Jumat, 27 Januari 2012

Sterling Manfaatkan Pelemahan Dollar



Poundsterling melonjak ke level tertinggi 5-minggu terhadap Dollar AS yang tengah berada di bawah tekanan jual kuat pasca Federal Reserve menyatakan akan mempertahankan tingkat suku bunga mendekati nol hingga setidaknya 2014 sembari membuka peluang untuk penambahan stimulus lebih lanjut. Meski begitu beberapa analis tetap berpendapat jika rapuhnya fundamental Inggris masih akan membatasi setiap penguatan Sterling terhadap Greenback.
Hasil survey yang dilaporkan Confederation of British Industry pada hari Kamis menunjukkan jika penjualan ritel Inggris di bulan Januari mengalami penurunan tahunan terbesar sejak Maret 2009, ketika Inggris harus terperosok ke dalam resesi.
Sementara Sterling harus menyerah versus Euro seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of England akan segera menambah stimulus moneter, setelah data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan ekonomi berkontraksi sebesar 0,2% di kuartal ke-4 tahun 2011, yang menempatkan Inggris di ambang resesi.
"Dengan tingginya tingkat ekspor ke zona Euro, produktivitas yang lemah, dan potensi pelonggaran kuantitatif lebih lanjut dari BoE, menjadikan outlook Sterling terlihat semakin suram," kata para analis Morgan Stanley. Mereka juga masih akan tetap memanfaatkan setiap pergerakan Sterling/Dollar yang lebih tinggi untuk membangun kembali strategi bearish.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar