Kontrak minyak mentah di perdagangan elektronik bergerak turun hari Senin saat indeks bursa saham AS dan sebagian besar bursa Asia serta menguatnya dollar AS menguat ditengah kekhawatiran terhadap Yunani dan masalah hutangnya.
Kontrak minyak mentah AS untuk pengiriman bulan Maret di New York Merchantila Exchange atau NYMEX turun 48 sen, atau sekitar 0.5%, menjadi $99.08 per barel selama sesi perdagangan Asia.
Kejatuhan tersebut merupakan puncak dari kejatuhan yang terjadi pada hari Jumat lalu, ketika rilis data AS yang lebih rendah dari perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal IV menaikan keraguan mengenai perkiraan permintaan dan tekanan terhadap kontrak minyak mentah AS sendiri.
Kekhawatiran permintaan mengalahkan faktor ketegangan geopolitik di Iran dan keputusan Uni Eropa yang melakukan embargo terhadap impor dari negara-negara Timur Tengah.
“Kontras dengan kekhawatiran terhadap Iran, produksi minyak mentah global sepertinya masih akan tinggi dan naik”, dikatakan Timothy Evans, seorang analis energi dari City Futures Perspective.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar