Pada perdagangan kemarin Sterling sempat mengalami pergerakan menguat namun kemudian mengalami tekanan akibat maraknya aksi jual dari bank sentral asal Asia dan beberapa investor institusi. Sterling memang rentan terhadap tekanan jual seiring masih gamangnya outlook ekonomi terutama setelah minutes sidang BoE Oktober mengindikasikan adanya lanjutan dari program quantitative easing guna menunjang pertumbuhan ekonomi. Dari rilis data MPC Meeting Minutes BoE bersuara bulat pada pengambilan keputusan untuk melanjutkan program quantitative easing senilai 75 M Sterling, dan bahkan mempertimbangkan untuk menyuntikkan lebih banyak lagi dana untuk menopang ekonomi dan menurunkan pengangguran.
- Broker Forex Terbaik Surabaya -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar