Sterling bergerak sideways di dalam range negatif yang sempit dihari Senin pasca rilisan survei dari Institute for Fiscal Studies yang menyebutkan bahwa standar hidup masyarakat Inggris akan menurun akibat inflasi yang terus menggerogoti sektor pendapatan.
Bank of England memberi “warning” bahwa inflasi bisa mencapai 5% akhir tahun ini, 2x lipat dari target 2%, dengan pertumbuhan ekonomi yang beresiko menurun.
Dan lemahnya data ekonomi Inggris akhir-akhir ini turut menumbuhkan ekspektasi bahwa BoE akan mempertahankan suku bunga di level rendah tahun ini. Bahkan Gubernur Mervyn King sendiri telah mengungkapkan keinginan-nya untuk menahan suku bunga BoE.
Sementara para analis masih melihat adanya peluang pelemahan untuk sterling hingga menyentuh $1.6000 terutama akibat hilangnya kemungkinan kenaikan suku bunga BoE tahun ini.
Dan menurut penjelasan Michael Hewson, analis pada CMC Markets, harga bila pecah dibawah support penting $1.6130 merupakan bagian dari penurunan lebih dalam hingga $1.5965 dan 1.5935, level rendah bulan Februari dan Maret.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar