Pada perdagangan kemarin Sterling melemah terhadap dolar AS, tertekan rilis data inflasi Inggris yang naik melebihi 5% kondisi dimana meningkatkan kekhawatiran akan kondisi stagflasi (kombinasi antara meningkatnya tekanan harga dalam ekonomi yang lemah) dalam jangka waktu dekat dan meningkatkan minat jual investor terhadap Sterling. Sterling sempat tertekan oleh rilis data consumer prices untuk September yang meningkat menjadi 0,6% dan dalam basis tahunan inflasi di tataran konsumen meningkat menjadi 5,2% itu merupakan level tertinggi sejak 3 tahun terakhir. Namun demikian tingginya angka inflasi tersebut tidak serta merta mengindikasikan meningkatnya aktifitas ekonomi, akan tetapi justru merupakan pertanda dari meningkatnya tagihan gas, air bersih, dan listrik dikalangan masyarakat. Justru meningkatnya tekanan inflasi merupakan ancaman bagi consumer spending ditengah pemangkasan anggaran pemerintah yang dampaknya mulai terasa.
- Broker Forex Terbaik Surabaya -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar