Pasar saham regional sebagian besar menguat setelah rilis data China yang melebihi perkiraan. Hal ini menghapus kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi China.
Nikkei naik 0.4%, S&P/ASX naik 0.7%, HSI melonjak 1.0%, Shanghai Composite menguat 1.4%, Kospi menguat 0.9%, STI naik 0.5%, Sensex naik 0.9% namun kekhawatiran mengenai hutang zona Eropa membatasi gain. EUR/USD di 1.4003 vs 1.3975 di New York hari Selasa malam (12/07), EUR/JPY di 111.36 vs 110.75; USD/JPY di 79.52 vs 79.25. GDP China Q2 naik 9.5% Q1 naik 9.7% dan perkiraan 9.4%. Hasil industri bulan Juni naik 15.1% vs bulan Mei naik 13.3% dan perkiraan kenaikan 13.1%. Data mendorong kekhawatiran mengenai langkah pengetatan selanjutnya. Angka aktivitas konstruksi naik 25.6% vs January-May yang naik 25.8%. Penjualan ritel bulan Juni naik 17.7% vs bulan Mei naik 16.9%. BOJ menaikkan penilaian ekonomi untuk bulan Juli terkait produksi yang pulih dengan cepat pasca bencana alam bulan Maret namun pemerintah tetap mengatakan ekonomi masih lemah.
Indeks sentimen konsumen Australia merosot ke level rendah dua tahun 8.3%, menurut Westpac Banking and the Melbourne Institute. Angka pengangguran Korea Selatan bulan Juni naik 3.3% vs bulan Mei naik 3.2%. Jumlah pekerja naik 472,000 menjadi 24.8 juta, kenaikan tertinggi sejak bulan Juli 2010. Spot emas di $1,566.60/ons, turun 70 sen dibanding penutupan NY. Minyak Nymex bulan Agustus naik 13 sen menjadi $97.56/barrel.
- Broker Forex Surabaya -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar