Pertumbuhan pesat China sedikit melambat di kuartal pertama tahun ini, namun inflasi mencapai level tertinggi dalam 32 bulan terakhir bulan lalu, menambah dilema ke pemerintah untuk meredam laju harga sembari menjaga laju pertumbuhan. PDB China tumbuh 9,7% selama tiga bulan pertama 2011 dari periode sama tahun lalu, lebih rendah dari PDB tahunan di kuartal keempat 2010 yang 9,8%. Namun, pertumbuhan terkini itu masih lebih baik dari prediksi yang 9,4%. Sedangkan inflasi naik 5,4% di Maret dari tahun lalu, tertinggi sejak Juli 2008 dan melebihi prediksi 5,2%. Dilihat secara bersamaan, kedua data itu mengindikasikan meski Beijing telah melakukan serangkaian pengetatan, ekonomi tidak melambat seburuk perkiraan. Tapi kenaikan inflasi yang lebih tinggi dari prediksi, mengindikasikan Beijing belum usai dari siklus pengetatannya. Bank Sentral China (PBOC) telah menaikkan suku bunga sebanyak 4 kali sejak Oktober 2010 dan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) hingga ke 20%. Inflasi memang selalu diperkirakan naik di Maret karena rendahnya dasar perbandingan. Injflasi kemungkinan mencatat kenaikan di Juni dan Juli karena alasan yang sama, namun para pejabat optimis tekanan akan berkurang di semester kedua.
Dengan pandangan itu, banyak ekonom yang mengira PBOC mendekati akhir siklus pengetatan, sekitar satu kali lagi kenaikan rate. Tapi dengan pertumbuhan masih dekat dua digit, skala pengetatan kemungkinan lebih besar dari perkiraan. Sementara itu, Presiden Hu Jintao hari ini mengatakan pertumbuhan ekonomi China masih belum seimbang dan berjanji lebih mendorong peran konsumsi. Ia membuat pernyataan itu dalam pidato pembukaan forum bisnis Boao di Pulau Hainan. Ia menambahkan China ingin pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang lebih stabil dan menyeimbangkan neraca perdagangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar