatan yang terjadi sejauh ini hingga bulan ini ke 4.3%.
Para produsen sektor perkapalan juga tertekan hari Senin ini, setelah menguat sejak awal tahun, dengan saham Kawasaki Heavy Industries Ltd yang turun 1.7% dan saham Mitsui Engineering & Shipbuilding Co yang turun 2.1%. Di sektor teknologi, saham Fujitsu Lts turun 2.1% dan saham TDK Corp melemah 1%.
Walau Tertekan, Euro Masih Dekat Area 1.3200
Euro masih bertahan kuat, setelah membuka tinggi sesi barunya selama 6 minggu di awal perdagangan. Akan tetapi, sentiment positif Euro masih jauh dari kata kuat, saat kesepakatan Yunani masih belum terselesaikan, sementara status hutang Belgia, Cyprus, Italia, Slovenia dan Spanyol terpangkas oleh Fitch hari Jumat.
Dari sisi teknikal, “grafik per jam menunjukkan momentum yang masih kuat sementara indikator RSI kehilangan kekuatan dekat area overbought dan indikator SMA-20 masih mempertahankan kurva bullish”, demikian komentar dari Valeria Bednarik, pimpinan analis dari FXstreet.com. “Di pergerakan per 4 jam, sinyal bullish masih bertahan, dengan area harga tumpuan 1.3240, sementara area Fibonacci Retracement 38.2% di area 1.4246/1.2625 akan turun seiring resistance kuat akan memberikan konfirmasi penguatan lanjutan dalam waktu dekat”.
Saat ini, Euro berada dalam kisaran dekat angka 1.3200, setelah anjlok dari level 1.3226 di pembukaan sesi. Untuk pergerakan turunnya, Bednarik menemukan level support di 1.3180, 1.3145 dan 1.3100, dengan level resistance di area 1.3245, 1.3290 dan 1.3330.
Jumat, 27 Januari 2012
Kospi Ditutup Positif
Kospi ditutup naik 0.4% menjadi 260.20, dikarenakan aksi beli yang terus dilakukan oleh investor asing memasuki sesi ke 12. Saham finansial menguat dengan Hana Financial +3.8% menjadi KRW39,950 setelah pemberitaan bahwa pihak regulator keuangan Korea akan mengkaji ulang pembelian saham sebanyak 51.02% di KEB dari Lone Star; KEB ditutup naik 1.5% menjadi KRW8,150.
Diantara saham yang gain, Samsung Electronics ditutup +1.1% menjadi KRW1,125,000 setelah melaporkan kenaikan tahunan untuk Q4 sebesar 17% sementara LG Display +2% menjadi KRW28,550 akibat ekspektasi kerugian yang lebih rendah dari perkiraan. Saham auto melemah, dengan Hyundai Motor ditutup turun 3.5% menjadi KRW221,000. Kia Motors -2.8% menjadi KRW67,100 setelah membukukan penurunan laba bersih Q4 sebesar 3.5%.
Minyak Kembali Merapat ke Psikologis $100
Futures minyak mentah New York kembali menjajaki peluang menuju psikologis $100 hari ini (27/01). Kemarin, minyak mentah sempat melonjak akibat pelemahan nilai tukar dollar.
Minyak mentah untuk pengiriman bulan Maret naik 7 sen atau 0,1% ke $99.77 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada sesi Kamis kemarin, minyak mentah ditutup naik 0,3%. Sementara itu, kontrak gas alam Maret menguat 3 sen ke $2.64 dan minyak bahan bakar Februari flat di $2.85. Berdasarkan grafik Reuters, minyak saat ini berkutat di $99.66 per barel.
Akhir Pekan, Bursa Asia Mix
Hari ini (27/01) pasar saham regional berperforma mix dengan Nikkei turun 0.1%, S&P/ASX +0.4%, HSI -0.1%, Kospi +0.4, Sensex +0.3% dan STI -0.1%. Pasar China dan Taiwan libur.
Di pasar forex, USD terus melemah terhadap JPY setelah hari Rabu (25/01) bank sentral menyatakan menahan suku bunga tetap di level rendah hingga akhir tahun 2014. EUR/USD di 1.3100 dari 1.3109 hari Kamis malam di New York, EUR/JPY di 100.92 dari 101.52, dan USD/JPY di 77.03 dari 77.46. RBNZ diharapkan akan menangani imbas dari krisis hutang di Eropa namun bank lokal diharapkan dapat menangani masalah ini, menurut gubernur bank sentral, Allan Bollard. Hanya sedikit anggota BoJ mensinyalkan bahwa BoJ terbuka untuk melakukan langkah pelonggaran moneter jika krisis hutang Eropa terus membebani kondisi finansial dan ekonomi Jepang, menurut hasil rapat pada 20-21 Desember. CPI Desember bulan Desember turun 0.1%, naik tipis dibandingkan dengan penurunan bulan November sebesar 0.2% dan sesuai dengan prediksi pasar penurunan sebesar 0.1%. Penjualan ritel bulan Desember Jepang naik 2.5%, lebih tinggi dari kenaikan bulan November sebesar 2.2%. Surplus perdagangan Selandia baru bulan Desember menjadi NZ$338 juta vs defisit bulan November sebesar NZ$307 juta, mematahkan ekspektasi defisit sebesar NZ$65 juta.
Harga emas di $1,718.00, turun $2.50 dari harga penutupan NY. Minyak Nymex bulan Maret naik lima sen menjadi $99.75/barrel.
Pihak Pengembang HK Turut Nikmati Kebijakan the Fed
Kampanye suku bunga rendah yang dicanangkan Federal Reserve Bank turut berdampak ke luar Amerika. Kebijakan serupa kemungkinan besar turut diambil oleh negara ekonomi lain guna menopang laju pertumbuhan.
Pelaku bisnis Hong Kong, khususnya sektor developer, berpeluang meraup keuntungan lebih pasca penetapan suku bunga Amerika Serikat (AS). Negara ini mematok nilai tukarnya terhadap dollar, jadi sebagian besar kinerja kursnya juga sangat ditentukan oleh kebijakan moneter Washington.
Suku bunga sangat rendah akan menggairahkan pasar properti dan kredit pinjaman kepemilikan rumah. Bunga KPR di Hong Kong kemungkinan besar tidak bergeming dari level 4-5% sepanjang 2012. Alasan tersebut bisa memacu minat beli warga, yang cenderung dipengaruhi oleh prospek suku bunga KPR. Meski ada potensi penetapan besaran bunga yang berbeda oleh bank komersial, rasio penyesuaiannya diyakini tidak jauh dari level saat ini.
Sejak tahun 2000, suku bunga mortgage Hong Kong berada dalam kisaran sempit sekitar 3 poin persentase di atas bunga acuan bank sentral. Tidak heran jika industri properti wilayah itu berkembang pesat dalam satu dasawarsa terakhir. Kondisi ini belum akan berubah, setidaknya sampai 2014, jika mengacu pada komitmen suku bunga the Fed. Perbaikan minat beli hunian sama artinya dengan peluang melaba bagi pihak developer. Tingkat pendapatan 2012 bisa meningkat, demikian pula dengan harga saham perusahaan berbasis properti.
Nikkei Didera Aksi Ambil Untung
Setelah mencapai level harga ideal di pertengahan pekan, indeks Nikkei akhirnya dihantam profit taking. Indeks utama Jepang terpantau anjlok nyaris setengah persen di tengah aksi jual jangka pendek.
Nikkei bertengger di 8813.63 atau minus 0,4% dibanding catatan pada pertengahan hari. Investor menarik diri jelang pertemuan penting Uni Eropa hari Senin mendatang. Dengan demikian, posisi indeks cenderung turun menjelang akhir pekan sementara potensi buy on dips masih terbatas.
Beberapa saham yang anjlok antara lain Kyocera minus 2.3% ke Y6,490 dan Honda Motor yang turun 2.2% ke level Y2,682. Elpida Memory mencetak kejatuhan besar sampai 7.1% pada level Y338 pasca laporan kerugian operasional. Advantest minus 2.9% ke Y726 dan Fujifilm Holdings anjlok 1.7% ke Y1,990. Tokyo Electron melemah 0.3% ke Y4,325 dan Nippon Steel merugi 2.5% ke Y196.
Mengukur Efektifitas Quantitative Easing
Pelonggaran moneter atau lazim dikenal dengan Quantitative Easing (QE) adalah kebijakan modern yang berpengaruh besar terhadap pasar investasi. Istilah QE I, II dan III identik dengan patron program yang diberlakukan oleh bank sentral Amerika Serikat. Tapi sesungguhnya bukan Ben Bernanke dan kolega yang mempelopori konsep QE untuk kali pertama.
Pelonggaran moneter menjadi langkah alternatif saat kebijakan konvensional dinilai tidak mampu mendorong roda perekonomian. Dalam hal ini, langkah penyesuaian suku bunga dinilai sudah optimal namun kondisi makro belum membaik. Bank Sentral mengimplementasikan QE dengan membeli aset keuangan atau obligasi, bertujuan untuk menyuntik dana segar ke dalam perekonomian. Dengan mengoleksi aset finansial dari bank dan sektor swasta (pencetak uang elektronik), maka jumlah uang yang beredar di lini bisnis jadi lebih banyak. Tambahan dana berarti tambahan modal bagi pelaku aktifitas ekonomi.
Seiring perkembangan iklim bisnis dan pengaruh eksternal, mekanisme peluncuran QE juga semakin kompleks. Jepang adalah negara pertama yang mempelopori prinsip QE modern di akhir 1990-an hingga 2006. Pada masanya, Bank of Japan (BOJ) menyuntik dana ke pos cadangan uang yang disimpan oleh bank-bank komersial di bank sentral. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari investor, pengamat hingga pejabat negara sempat meragukan efektifitas kebijakan itu. Bahkan merebak asumsi jika langkah BOJ rentan menghancurkan sistem perbankan sendiri. Di awal periode 2000-an, QE memang belum mampu menekan deflasi domestik. Di tengah suku bunga super-low 0.25%, BOJ membanjiri perekonomian dengan limpahan dana pinjaman. Merasa kurang efektif , BOJ kemudian memutuskan untuk membeli lebih banyak obligasi pemerintah, sekuritas berbasis aset dan saham serta memperpanjang masa pembelian surat komersial.
Apakah QE ala Jepang berhasil? Jika mengacu pada tingkat pertumbuhan ekonomi, rasio kenaikan angka GDP Jepang memang naik konsisten antara 2002 hingga periode 2007 (lihat grafik). Kinerja GDP jauh lebih baik ketimbang apa yang dicapai pemerintah di awal 1990-an, beberapa saat setelah kasus penggelembungan aset melanda negara tersebut.
Mengacu pada argumen Tomoya Masanao, anggota Asia-Pacific Portfolio Committee, pemulihan kinerja perbankan Jepang sangat dipengaruhi oleh kebijakan QE bank sentral. Kombinasi antara suku bunga rendah dan penurunan risiko premium berhasil mengangkat aktifitas bisnis dan investasi. Kondisi ini berimbas pada kenaikan upah riil, yang kemudian berperan memperbaiki daya beli konsumen. Kesimpulannya, QE mampu mendorong volume permintaan dalam negeri. Anggota Dewan Gubernur Bank of England, David Miles, turut mengamini pendapat Masanao. Miles melihat QE tidak hanya memajukan aktifitas keuangan, namun turut menopang ekonomi warga, usaha kecil, pabrik dan pendapatan rumah tangga.
Meski demikian bukan berarti langkah pelonggaran kuantitatif tidak mengandung kelemahan dan potensi negatif. Sistem murni perbankan bisa menjadi mandul saat bank-bank lebih memilih untuk bertransaksi dengan bank sentral ketimbang dengan sesama kolega perbankan. Senior ekonom BOJ, Shigenori Shiratsuka memiliki beberapa catatan penting terkait pengalamannya memandu implementasi QE Jepang. Pertama, QE melibatkan neraca keuangan bank sentral untuk melindungi perekonomian dari gejolak yang mungkin ada. Ke dua, sifatnya hanya sementara. QE difungsikan sebagai alat untuk mengulur waktu sampai sistem dan lembaga perbankan kembali menemukan ritme operasionalnya. Bank juga harus terlebih dahulu me-restrukturisasi neracanya masing-masing supaya tidak tergantung pada kebijakan otoritas. Ke tiga, intervensi bank sentral di sektor swasta justru memberi distorsi ke pasar.
Secara empiris, QE memang mampu memperbaiki sistem perbankan dan pertumbuhan ekonomi. Namun pengaruhnya hanya efektif bila kondisi perekonomian makro mendukung kepercayaan bank, perusahaan, investor dan konsumen. Pelonggaran moneter di Amerika sesungguhnya belum tentu mampu menggenjot perekonomian. Berbeda dengan kondisi saat QE Jepang, sistem perbankan AS saat ini tidak kekurangan likuiditas. Konsumen juga tidak membutuhkan pinjaman baru, mereka bahkan perlu keluangan untuk melunasi beban hutangnya. Bank dan perusahaan masih terlalu gelisah, terutama pasca kasus subprime mortgage dan krisis antar kawasan. Artinya, AS belum memiliki modal awal yang cukup untuk membangun suatu iklim kondusif bagi semua pelaku ekonomi. Jika pemerintah dan bank sentral sudah berhasil menumbuhkan kepercayaan publik, sejatinya QE akan jadi solusi efektif bagi ekonomi Paman Sam.
IHSG Tergerus Pelemahan Rupiah
Bursa Indonesia melemah 0.1% menjadi 3981.405 dalam volume perdagangan yang tipis. Indeks terbebani oleh pelemahan IDR dan setelah tadi malam (26/01) saham AS melemah, menurut trader.
Level support indeks utama di 3950. "Aksi profit-taking yang melanda sebagian besar saham perbankan dan telekomunikasi turut mengendalikan indeks utama," menurut trader di Lautandhana Securities. Diantara saham yang mengalami pelemahan, Bank Mandiri (BMRI.JK) -0.7% menjadi IDR6,850 dan Telkom (TLKM.JK) -0.7% menjadi IDR6,950. Inco (INCO.JK) +4.7% menjadi IDR3,925 akibat bargain-buying dan prospek earnings Q4 tahun 2011 yang kuat.
Asia Berbalik Naik!
Setelah sempat memulai perdagangan di pagi hari ini dengan bergerak lemah, sebagian besar bursa Asia bergerak kuat ke area positif, dengan saham-saham perbankan yang mengalami kenaikan di Hong Kong, dan saham-saham perusahaan tambang yang menguat saat bursa Sydney ditutup terkait hari libur.
Indeks Hang Seng naik 0.4% di Hong Kong, saat indeks Nikkei juga menguat 0.2% dan indeks KOSPI diperdagangkan flat.
Penguatan mingguan untuk bursa Hong Kong masih bertahan di level 2.1%, bursa saham jepang telah naik sebesar 1.2% hingga minggu ini, indeks Korea Selatan sendiri naik 0.4% dan indeks Australia juga naik 1.7%.
Sedangkan berdasarkan perhitungan tahunan, pasar masih menunjukkan kinerja yang baik, dengan indeks KOSPI yang naik 7.2% dan indeks Hang Seng yang naik 11.4%.
Potensi Bullion (Masih) Positif
Emas diperdagangkan stabil dekat tingginya selama 4 minggu hari Jumat ini, menuju penguatannya selama 4 minggu saat dollar AS kehilangan kekuatan setelah Federal Reserve mengatakan untuk menahan tingkat suku bunga tetap rendah mendekati nol untuk beberapa waktu.
Spot emas bertambah $1.65 per troy ounce menjadi $1,721.69 setelah naik setingginya $1,729.76 hari Kamis, terkuatnya sejak awal bulan Desember. Emas mencapai rekor tingginya disekitar $1,920 bulan September lalu.
Reli emas yang menembus rekornya di dekade sebelumnya bersiap untuk melanjutkan relinya tahun ini dan tahun berikutnya saat kebijakan moneter masih longgar dan bank sentral yang membangun persediaan cadangan emas, ditunjukkan sebuah survey oleh Reuters.
Kontrak emas AS turun $4.1 per troy ounce menjadi $1,772.60.
Penjualan Kuat, Laba Starbucks Naik 10%
Starbucks melaporkan bahwa laba kuartal I mengalami peningkatan sebesar 10% menjadi $382.1 juta atau sekitar 50 sen, naik dari sebelumnya $346.6 juta atau 45 sen per lembar saham, diperiode yang sama pada tahun 2011. Pendapatan perusahaan naik 16% untuk menuju rekornya sebesar $3.4 miliar. Penjualan global mengalami peningkatan sebesar 9%, tertolong oleh tingginya penjualan pasca liburan, sebuah kenaikan sebesar 7% untuk konsumsi dan 2% untuk pengenaan harga secara rata-rata.
Laporan tersebut mengalahkan perkiraan para analis, menurut FactSet. “Starbucks melaju kuat dan mengambil semua peluang global yang ada yang berada didepannya”, dikatakan CEO, Howard Schultz dalam sebuah pernyataan. Starbucks memperkirakan target laba untuk tumbuh sebesar 10% tahun ini dan berencana untuk membuka cabang sebanyak 800 unit secara global. Starbucks memperkirakan akan mendapatkan pemasukan sebesar $1.78 hingga $1.82 per lembar saham untuk 2012. Saham Starbucks, yang diperdagangkan di level tingginya, mengalami kenaikan sebesar 47% selama 12 bulan terakhir.
Penguatan Yen Kikis Reli 2 Hari
Reli selama 2 hari yang didapat bursa saham Asia dikikis oleh penguatan Yen setelah data penjualan perumahan atau home sales AS secara tidak terduga turun dan Yen menguat terhadap dollar AS, menyingkirkan perkiraan earnings untuk sektor eksportir.
James Hardie Industries SE, sebuah perusahaan penyedia bahan material yang mendapatkan pangsa pasarnya nyaris 70% untuk penjualan di AS, merosot 0.3% di Sydney. Inpex Corp, perusahaan eksplorasi Jepang terbesar, melaju 2% setelah harga minyak mentah dan logam mengalami peningkatan. NEC Corp, sebuah produsen elektronik, turun 7.1% setelah mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan memangkas tenaga kerja sebanyak 10.000 dan memperkirakan adanya kerugian untuk kuartal III dalam 4 tahun. Saham Nintendo Co turun 6.2% setelah produsen game tersebut memperkirakan adanya kerugian tahunan yang mencapai lebih dari 3 kali sebelumnya.
Hang Seng Pertahankan Gain Setelah Reli
Bursa saham Hong Kong berusaha untuk mempertahankan penguatan diawal perdagangan hari Jumat setelah naik untuk 5 hari berturut-turut, dan terjadinya penurunan untuk bursa saham AS, dengan melemahnya saham-saham properti dari China mengimbangi laju penguatan saham-saham keuangan. Indeks Hang Seng naik 0.1% menjadi 20,463.46 dan indeks Hang Seng China merosot 0.1% menjadi 11,404.56.
Saham utama dari indeks tersebut, HSBC Holdings PLC naik 0.5% dan saham asuransi AIA Group Ltd naik 1.1% untuk melanjutkan penguatan ditengah adanya indikasi bahwa tingkat suku bunga AS masih akan ditahan rendah lebih lama. Diantara saham-saham yang turun, saham China Overseas Land & Investment Ltd turun 1.9% dan saham Aluminum Corp of China Ltd turun 0.2%, kembali mendapat tekanan profit-taking. Bursa saham Shanghai masih ditutup untuk libur Lunar New Year.
Nikkei Melemah Bersama Perbankan dan Retailer
Bursa saham Jepang kembali turun dari penguatan awal untuk diperdagangkan sedikit melemah hari Jumat, dengan saham-saham retail dan perbankan menyeret turun indeks. Indeks Nikkei turun 0.1% menjadi 8,837.74. Untuk sektor retail, J. Front Retailing Co turun 1.6% dan Fast Retailing Co turun 1.2%.
Data menunjukkan bahwa penjualan untuk sektor retail turun 0.4% di bulan Desember sementara penjualan total retail naik 2.5%. Saham-saham keuangan diperdagangkan turun, termasuk Daiwa Securities Group Inc, yang turun 1.6%. Saham-saham lain yang ikut turun adalah saham Sony Corp, turun 1.6% dan saham Elpida Memory Inc turun 6%.
Yen Tertekan Turun Diawal Pembukaan Tokyo
Yen Jepang telah mengalami tekanan di awal pembukaan pasar Tokyo, merosot lebih dari 20 pips dari sebelumnya 77.45 untuk menembus level rendahnya kemarin dan menyentuh rendah sesi barunya di level 77.25. Pergerakan naik sepertinya masih berusaha diperlihatkan untuk mata uang Jepang, saat para seller kembali mendominasi pasar saat stop order memicu harga ke bawah 77.40.
Menurut Peter Whitley dari IFR Markets: “Seluruh aksi jual diatas 78.00 yang sebelumnya hilang kembali muncul diatas 78.00. Untuk reli pergerakan naiknya, Yen masih mengikuti komentar dari Ben Bernanke, Bahkan saat EUR/JPY bergerak turun setelah order jual diatas 102, tetapi sepertinya pergerakannya sudah terhenti untuk saat ini. Sepertinya kita akan kembali pada intervensi hanya akan berarti sebagai tujuan Yen untuk kembali ke level 80.00”.
Sterling Tertekan Aksi Beli Dollar AS
Sterling telah tertekan diawal perdagangan hari Jumat, setelah anjlok menjadi 1.5660 dari level tinggi sebelumnya di level 1.5693, terakhir berada di 1.5665.
Kejatuhan Sterling terjadi kembali dilatarbelakangi oleh aksi beli dollar AS yang terlihat di pasar mata uang, saat fokus pasar beralih dari proyeksi suku bunga FOMC untuk kembali ke perkembangan Yunani.
Akan tetapi, sinyal bullish masih terlihat, dikatakan Valeria Bednarik, pimpinan analis dari FXstreet.com. “Tetapi, resistance jangka menengah yang kuat berada di area 1.5770: harga penutupan minggu lalu yang berada diatasnya, yang mungkin memberikan dukungan lanjutan menuju level 1.6000 selama beberapa hari kedepan, sementara gagal menembus level diatasnya, seharusnya memicu koreksi menuju 1.5600/20”.
Untuk pergerakan turunnya, level support berada di level 1.5660, 1.5620 dan 1.5590, dengan level resistance 1.5710, 1.5735 dan 1.5770.
Profit Taking Intai Hang Seng
Aksi profit taking mengintai indeks Hang Seng setelah indek menguat hingga 1,427 poin atau 7.5% selama lima sesi terakhir. "Yang akan terjadi hari ini dan beberapa sesi mendatang adalah konsolidasi indeks," menurut William Lo, analis Ample Capital.
Saham blue chips akan diterpa profit-taking terutama saham perbankan China yang sempat memimpin rally indeks ke level tinggi tahunan. Sebagai contoh, ICBC sepanjang tahun 2012 telah gain hingga 20.2% vs gain HSI yang hanya 10.9%. Kemarin (26/01) Hang Seng ditutup turun 1.6% menjadi 20.414.
Langganan:
Postingan (Atom)












































