Bursa saham Hong Kong, Hang Seng, tercatat merosot tajam disertai dengan gap-down di hari Senin (11/07). Sentimen utama adalah kenaikan angka inflasi negara China. Indikator tersebut memicu kekhawatiran bahwa pemerintah akan mengambil langkah ekstra guna membendung lonjakan harga, termasuk kemungkinan menaikkan suku bunga selanjutnya.
Untuk pekan ini, penguatan Hang Seng akan terbatas karena keyakinan para investor terhadap pemulihan global telah menyusut. Khususnya setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dirilis lebih buruk dibanding periode sebelumnya pada akhir pekan lalu. Indeks Hang Seng tercatat merosot 0,88% atau jatuh lebih dari 200 poin hingga ke kisaran 22,526.32.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar