Minyak lanjutkan pelemahan akibat kekhawatiran suramnya permintaan setelah data tunjukkan naiknya tingkat pengangguran AS; sinyal berkurangnya permintaan konsumen energi terbesar dunia. Meski demikian, investor nantikan hasil pertemuan OPEC pada hari Rabu untuk melihat reaksi produsen minyak atas perkembangan ekonomi global terakhir. Arab Saudi telah anjurkan kenaikan output, namun ditentang oleh Iran dan Venezuela. Di lain pihak, analisa teknikal tunjukkan berlanjutnya penurunan minyak hingga $98.12 per barel.
Lemahnya dollar dan gejolak politik Timur Tengah masih berusaha redam penurunan minyak lebih dalam. "Minyak akan bergerak sideways. Lemahnya aktivitas ekonomi tentu berdampak negatif, tapi ada krisis Yaman dan pelemahan dollar yang dapat imbangi," ungkap Tony Nunan, manajer Mitsubishi Corp. Investor masih cemaskan gangguan ekspor minyak dari Timur Tengah. Di Yaman, ratusan ribu demonstran bergembira rayakan terluka-nya Presiden Ali Abdullah Saleh. Pasukan Suriah membunuh 25 pengunjuk rasa di bagian utara negara tersebut, ungkap Mahmoud Merhi, pimpinan HAM di Arab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar