Kekhawatiran mengenai kondisi perekonomian di Eropa sedikit mereda akhir pekan ini. Bukan kabar dari Yunani ataupun sikap dari otoritas kawasan yang membangkitkan optimisme investor. Namun komitmen terkoordinasi dari 5 bank sentral untuk memulihkan salah satu komponen dari krisis hutang, yaitu perbankan.
Apa yang sesungguhnya akan dilakukan oleh central bank 5 negara maju? Mereka berjanji untuk membantu bank-bank Eropa agar tidak kehabisan dana/likuiditas. Pasalnya perbankan di benua biru tengah berjuang keras supaya tidak bangkrut akibat masalah hutang yang diemban oleh negara bermasalah, seperti Italia dan Yunani. Jika bank-bank sampai gagal mendapat pinjaman dollar secara gradual, maka berbagai risiko harus ditanggung. Kemungkinan terburuknya, bank Eropa terpaksa menghentikan peminjaman uang kepada perusahaan AS atau justru menjual aset-aset berbasis dollar. Hal tersebut sama saja bunuh diri bila terjadi di tengah kemandekan ekonomi dan sepinya minat bisnis dalam kawasan.
Sikap European Central Bank (ECB), Federal Reserve Bank (the Fed), Swiss National Bank (SNB), Bank of England (BOE) dan Bank of Japan (BOJ) sejauh ini mampu merestorasi kepercayaan pelaku pasar investasi. Aksi bersama antar otoritas moneter negara besar tersebut bisa dibilang sebagai upaya perbaikan konkrit pertama yang terjadi di Eropa dalam satu tahun terakhir. Penyediaan likuiditas bagi perbankan Eropa menjadi begitu penting karena banyak bank tengah kesulitan mencari pinjaman dollar. Pihak kreditur asal Amerika Serikat (AS) kini enggan menyuntik dana segar karena iklim finansial di Eropa yang sangat tidak bagus. Memberi likuiditas kepada bank-bank dari kawasan bermasalah tentu bukan kebijakan yang tepat dari segi bisnis. Meski belum dipaparkan secara gamblang soal berapa banyak dana yang disiapkan, perbankan Eropa setidaknya bisa sedikit bernafas lega.
Kesepakatan 5 bank sentral negara maju disambut baik oleh banyak pihak. Apalagi kabar tersebut datang jelang peringatan tiga tahun kebangkrutan Lehman Brothers, sebuah momen yang masih menyisakan trauma di benak pelaku keuangan dunia. Monexnews merangkum berbagai reaksi analis, ekonom dan pejabat tinggi terhadap komitmen bersama bank sentral hari Kamis kemarin. Berikut adalah kutipannya:
1. Christine Lagarde, Kepala Dana Moneter Internasional (IMF)
"Suatu pesan yang bagus, mereka beraksi bersama."
Dunia sedang menghadapi krisis penting dan pembuat kebijakan belum berbuat banyak. Lagarde mengatakan bahwa peluang untuk keluar dari fase berbahaya masih tetap ada, tetapi kecil sekali. Oleh karena itu, kesepakatan Kamis lalu diharapkan menjadi titik balik bagi otoritas Eropa guna menciptakan program susulan.
2. Jean-Claude Trichet, Presiden ECB
"Sebuah ilustrasi dari kerjasama erat di level global."
Demikian sang kepala ECB menggambarkan substansi dari aksi gabungan 5 bank sentral. Trichet merujuk kondisi saat ini seperti apa yang terjadi tiga tahun lalu, momen dimana Lehman Brothers bangkrut. Meski konteksnya berbeda, Trichet melihat bahwa kejatuhan Eropa sekarang dapat memicu akibat yang sama jika tidak dicarikan solusi tepat. ECB akan mempersilakan bank-bank untuk meminjam dana dollar selama tiga bulan. Jangka waktu tersebut jauh lebih panjang dibanding tempo yang ditetapkan sebelumnya, yakni 1 pekan saja. Dengan demikian, perbankan Eropa yang meminjam dollar bulan ini bisa bernafas lega sampai penghujung tahun nanti.
3. Robert Zoellick, Presiden Bank Dunia
"Pelajaran dari tahun 2008 adalah; semakin lama Anda bertindak, semakin pahit pula dampak yang harus ditanggung."
Berkaca pada kasus Lehman, situasi saat ini juga bertambah buruk karena otoritas lambat mengambil keputusan. Zoellick menilai anggota euro harus terpaksa mengalami efek buruk karena ketimpangan ekonomi dan hutang antar negara. Seandainya otoritas beraksi lebih cepat, seharusnya krisis seperti ini tidak perlu terjadi.
4. Peter Westaway, Kepala Ekonom Eropa dari Nomura, London
"Pembuat kebijakan Eropa justru mengulur waktu untuk berinisiatif sampai kondisi benar-benar memburuk."
Serupa dengan Zoellick, Westaway juga mengecam keraguan pemimpin Eropa untuk mengambil langkah besar dan ekstrim. Otoritas terkesan menunda-nunda resolusi tanpa alasan yang jelas. Tidak heran jika akhirnya pelaku pasar juga menahan diri untuk tidak mengambil sikap apapun sampai segala sesuatu sudah clear.
5. Marco Viali, Ekonom UniCredit
"Sikap bank sentral tidak memecahkan akar permasalahan, yakni krisis hutang."
Viali menilai positif atas sikap central banks kemarin, tetapi hal tersebut hanya sebuah langkah kecil dalam upaya perbaikan. Solusi politik adalah aspek terpenting yang harus dicapai. Masalah resesi, deflasi dan perlambatan ekonomi tidak bisa dipecahkan oleh kebijakan moneter temporer, tetapi butuh langkah politik tegas sampai segala sesuatunya pulih benar.
- Broker Forex Terbaik Surabaya -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar