Senin, 30 Januari 2012

'Berharap Kabar Baik dari Brussel'



Monexnews - Episode baru krisis hutang Eropa kembali dimulai. Kali ini folus perhatian pasar tertuju pada pertemuan tingkat tinggi Eropa pertama di tahun 2012 hari Senin (30/01) di Brussel, Belgia.
Pokok pembahasan terpusat pada kemajuan kinerja fiskal Italia dan Spanyol. Rapor baik kedua negara bisa dijadikan acuan bagi pembentukan aturan fiskal secara merata ke seluruh anggota euro. Disiplin anggaran dalam kawasan harus segera diberlakukan mengingat ekonomi euro zone tengah memasuki resesi moderat. Apalagi kebijakan pemangkasan anggaran banyak negara dipastikan memperlambat roda sektor bisnis dan keuangan.
Sayangnya, negosiasi soal penerimaan tingkat kerugian aset hutang Yunani belum menemui titik terang. Baik pihak kreditur maupun Athena enggan melonggarkan kehendaknya masing-masing. Rumor terbaru menyebut bahwa Komisari Uni Eropa (EU) akan mem-veto rancangan anggaran pemerintah Yunani terbaru. Menteri Keuangan, Evangelos Venizelos, berupaya meyakinkan semua pihak bahwa negaranya akan pulih. "Kami siap memenuhi segala kewajiban fiskal, sosial dan upaya penyelesaian krisis melalui penerapan aturan secara tegas," ujarnya hari Minggu lalu. Laporan media di akhir pekan bahkan mengatakan Jerman akan meminta Yunani untuk menyerahkan tata kendali keuangannya. Dengan begitu, EU bisa memiliki akses untuk merancang kebijakan anggaran yang lebih akomodatif. Uni Eropa sendiri dikabarkan tidak antusias menyambut wacana itu, karena sikap tersebut sama artinya dengan intervensi kedaulatan suatu negara.
Sedikit sentimen positif bagi pemulihan Yunani datang dari statement Institute of International Finance (IIF), yang mewakili pihak kreditur Yunani. Lembaga ini menyatakan bahwa pembicaraan mengalami kemajuan sehingga kata sepakat bisa diperoleh pekan ini. Perkembangan negosiasi kerugian Yunani jadi begitu penting karena bisa menjadi cermin bagi negara dengan beban hutang besar seperti Portugal. Imbal hasil obligasi negara ini konsisten melonjak dan rawan memicu krisis serupa dengan Yunani. Pelaku pasar cemas bila pemerintah Lisbon juga meminta pembagian rasio kerugian nilai aset hutang, tepat seperti apa yang tengah diupayakan oleh Yunani.
Mengacu pada kondisi ekonomi kawasan terkini, maka ada beberapa poin pembahasan penting yang akan dibicarakan nanti malam di Brussel. Di antaranya adalah:
- Evaluasi kinerja fiskal dan anggaran Spanyol dan Italia
- Kemajuan negosiasi hutang Yunani
- Kondisi terbaru Portugal dan potensi penyebaran krisis serupa ke negara lain
- Pemberlakuan pakta yang menopang Mekanisme Stabilitas Eropa. Fasilitas ini dirancang untuk melindungi Eropa dari bencana keuangan sejenis di masa datang.
- Perkembangan terbaru soal peraturan fiskal bersama, yang mewajibkan seluruh anggota euro untuk memperketat anggaran belanja. Regulasi ini bisa dirilis pada pertemuan tingkat tinggi Maret depan. Di dalamnya termasuk lampiran sanksi dan hukuman bagi negara yang membangkang aturan itu.
- Kemungkinan peluncuran program peminjaman dana perbankan pada bulan Februari. Pada program perdana Desember lalu, Bank sentral sudah menggelontorkan dana nyaris sebesar 500 miliar euro dalam bentuk pinjaman jangka panjang ke sistem perbankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar