Jumat, 27 Januari 2012

Pihak Pengembang HK Turut Nikmati Kebijakan the Fed



Kampanye suku bunga rendah yang dicanangkan Federal Reserve Bank turut berdampak ke luar Amerika. Kebijakan serupa kemungkinan besar turut diambil oleh negara ekonomi lain guna menopang laju pertumbuhan.
Pelaku bisnis Hong Kong, khususnya sektor developer, berpeluang meraup keuntungan lebih pasca penetapan suku bunga Amerika Serikat (AS). Negara ini mematok nilai tukarnya terhadap dollar, jadi sebagian besar kinerja kursnya juga sangat ditentukan oleh kebijakan moneter Washington.
Suku bunga sangat rendah akan menggairahkan pasar properti dan kredit pinjaman kepemilikan rumah. Bunga KPR di Hong Kong kemungkinan besar tidak bergeming dari level 4-5% sepanjang 2012. Alasan tersebut bisa memacu minat beli warga, yang cenderung dipengaruhi oleh prospek suku bunga KPR. Meski ada potensi penetapan besaran bunga yang berbeda oleh bank komersial, rasio penyesuaiannya diyakini tidak jauh dari level saat ini.
Sejak tahun 2000, suku bunga mortgage Hong Kong berada dalam kisaran sempit sekitar 3 poin persentase di atas bunga acuan bank sentral. Tidak heran jika industri properti wilayah itu berkembang pesat dalam satu dasawarsa terakhir. Kondisi ini belum akan berubah, setidaknya sampai 2014, jika mengacu pada komitmen suku bunga the Fed. Perbaikan minat beli hunian sama artinya dengan peluang melaba bagi pihak developer. Tingkat pendapatan 2012 bisa meningkat, demikian pula dengan harga saham perusahaan berbasis properti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar