Kemarin (26/01) EUR/USD meroket ke level tinggi baru dalam lima pekan di 1.3183 dari level rendah di 1.3090. Penguatan euro terjadi di tengah aksi jual dollar, namun mata uang kemudian kembali melemah tajam dikarenakan hindar resiko yang terstimulasi oleh rilis data perekonomian AS yang menunjukkan penjualan rumah baru yang secara tak terduga menurun 2.2% untuk periode bulan Desember.
“Mata uang memasuki sesi Asia di level yang hampir sama dengan kemarin, dengan grafik harian menunjukkan mata uang bergerak di bawal level SMA 20 dan indikator bergerak di bawah garis tengah,” menurut Valeria Bednarik, kepala analis FXstreet.com. Grafik 4 jam menunjukkan, bias mata uang masih menguat meski indikator tidak cukup kuat dan berada di bawah level overbought.”
Fokus pasar yang kembali tertuju pada Yunani kemungkinan akan menekan pergerakan mata uang. Fokus pasar selanjutnya adalah KTT Uni Eropa dan progres dari pertemuan. "Dengan banyaknya ketidak pastian atas masa depan krisis hutang Eropa, euro kemungkinan terus melemah.
EUR/USD di 1.3100, dengan level support di 1.3045 dan 1.3000 dan level resistance di 1.3120, 1.3145 dan 1.3170.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar