Senin, 18 Juli 2011

Prospek USD “madesu” Ditengah Isu Downgrade

Secara umum mengawali pekan ini, Greenback atau USD masih terapresiasi terhadap sejumlah major currencies khususnya Euro maupun Sterling.
Dollar AS yang terbilang kokoh ini terutama setelah laporan pemerintah hari Jumat silam menunjukkan tingkat harga konsumen AS melonjak dalam 2 bulan beruntun. Sehingga disinyalir kondisi ini bisa mengikis peluang stimulus moneter tambahan dari Federal Reserve.

Sementara lesunya EUR dan GBP secara umum karena masih diliputi kewaspadaan terhadap eskalasi krisis hutang di zona euro yang masih belum tuntas juga.

Namun demikian secara umum pasar merasa pesimis dengan penguatan dollar lebih lanjut. Pasalnya prospek dollar AS masih akan tertekan, terutama setelah pihak Standard & Poor’s menyatakan tetap memberikan peluang 50:50 terhadap kelangsungan peringkatnya.

Amerika terancam akan kehilangan peringkat hutangnya, meskipun nanti pihak Kongres AS berhasil mencapai kesepakatan untuk menaikan plafon hutang guna mencegah default.

Alhasil, ancaman pemangkasan tersebut dikhawatirkan bisa mengobarkan kembali kecemasan investor terhadap krisis finansial global.

Dengan demikian kondisi ini kembali akan mendorong investor untuk memborong aset-aset ber-yield lebih tinggi dan meninggalkan USD sabagai valuta aman. Maka tak ayal bila prospek dollar AS kedepannya masih “madesu” alias masa depan suram.

- Broker Forex Terbaik Surabaya -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar